
"Sayang, mas pulang telat malam ini. kamu nggak papa kan sayang."
" Nggak papa kok mas."
" Iya susu hamil, vitamin nya udah diminum sayang."
" Udah mas."
" Ya kamu tidur lagi ya, jangan tunggu mas karena mas pulangnya mungkin agak larut, Met tidur ya, moga mimpi indah sayang."
" Iya mas"
Setelah Sinta menutup panggilan dari Dani, dia bangun ingin minum susu hamilnya sebelum tidur. Namun dia langsung terlonjak kaget.
Praaannnkk...foto pernikahan mereka jatuh kelantai, hingga kacanya pecah, padahal tidak ada angin. tapi foto itu jatuh.
" Astaghfirullah, pertanda apa ini ya Allah."
" Sinta, ada ini sayang."
Mama mertuanya yang mendengar langsung berlari menuju kamar Sinta, karena mendengar sesuatu yang jatuh dan pecah.
__ADS_1
" Sinta nggak tau ma, foto ini tiba-tiba jatuh dan pecah." ucap Sinta dengan suara bergetar dia langsung menangis.
" Sayang, ada apa nak. kenapa kamu menangis dan ini cuma foto. sapa tahu cuma kebetulan jatuh."
" Tidak ma, perasaan ku tidak enak ma. pasti ada sesuatu yang terjadi pada mas Dani."
"Sudahlah sayang, sebaiknya kita sholat dan minta perlindungan dari yang diatas."
" Baiklah ma."
***
Dani dan Lani tidak menyia-nyiakan kesempatan, mereka langsung bergumul meluapkan gairah mereka yang tertahan beberapa Minggu terakhir ini. cuma bedanya sekarang mereka melakukan dalam sebuah ikatan yang sudah sah dalam agama.
Seoertiga malam, Dani terbangun. dia seketika membersihkan tubuhnya untuk segera kembali untuk pulang kerumahnya. mulai sekarang dia harus bermain cantik.
Sampai dirumah, suasana masih gelap dan sepi. dengan mengunakan kunci cadangan Fani masuk kedalam rumahnya dan langsung menuju kamarnya dan Sinta.
Cekklek.. membuka pintu perlahan-lahan, takut istri nya akan terbangun. Dani menatap wajah Sinta yang tertidur begitu pulas sambil memeluk guling.
Perlahan dia ikut berbaring, sambil memeluk istrinya dari belakang, dengan perasaan bersalah.
__ADS_1
"Maafkan mas sayang." ucap Dani dalam hati, dan ikut terlelap sambil memeluk Sinta.
***
Paginya Sinta terbangun, dia menatap wajah tampan Dani yang tidur sangat pulasnya. perlahan dia ingin mencium Dani. namun seketika niatnya terhenti, ketika dia seperti kembali mencium aroma parfum yang sering digunakan Lani.
" Astaghfirullah, aku yakin kamu belum benar-benar berubah mas, dasar laki-laki tukang selingkuh. Oke setelah aku benar-benar kuat dan sembuh aku akan melawan kalian berdua. aku tidak akan mau kalian tidak dan anggap bodoh mendiamkan hubungan kalian berdua selama ini."
Sinta bangkit dia sarapan bersama mama mertuanya, namun kali ini dia lebih banyak diam dan larut dengan pikiran nya.
" Sinta kamu kenapa nak."
" Eh...nggak papa kok ma."
" Kamu seperti memikirkan masalah besar, ceritakan pada mama nak."
" Ma, aku selalu mencurigai mas Dani, dan kecurigaan ku ini bukan tanpa alasan ma."
Sinta pun menceritakan awal kedatangan Lani dirubah mereka, hingga dia mengusir dan berantem dengan Lani. bahkan Sinta juga menunjukkan bukti-bukti perselingkuhan Dani dan Lani, meskipun bukti yang dimiliki nya belum kuat untuk membongkar perbuatan mereka berdua.
" Benar dugaan mama, Dani pasti mewarisi sikap ayahnya yang tukang selingkuh itu." ucap mama geram.
__ADS_1
" Ma, aku harus bagaimana."
" Sinta, mama akan berada dipihakmu, sayang. kita akan ikuti permainan mereka sampai kamu benar-benar kuat dulu. setelah itu kita akan beri pelajaran. mama menyayangi mu, karena kita senasib, sama-sama dikhianati laki-laki brengsek. mama tidak ingin cucu mana mengikuti jejak opa dan papanya yang salah." balas mama mengusap sayang kepala Sinta.