Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Lani merasa kalah


__ADS_3

Aku tidak boleh kalah begitu saja, aku harus mencari tahu kenapa mas Dani tiba-tiba berubah. Apakah Sinta sekarang sudah menggunakan pelet untuk merebut perhatian dan cinta mas Dani lagi? Curang kamu Sinta. kamu melakukan cara yang salah untuk mengalahkan pesona ku, sehingga kamu sudah kehabisan akal untuk merebut perhatian mas dani kembali.


Aku menangis memeluk tanganku dada, merasa sendirian di dunia yang kejam ini, tiba-tiba aku sangat merindukan sosok seorang ibu yang bisa memeluk ku dalam kesedihan dan kehancuran hatiku saat ini, aku butuh tempat untuk bersandar, meskipun kadang aku menyesali kenapa aku tidak bisa hidup normal dengan keluarga yang lengkap seperti kebanyakan orang.


Hatiku sangat sakit jika teringat mas Dani, sekarang sudah seminggu lebih mas Dani tidak pernah mengunjungi ku lagi, meskipun dia menepati janjinya memberikan sebuah rumah atas namaku dan sejumlah uang. tapi semua tidak cukup mengobati kekosongan dan kesedihanku, yang mulai terbiasa dengan kehadirannya.


Semua ini, tidak membuat aku bahagia, aku sangat merindukan mas Dani, aku akan berdoa semoga aku bisa hamil anaknya mas Dani, tapi apa kah doa-doa orang seperti ku ini akan dikabulkan.


Aku hanya ingin mas Dani kembali, dan kami bisa seperti dulu lagi, memperhatikan dan mencintai ku.


**


Dirumah Dani begitu memanjakan Sinta.


“ Sayang minum susu dan vitamin dulu ya.”


Dani membawakan nampan berisi susu hamil dan vitamin, dia begitu perhatian, apalagi saat melihat kondisi istrinya yang masih terbaring lemah.

__ADS_1


“ Terimakasih ya mas “


Sinta meminum susu vanilla buatan suaminya, dilanjutkan dengan vitamin agar kandungan nya tetap kuat.


Dani pindah posisi dibelakang istri nya, kemudian tangannya mulai memijid lembut tengkuk Sinta dengan penuh kasih sayang.


“ Mas kamu sekarang pulang tepat waktu, apa kamu tidak sibuk lagi di kantor?”


“Sibuk sih, tapi kan ada Rey, lagian kesehatan mu yang lebih penting, sayang.” Mencium kedua pipi Sinta, membuat senyum kebahagiaan terpancar dari matanya.


“ Semoga mas Dani benar-benar berubah, dan benar-benar meninggalkan Lani.”


“ Mama.”


Nampak mama berdiri sambil membawa mangkuk berisi bubur yang masih panas.


“ Sinta, mama masakin bubur untuk mu. Dimakan ya mumpung masih hangat.” Ucap mama penuh perhatian.

__ADS_1


“ Makasih ya ma.” Sinta tersenyum kearah mama mertua nya.


“Sayang, kamu belum makan ya?”


“ Belum mas, habisnya nggak selera makan.”


“ Mas suapin ya.”


Aku menggangguk pelan, mas Dani meniup-niup dan mulai menyuapiku, rasanya begitu indah dan makanan ini terasa nikmat disuapi oleh suami sendiri, cukup lama aku merindukan momen indah seperti ini. Dani juga sangat memanjakan dirinya, seperti saat-saat indah mereka dulu.


“ Ya Allah, semoga kebahagian ini benar-benar nyata. Dan keluarga ku kembali untuh lagi, anakku sayang, sehat terus ya diperut bunda.” Mengelus perutku dengan penuh kasih sayang. Mencoba menutup mata pada penghianatan suaminya dulu.


Sedangkan


Lani menangis, dia benar-benar sudah kalah oleh Sinta. Apalagi setelah mengetahui jika saat ini Sinta sudah berhasil hamil anaknya Dani.


“ Jahat kamu mas, jahaaat…”

__ADS_1


Lani berteriak histeris, meluapkan kekesalan dan kesedihannya. dia merasa hancur dan benar-benar sudah kalah oleh Sinta.


Panggilan nya tidak pernah diangkat oleh Dani, pria itu benar-benar sudah mengabaikan dirinya.


__ADS_2