Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Membujuk mas Dani


__ADS_3

Aku sadar kecerobohan ku barusan, yang membuat mas Dani kembali marah, selesai membersihkan tubuh. aku dandan secantik mungkin. berjalan menghampiri mas Dani yang duduk di teras depan kamar kami.


" Aku harus membujuk mas Dani kembali, kalau tidak impian ku untuk rumah dan villa mewah di Devilla Larose akan gagal."


Aku membawakan teh hangat dan cemilan ringan, ikut duduk di sebelah mas Dani.


" Mas minum dulu teh nya."


" Ya."


Mas Dani tidak melirik ku, dia terlihat fokus dengan laptop dihadapan nya.


" Mas, maafkan Sinta ya. entah kenapa akhir-akhir ini aku suka cemburuan pada Lani, aku sangat mencintaimu mas dan takut Lani bakal merebutmu dariku."


Dengan berbicara selembut mungkin, bahkan aku memijid bahu mas Dani, kemudian memeluk nya. perlahan tangan mas Dani terangkat lalu ikut mengelus punggung tangan ku yang masih memeluknya dari belakang.


"Sinta, mas juga mencintaimu, perasaan itu belum berubah dan masih seperti yang dulu, jadi jangan berfikiran macam-macam, dan buat mas marah lagi."

__ADS_1


" Mas, tunjukkin dong bukti jika mas mencintaiku dan masih seperti dulu."


" Baiklah, mas harus tunjukkin dengan cara apa lagi? liburan di Cappadocia udah, perhiasan , uang?"


"Bukan itu mas, tapi rumah impian untuk hari tua kita berdua. masa mas lupa sih permintaanku, padahal baru kemaren lho aku ngucapin nya." pura-pura merajuk.


" Baiklah, tapi gimana ya. mas sangat sibuk dan nggak bisa ikut dengan mu untuk membelinya dan memilih lokasi untuk dibangun villa di di Larose."


" Nggak papa mas, biar aku sendiri saja yang kesana dan mencari lokasi yang strategis untuk dibangun rumah sekaligus villa mewah ya."


" Nanti mas minta Rey untuk menemanimu dan mengurus nya."


Aku menghambur ke pelukan mas Dani, aku sangat bahagia, keinginan ku akan terkabukan. lebih cepat lebih baik, mengingat aku yang sering lupa untuk mengendalikan emosi yang memuncak setiap bertemu Lani. aku takut mas Dani menarik perkataan dan membatalkannya, jika aku terus-terusan bertengkar dengan Lani.


***


"Yes, paling tidak untuk hari ini aku bebas bercinta dengan Lani."

__ADS_1


Senyum terukir disudut bibir Dani, sambil melambaikan tangan melepas Sinta dan Rey untuk pergi mencari lokasi yang cocok untuk rumah impian istri nya itu.


Setelah memastikan mobil yang membawa Sinta menghilang dan berbaur dengan kendaraan lain, Dani langsung berlari masuk kedalam. dimana Lani sudah bersiap-siap menunggu untuk diajak Dani jalan-jalan sepuas-puasnya hari ini.


Dani sengaja mencari alasan sibuk, tidak bisa mengantarkan Sinta. agar dia mendapatkan kesempatan untuk bercinta dengan Lani, yang sudah sangat dirindukan nya beberapa hari terakhir ini.


"Lani sayang, cepat masuk mobil. hari ini mas akan menyenangkan mu,"


" Benarkah mas."


" Iya sayang, karena sekarang giliran mu." menatap Lani sambil tersenyum mesum.


" Ayo cepat, sebelum bi jah pulang dari pasar."


Lani langsung masuk ke mobil Dani, yang meluncur kencang membelah jalanan ibukota yang ramai. tujuan utama Dani adalah mencari hotel mewah untuk dia melepas hasratnya yang sudah mencapai puncak, begitu juga dengan Lani, dia terus bergelayut manja di lengan Dani.


"Mas sudah tidak tahan sayang, mas selalu merindukanmu."

__ADS_1


" Sama mas, Oya emangnya mas kemana sih bareng Bu Sinta."


"Kami cuma pulang kerumah orang tuanya," jawab Dani berbohong, dia tidak ingin Lani bersedih jika mengetahui mereka yang habis menikmati liburan indah di negara Turki.


__ADS_2