
Rey, memperhatikan seksama wajah wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik, diusianya yang tidak lagi muda. pikiran Rey kembali menerawang pada beberapa tahun silam.
" Ya, tidak salah lagi. diadalah ibu Vanesa, wanita yang merupakan majikan ayahku dulu. ya Tuhan....aku tidak tahu musti menyalahkan siapa dalam permasalahan yang menimpa kami. kesalahpahaman berlarut-larut dalam waktu yang lama, dan merugikan orang-orang yang tidak berdosa, seperti Bu Vanesa dan ibu kandung ku sendiri."
Langkah kaki Rey terayun semakin mendekat, dia duduk disisi ranjang.
"Ibu maafkan aku, selama bertahun-tahun aku membenci dan selalu merutuki mu. bahkan aku selalu menyalahkan dirimu tentang apa yang sudah menimpa keluarga ku, padahal kamu juga jauh lebih menderita dari apa yang aku bayangkan." Rey menagis memegangi kedua tangan Bu Vanesa yang kaget dan bingung, mengingat dia sama sekali tidak mengenal Rey.
" Si.... Siapa kamu?"
Bu Vanesa tergagap dan agak takut melihat Rey, dia kawathir Rey akan mengirimkan nya kembali kerumahnya sakit jiwa.
"Namaku Rey, anak sopir yang difitnah telah berselingkuh dengan ibu."
" Apa?"
Tangis Bu Vanesa seketika pecah, dia tahu keluarga sopirnya ikut terkena imbas, karena kasus dan rumor yang dibuat oleh suaminya sendiri.
"Nak maafkan ibu, kamu percaya kan dengan ibu."
Bu Vanesa menangkap wajah Rey, Isak tangis tidak mampu dia kendalikan.
" Iya, aku sangat percaya."
__ADS_1
" Tolong pertemukan ibu dengan anak ibu yang hilang, karena ibu sangat yakin. jika yang menculik nya adalah ibu mu sendiri, nak."
Rey terdiam, dia bingung harus menjelaskan bagaimana. mengingat ibunya membuang bayi itu begitu saja selepas menculik bayi tersebut.
" Tolong ibu nak, pertemukan ibu dengan anak ibu. dia tidak bersalah. cukup aku saja yang menderita dan menagung semua ini, tapi jangan anakku hu....hu.."
" Baiklah ibu, setelah ibu sembuh. aku berjanji akan membantu ibu untuk mencari keberadaan putri ibu," ucap Rey meyakinkan.
Kondisi Bu Vanesa menang tidak terlalu parah, namun dia tetap harus menjalani perawatan beberapa hari dirumah sakit.
Setelah berhasil menenangkan Bu Vanesa, Rey menitipkan nya pada perawat yang jaga. mengingat dia ingin menemui ibu kandungnya yang sekarang bekerja di yayasan sosial.
Semenjak bertemu dengan ibunya, Rey hampir tiap Minggu mengunjungi ibunya tersebut, mengingat ibu nya juga tidak mau untuk diajak pindah kerumah Rey, dia lebih memilih mengabdi untuk membantu sesama. untuk menebus rasa bersalah nya, mengingat dulu pernah memisahkan seorang anak dengan ibu kandungnya.
"Waalaulikumsallam, Rey. kamu datang lagi mengunjungi ibu nak." dengan mata berbinar-binar bahagia ibu memeluk Rey hangat.
" Gimana kabar ibu?"
" Alhamdulillah, ibu sehat-sehat nak."
" Ibu, ada sesuatu yang ingin Rey tanyakan."
" Ya, tanyakan lah. masalah apa nak."
__ADS_1
" Apa ibu masih ingat dengan ibu Vanesa, wanita yang dianggap sebagai selingkuhan bapak dulu."
"Vanessa?"
"Ya, Bu."
" Sudah lama ibu tidak mendengar kabarnya, meskipun ibu merasa pembalasan ibu terhadap Vanesa terlalu kejam, atas tindakan nya dulu, yang berselingkuh dengan ayahmu. ibu menculik dan membuang anaknya yang tidak berdosa itu, ibu menyesal... Rey."
" Ibu, sebenarnya Bu Vanesa tidak bersalah. dia dituduh oleh suaminya sendiri." Rey pun menjelaskan dengan menceritakan permasalahan yang dihadapinya, sampai dia bertemu dengan Vanesa lagi dalam sebuah kecelakaan mobilnya, sewaktu mengantarkan kami kerumah sakit.
" Benarkah itu nak, hu...hu...ibu benar-benar menyesal. tanpa mengetahui kenyataan nya yang sesungguhnya." ibu Rey terus menagis.
" Apa ibu ingat, tempat ibu membuang bayi perempuan itu."
" Masih nak, perkampungan melati. dekat rumah keluarga yang hidup sederhana. ibu meletakkan didepan rumah mereka."
" Apa ibu yakin mereka yang menyelamatkan dan merawat bayi tersebut."
" Yakin nak, karena setelah meletakan bayi tersebut. ibu bersembunyi hingga pemilik rumah keluar untuk menolong bagi yang tidak berdosa yang terus-menerus menagis."
" Syukurlah, besok aku akan pergi memeriksa dan menemui keluarga tersebut."
" Baiklah nak, ibu akan menemanimu kesana."
__ADS_1