
Tubuh Dani terhenyak dilantai, dia mersa hancur sekarang. masalah seakan-akan tidak pernah berhenti untuk menghampiri nya, Namun Dani kembali mencoba tenang dan berfikir jernih untuk menghadapi permasalahan ini, meskipun sulit, bagaimana pun Dani hanyalah manusia biasa, yang lemah.
Tanpa sadar, air mata menetes. Dani menangis lututnya tersa kaku, membayangkan sesuatu yang buruk menimpa istri dan anaknya, Dani takut kehilangan setelah kepergian Sinta, paling tidak dia sudah merencanakan untuk membina keluarga dan lembaran baru dengan Lani, menebus kesalahan dengan bertaubat.
Dani terlihat sudah tidak sabaran lagi, dia terus mondar-mandir didepan ruangan pemeriksaan, berbagai pertanyaan berkecamuk didalam benaknya. kawathir, takut dan cemas memikirkan kondisi keuangan mereka. mengingat dia juga tidak punya banyak waktu lagi, Lani harus segera dioperasi,
"Ya Tuhan, bagaimana ini. sedangkan rumah kami belum juga terjual. harus kah aku menjual dengan harga murah, Harus mendapatkan uang segera, meski aku harus menanggung kerugian." gumam Dani.
Bahkan Dani mengabaikan setiap panggilan yang masuk ke ponsel nya, karena saat ini pikiran Dani hanya tertuju pada kesembuhan Lani dan keselamatan bayinya dan juga bagaimana cara mendapatkan uang segera.
" Bapak Dani."
" Ya, saya. ada apa suster."
" Dokter meminta anda, untuk segera keruangan nya sekarang."
" Baiklah."
Sampai diruangan dokter, Dani langsung menanyakan Pokok permasalahan nya.
__ADS_1
"Bagaimana, kondisi istri saya sekarang dok?" tanya Dani masih panik.
"Istri Anda, masih dalam keadaan kritis. dia kehilangan banyak darah, begitu juga dengan bayi anda, yang harus diselamatkan segera. dan jalan satu-satunya adalah dengan Operasi."
"Tolong Selamatkan Lani dok, beri dia perawatan terbaik."
"Baik, kami akan memberikan perawatan terbaik pada istri Tuan, namun untuk itu anda harus menandatangani persetujuan operasi, berserta rincian jumlah biaya-biaya."
Tanganku seketika bergetar, hampir saja lembaran kertas itu jatuh kelantai.
" Sebesar inikah biayanya dok?"
" Astagfirullah, ya Allah. aku tidak sanggup memikul semua ini." gumam Dani dalam hati, cukup lama dia terdiam.
" Pak,...bapak Dani."
" Iiiiya...sus."
" Anak anda juga harus mengikuti dua kali operasi besar dan sulit, belum juga termasuk fisioterapi untuknya dan ibu Lani, sehingga total keseluruhan nya. hampir mencapai satu setengah miliar, pak."
__ADS_1
Dani syok mendengar perkataan suster yang didampingi dokter ahli tersebut, seketika dia berusaha tegar dan menguasai keadaan nya.
" Apa tidak ada cara lain dokter?"
" Tidak, ini penyakit serius. dan bayi Anda membawa penyakit sangat langka, meskpun operasi nya dilakukan tiga bukan lagi. tapi mulai sekarang dia sudah dipantau oleh dokter ahli dan perlu perawatan intensif."
" Baiklah dok, saya akan usahakan biaya-biaya itu secepatnya."
" Kami tunggu pak Dani, karena anda tidak punya banyak waktu lagi."
Dani menghubungi namanya dirumah, dia meminta mama untuk datang segera kerumah sakit, membawa sejumlah uang untuk biaya awal pengobatan operasi melahirkan Lani.
"Sebanyak itu Dani?"
" Iya ma, ini baru untuk operasi melahirkan saja. belum lagi biaya-biaya besar yang harus kita bayar setelah ini."
Astagfirullah Dani, mama juga pusing memikirkan. dari mana kita akan mendapatkan uang sebanyak itu."
" Mama, tolong buka kemari Lani. disana ada beberapa perhiasan mahalnya. dan aku juga ada sedikit simpanan. setelah mama menjual perhiasan Lani, mama langsung kesini ya."
__ADS_1
" Baiklah Dani."