Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Lani sakit


__ADS_3

Dani segera menutup pekerjaan nya yang masih menumpuk, rasanya Dani tidak sanggup memikul beban dan masalah yang datang bertubi-tubi padanya sekarang.


" Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini. sekarang Lani mengeluh sakit. disaat pekerjaan ku menumpuk. belum lagi aku harus mengikuti sidang putusan akhir perceraian ku dengan Sinta. rasanya masalah tidak pernah berhenti untuk menghampiri ku." gumam Dani mengusap kasar wajahnya.


Dani lelah fisik maupun mentalnya saat ini, tapi dia tidak boleh menyerah terhadap masalah yang dia hadapi saat ini, Dani memiliki prinsip, seberat apapun permasalahan nya pasti akan berlalu dan akan indah pada waktunya, sehingga dia tetap berusaha kuat dan tenang mengatasi nya satu persatu sebaik mungkin.


Sampai dirumah, aku langsung melihat Lani dan bi jah sudah menunggu kedatangan ku, yah semenjak diberhentikan oleh Sinta. bi jah mohon-mohon agar aku mau menerima dia untuk bekerja dirumahku dan Lani, Aku bersedia mengingat Bi jah juga banyak menyimpan rahasia perselingkuhan ku dan Lani dulu, meskipun tanpa Dani duga, Sinta sudah mengetahui semuanya.


" Ayo mas, aku sudah tidak tahan lagi."


" I...iya."


Setelah membantu Lani duduk dengan baik, didampingi Bi jah yang ikut duduk disebelah Lani yang masih meringis kesakitan. aku langsung melajukan mobil kesebuah klinik ternama yang berhubungan dengan ibu dan anak.

__ADS_1


Lani langsung mendapatkan penanganan terbaik, cukup lama Lani diperiksa. aku semakin panik berjalan mondar-mandir, bahkan aku tidak bisa berfikir tenang lagi.


" Ya Tuhan, aku malu menyebut namamu. tapi apakah ini ujian darimu. atas kesalahan-kesalahan yang pernah aku dan Lani lakukan. sehingga begitu banyak permasalahan menghampiri ku dalam waktu yang hampir bersamaan."


Tidak lama, dokter yang memeriksa kondisi Lani duduk dihadapan Dani yang terlihat masih cemas.


" Dokter, Istriku sakit apa dan bagaimana dengan kondisi kehamilan nya?"


"Begini pak Dani, setelah kami memeriksa kondisi Bu Lani, termasuk kandungan nya. keduanya mengalami masalah yang sangat serius. "


" Pak, kami harap anda siap mendengar hasil pemeriksaan kami ini."


" Baiklah dok, saya sangat siap. penyakit apa yang dialami Istriku?" ulang Dani.

__ADS_1


" Klamidia yang mengarah pada kanker serviks, meskipun ini hasil pemeriksaan sementara. tapi kami harap Bu Lani harus mendapatkan penanganan secepatnya. jika tidak, ini akan bertambah parah dan bisa berakibat fatal pada dirinya dan bayi yang sedang dikandungnya." terang dokter.


" Ya Tuhan."


" Anda harus kuat dan sabar, agar istri anda juga bisa lebih tegar menerima kenyataan ini."


" Ya dokter, tapi saya masih orang awam. sebenarnya apa yang menyebabkan istri saya bisa seperti ini, mengingat dia adalah gadis baik-baik, dan tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain, selain aku suaminya sendiri."


" Penyebabnya sangat banyak pak, sejenis virus, kuman, *** bebas, kurang bersihnya organ intim perempuan maupun laki-laki atau berhubungan diusia yang masih dini, dimana organ reproduksi nya belum matang. Saran saya, segera lakukan pengobatan terbaik dan dan perawatan intensif. saya akan merekomendasikan obat-obatan terbaik beserta rincian biayanya."


Dokter memberikan selembar kertas, disana sudah tertera semua yang harus dikeluarkan oleh Dani.


" Sebanyak ini Dok?" tanganku bergetar, mengingat aku bukanlah Dani yang dulu lagi. bahkan simpan yang aku miliki pun tidak lah seberapa. mengingat semua aset induk perusahaan dibawah pantauan Gilang.

__ADS_1


Yah, Gilang. mau tidak mau aku akan meminta bantuan laki-laki itu, meskipun perusahaan ku yang menjadi taruhannya. keselamatan Lani dan bayiku juga sangat penting, belum lagi permasalahan hutang-hutang perusahaan dan gaji karyawan yang harus aku lunasi.


Dani meremas kepalanya pusing, dia terdiam cukup lama. mengabaikan sapaan dokter. sedangkan Lani langsung mendapatkan perawatan intensif, karena dia tidak punya banyak waktu lagi untuk menunda-nunda mengingat rasa sakit yang mengancam jiwa Lani dan bayinya saat ini.


__ADS_2