Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Hasutan Lani


__ADS_3

“ Mas Dani, apa Bu Sinta masih mengabaikanmu hingga sekarang mas?”


“Iya.”


Jawab Dani singkat, dia masih memikirkan sikap Sinta yang menurutnya keras kepala akhir-akhir ini.


“ Padahal, Bu Sinta itu justru bersyukur bisa mendapatkan suami seperti mu mas, bahkan segala kehendaknya selama ini selalu mas turuti. Kurang apa lagi Coba.” Lani mencoba-coba memanasi Dani yang terlihat galau, dengan menjelekkan Sinta.


“ Kalau aku ya mas, diposisi Bu Sinta. Pasti aku akan sangat memperhatikan dan melayani suamiku. termasuk urusan diranjang, aku akan memberikan servis terbaik ku, bukan nya menuduh dan selalu curigaan, bahkan dia sudah mulai membantah setiap ucapan mu mas. Dan bersikap cuek seperti ini. Jadi wajarlah suami cari kebahagiaan di luar, dengan wanita yang jelas-jelas sangat mencintainya, ya kan mas?"


" Bisa jadi, itu salah satu alasan mengapa aku lebih merasa nyaman didekat mu Lani."


“ Mas, apa mas tidak pernah berfikir untuk menceraikan Bu Sinta.” kembali mencoba mengeluarkan bujuk rayunya.

__ADS_1


“ Tidak Lani, karena aku masih sangat mencintai Sinta.” Jawab Dani singkat.


“ Tapi aku juga sangat mencintai mu mas, bahkan mungkin melebihi cinta yang diberikan Bu Sinta. Aku juga tidak tahu alasan kenapa aku memilih dirimu mas, mingkin kita sudah ditakdirkan untuk berjodoh.”


“ Tapi aku laki-laki yang sudah beristri Lani, dan umur kita juga terpaut jauh, kenapa kamu mau memilih diriku?”


“ Aku yakin, jika cintaku tidak pernah salah mas. bukankah tidak ada larangan untuk laki-laki memiliki istri lebih dari satu , aku sangat siap untuk dipoligami dan menjadi yang kedua, asalkan kita tetap terus bersama selamanya.”


“ Itulah yang aku suka darimu Lani, kamu tidak banyak tuntutan.” Dani mulai berfikir mencari pembenaran dari kesalahan nya.


“ Sekarang mas makin mencintai mu Lani,” mengecup bibir Lani dalam, mengatas namakan cinta atas nafsu yang sudah menguasai hati dan pikiran mereka berdua.


“Mas, seandainya Bu Sinta menolak untuk dimadu. Kita harus bagaimana mas.”

__ADS_1


“ Sinta tidak punya alasan, apalagi jika kamu sudah membuktikan jika kamu berhasil mengandung anakku, sesuatu yang tidak bisa Sinta kabul kan selama ini, jadi dia akan sadar kalau aku tidak mempunyai masalah, melainkan dia.”


***


Malam ini, Sinta mengusap lembut perutnya yang masih terlihat datar itu, dengan penuh kasih sayang, terkadang dia berfikir ingin rasanya memberitahukan kabar bahagia ini langsung pada Dani suaminya, namun seketika Sinta teringat jika malam ini, bagaimana buasnya Dani menggerayangi kembali tubuh Lani, Sinta kembali berubah geram dan mengurungkan niatnya untuk memberi tahu.


Sinta memejamkan mata, namun getaran ponsel yang berisi pesan masuk dari mas Dani membuat nya langsung menyambar ponselnya tersebut.


“ Met tidur sayang, moga mimpi indah. Maaf akhir-akhir ini mas jarang pulang, mengingat kesibukan mas yang semakin hari semakin bertambah banyak, perusahaan kita sedang mengeluarkan produk terbarunya, sehingga menuntut mas untuk tetap lembur.” Isi pesan singkat dari Dani.


Namun pin pelacak lokasi, menunjukkan jika Dani masih diperumahan yang sama, yaitu The Hill.


“ Aku tidak sebodoh yang kamu pikir mas, silahkan kamu bersenang-senang untuk saat ini, tunggu saja pembalasan dariku mas.”

__ADS_1


Setelah mendapat pesan barusan, Sinta tidak bisa melanjutkan tidurnya lagi. dia kembali bangkit, turun dari ranjang untuk berwudhu dan sholat malam.


__ADS_2