
Seseorang dari arah belakang menyerobot masuk, diantara kerumunan orang-orang, diadalah Rey, mantan asisten Dani.
"Bos, cepat kita angkat Lani. masuk kedalam mobilku."
"Rey, benarkah ini kamu,"
" Iya bos."
Semenjak Dani bangkrut, Rey juga memilih pergi, ketika dia mendapatkan informasi tentang keberadaan ibu kandungnya, yang selama puluhan tahun ini menetap tinggal disebuah yayasan sosial. dan Rey sangat bersyukur bertemu kembali dengan ibu kandungnya, dengan kondisi yang sehat bugar. bahkan sekarang ibunya itu sudah iklas memaafkan kesalahan ayah dan wanita selingkuhannya.
" Oke, baiklah Rey. terimakasih atas bantuan mu."
" Tidak masalah, bos selama ini juga sudah cukup banyak membantu ku." Rey tidak pernah melupakan kebaikan Dani, karena sesungguhnya Dani laki-laki baik, tapi lemah iman dan kadar kesetiaan yang rendah terhadap godaan wanita seperti Lani, yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya dulu.
Rey membantu menaikkan tubuh Lani kedalam mobilnya, dalam bawah sadarnya. Lani merasakan sebuah tangan panjang dan kokoh menarik tubuhnya dan jatuh kedalam dekapan yang diyakini adalah Dani, suaminya.
Lani yang masih merasakan sakiiit, seolah-olah tidak mampu untuk membuka matanya. meskipun begitu, kedua pipinya mengalir air mata yang bercucuran deras. Lani benar-benar kesakitan apalagi dengan keadaan bayi yang dikandungnya.
"Lani, buka matamu, aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk menimpamu dan bayi kita." terdengar suara Dani yang panik dan ketakutan, setelah kehilangan Sinta, Dani juga takut akan kehilangan Lani dan bayinya. sehingga membuat Dani sangat Panik, disaat situasi dan kondisi seperti ini.
"Buka matamu, Lani." Dani mengulangi lagi perkataan nya.
__ADS_1
Perlahan Lani membuka matanya, mengigit bibir bawah untuk mengurangi rasa perih yang teramat sakit. rasanya Lani tidak sanggup untuk bertahan lama.
"Mas Dani,"
Terdengar suara Lani dengan bibir bergetar, antara sakit dan ketakutan. rasa penyesalan juga menyeruak. hingga cairan bening tidak henti-hentinya membasahi kedua pipinya.
"Ma... Maafkan aku, juga sampai kan pada Sinta, mas" ucap Lani tersendat-sendat.
"Jangan terlalu banyak bicara, Lani. bertahanlah, kita akan segera pergi ke rumah sakit." Rey langsung melajukan mobil, membawa Lani kerumah sakit terdekat mengingat Lani sudah mengeluarkan banyak darah dibagian bawahnya.
"Lani, bertahan lah sayang. kita akan segera sampai dirumah sakit terdekat." ucap Dani panik.
"Maafkan aku mas," ucap Lani lagi.
"Mas, ini sakiiiitt baget. aku tidak tahan lagi, aku mersa kedinginan dan melayang-layang." ucap Lani terbata-bata bibirnya terlihat mulai pucat.
"Rey, tolong nyetirnya lebih kencang lagi." ucap Dani.
"Baik bos," Rey menambah lagi kecepatan laju mobilnya.
"Lani bertahan lah." Dani semakin ketakutan melihat Lani yang terlihat diam tanpa bersuara lagi.
__ADS_1
"Laniiiii... banguuun, aku tidak akan sanggup kehilangan lagi," teriak Dani sambil mengusap wajah Lani yang pucat.
" Bruungghk..."
Mobil yang dikendarai Rey tiba-tiba seperti telah menabrak sesuatu didepan nya, orang-orang disekitar langsung mengerumuni mereka. jalan seketika terjadi macet, sementara rumah sakit masih berjarak beberapa meter lagi.
"Ada apa ini?"
" Nggak tahu bos, sepertinya aku sudah menabrak seorang wanita tua, wanita itu tiba-tiba menghadang mobil kita."
Rey segera turun, melihat wanita tua yang seperti tengah gangguan jiwa tidak sadar kan diri, tergeletak di jalan tepat didepan mobilnya.
"Dasar orang Kaya, sudah nabrak orang masih aja nanya kenapa," ucap seorang ibu-ibu yang memandang Dani dengan tatapan tajam.
Rey sangat panik dengan kehebohan yang terjadi, sedangkan Dani merasa tidak punya banyak waktu, ditambah lagi macet dihadapan nya.
"Aaaagghhh sial,"
Dani mengusap wajahnya kesal, tanpa pikir panjang lagi, Dani kembali mengendong tubuh Lani keluar dari mobil, Lani yang pingsan terlihat sangat menyedihkan, Dani berjalan kaki Menuju rumah sakit yang sudah terlihat. suara heboh klakson mobil dan teriakan orang-orang saat melihat aksi yang dilakukan Dani, Dani tidak perduli, yang penting Lani dan bayinya bisa selamat.
"Tolong....cepat tong istri ku.'" teriak Dani begitu sampai dihadapan rumah sakit.
__ADS_1
Beberapa orang petugas rumah sakit, langsung menyongsong Dani, dan segera melakukan pertolongan pada Lani, dengan keadaannya yang sudah sekarat, pikiran Dani sangat kacau sehingga dia tidak ingat bagaimana Rey sekarang, dan wanita tua yang sudah dia tabrak, meski itu bukan kesalahan Rey.