
"Aku harus menemui mas Dani, sapa tahu dengan kedatangan ku kali ini, dia akan membatalkan niat nya untuk meninggalkanku." Lani mempercantik penampilan nya, bahkan dia semakin berani berpenampilan sedikit terbuka.
Lani benar-benar nekad, bahkan dia langsung pergi keperusahaan Dani, membulatkan tekadnya enemui laki-laki itu, meskipun sempat dihalangi petugas.
" Maaf Nona, anda tidak boleh menemui CEO sembarangan, tanpa ada janji dengan nya terlebih dahulu." terang resepsionis.
" Saya sudah buat janji, bahkan langsung dengan mas Dani nya."
" Tapi tidak ada tertera di buku agenda tuan Dani, nona."
" Saya ini orang terdekat mas Dani, kalau kalian tidak percaya. lihat lah foto-foto ini."
Lani membuka ponsel mahalnya, yang persis mirip ponsel Dani dan juga Sinta, dia menunjukkan foto kedekatannya bersama Sinta dan Dani, sewaktu dia masih bekerja dirumah besar Dani. sehingga akhirnya mereka membiarkan Lani masuk setelah melihat bukti tersebut.
" Maaf Nona, kami tidak tahu jika anda orang terdekat tuan Dani."
__ADS_1
Setelah dipersilahkan masuk keruangan Dani, Lani memasang senyum termanis nya.
“ Pagi mas Dani ku sayang.”
Dani terlonjak kaget, begitu mengetahui kedatangan Lani keruangan kerjanya secara tiba-tiba.
“Lani, kamu apa-apaan sih. Ngapain kamu datang keperusahaan ku segala.” Dani langsung bangkit berjalan mendekati Lani.
“ Aku kangen mas, aku begitu merindukan belaian mu. Kapan kita bisa ehem…ehem lagi mas.”
" Lani jaga sikap mu, ingat kamu sedang berada diruang perusahaan ku."
“ Mas, aku tidak ingin berpisah darimu.” Lani sangat hafal kelemahan Dani, sehingga dia langsung memanfaatkan kesempatan dengan memeluk Dani, sambil memperlihatkan belahan dadanya yang seakan ingin tumpah keluar.
Dani mulai goyah, pemandangan indah dan sangat memabukan ada dihadapanya. dengan jarak yang begitu dekat, nyaris tanpa jeda. seketika dia menari Saliva nya, dengan Twitter kecilnya, yang ikut-ikutan berontak merindukan tubuh seksi yang bergelayut memeluknya.
__ADS_1
" Sadar Dani, kamu sudah bertekad untuk berubah dan bertaubat, ingat!!! Dita istri mu sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang darimu, jangan lukai perasaan Sinta dengan kenikmatan sesaat ini." Dani berusaha keras, untuk kembali menguasai dirinya.
“Sinta hamil anakku, dan kondisi nya sangat lemah. Aku takut kebersamaan kita ini akan membuat nya syok dan kondisi nya akan bertambah turun, aku harap kamu mengerti posisi ku Lani.”
Dani melepaskan rangkulan Lani, bahkan dia sengaja menjaga jarak dan memalingkan wajahnya, ketika kami hendak mencium bibir Dani.
“ Tapi bagaimana dengan ku yang masih sangat mencintai mu mas.”
“ Lani, kamu masih sangat muda. Masa depanmu masih panjang, bahkan kamu bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dariku.” Dani melepaskan rangkulan Lani yang terus berusaha memancing-mancing kelemahannya.
“ Tega kamu mas, kamu anggap apa aku selama ini, hu...hu...hu... jahat.... jahat kamu mas.”
“ Maafkan aku Lani, aku memang salah dan tidak pantas untuk dimaafkan, tapi aku tidak punya pilihan lain.”
Dani pergi begitu saja menuju ruangan rapat, meninggalkan Lani yang masih terpaku, perlahan jemari Lani terangkat mengusap air mata yang membasahi Wajah nya.
__ADS_1
Kata-kata yang terucap dari mulut Dani sangat menyakitkan, Lani berjalan dengan langkah gontai, harapan nya telah hancur, seiring air mata yang tidak mau berhenti memabasahi wajah cantik nya.