PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Lucifer kini di pindahkan di ruang rawat. Mesya senantiasa menemaninya tanpa meninggalkan sedetikpun.


"Tuan muda," Meysa menangis melihat keadaan tuan mudanya yang memprihatinkan.


Meysa tidak bisa berkata. Kenapa tuan besar dan nyonyanya melakukan hal itu, menyiksa tuan mudanya yang masih bocah ini.


Beberapa kali Meysa mengusap air matanya mengingat penderitaan tuan mudanya hidup di keluarga yang tidak menerimanya. Walaupun Mesya tahu tuan nya bukanlah ayah kandung dari Tuan muda Lucifer, tapi Mesya berharap tuannya itu memperlakukan Lucifer dengan baik. Seperti hal nya memperlakukan Tuan muda Alex.


Cklek


Pak Mun masuk mendekati Meysa yang senantiasa menemani Tuan mudanya. Pak Mun menyentuh kepala Mesya yang sudah di anggap putrinya sendiri.


"Kamu pulanglah. Bersihkan tubuh mu dan istitahatlah. Bapak yakin kamu pasti lelah,"


"Tidak, Mesya tidak lelah sama sekali. Masya ingin menemani tuan muda."


"Pulanglah terlebih dahulu. Setelah itu kembali lagi. Baju mu kotor terkena noda darah tuan muda. Lebih baik kamu membersihkan tubuh mu terlebih dahulu dan setelah itu menemani tuan muda sampai kapan pun kamu mau,"


Meysa menimbang omongan Pak Mun. Benar katanya. Meysa mengangguk, "Baiklah, Meysa pulang dulu sekalian mengabarkan jika Tuan muda Lucifer di rawat di rumah sakit." Pak Mun mengangguk. Memang seharusnya Meysa mengatakan kepada nyonya Ana dan Tuan Bram.


"Oh ya Mesya pulang dulu ya Pak Mun. Jika nanti ada apa-apa, Pak Mun harus hubungiku secepatnya,"


"Ya pergilah," Pak Mun mengangguk dan Mesya pun pergi, kembali ke kediaman Bramestyo


Saat Mesya sampai di sana, Mesya langsung di todong pertanyaan oleh Ana tentang keadaan Lucifer.


"Mana anak haram itu? Apakah dia sudah mati?" Tanya Ana dengan pertanyaan yang sungguh menyakitkan hati.


"Tuan muda ada di rumah sakit Nyonya. Tuan muda kini sedang di rawat setelah menjalani operasi,"


Mendengar Lucifer tidak mati, Ana menghela nafas dengan kasar. "Kenapa anak itu tidak mati saja." Gumamnya masih dapat di dengar oleh Mesya.


Mesya hanya diam dan setelah itu pamit untuk membersihkan tubuh. Dan setelah bembersihkan tubuh, Mesya mondar mandir, bingung untuk berbicara kepada nyonya tentang biaya rumah sakit Tuqn mudanya.


"Bagaimana aku mengatakan nya ya, nyonya pasti marah dan tidak mau memberikan biaya untuk tuan muda."


Mesya gelisah. Jika tidak meminta bantuan kepada mereka berdua, lalu kepada siapa lagi Karena Mesya tidak memiliki uang sedikitpun untuk membayar pengobatannya tuan mudanya.

__ADS_1


"Aku harus mencoba. Ya, aku harus mencobanya. Walaupun nanti aku akan kena marah Nyonya,  aku harus tetap melakukannya. Ini demi Tuan muda Lucifer."


Dengan semua keberaniannya, Mesya datang menemui Ana untuk meminta bantuan. Mesya berdiri tepat di depan Nyonya nya itu dengan meremat tangannya, takut dan bingung untuk memulai berbicara.


Ana yang kini menatapnya menaikkan sebelah alisnya saat melihat kegugupan pelayan yang merawat putra anggatnya itu.


"Katakan, ada apa kau ingin menemui ku?"


Bruk....


Mesya bersimpuh di hadapan Ana sambil menundukkan kepalanya. Ana yang melihat mengerutkan kening.


"Ada apa dengan pelayan ini?" Gumam Mesya dalam hati.


"Cepat lapar katakan! Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku. Aku tidak ada waktu untuk meladeni pelayan rendahan seperti mu."


"Nyo...nyonya, maafkan saya jika saya lancang. Tapi saya disini ingin memohon dengan sangat kepada anda. Ini tentang Tuan muda Lucufer,"


Ana yang mendengar langsung mendengus. "Sudah ku duga ini tentang anak haram itu. Apa tidak akan ada habisnya anak itu membuat ku dan repot."


"Nyonya, tuan muda saat ini di rawat di rumah sakit. Sa...saya mohon kepada anda untuk mengurus semua administrasi rumah sakit. Saya tidak memiliki uang. Jadi hanya kepada anda saya hanya bisa meminta dan memohon."


"Heh, kau pikir aku ini bank seenaknya saja meminta uang untuk membayar semua pengobatannya. Aku bukan ibunya, jadi jangan harap aku akan memberikannya. Biarkan saja dia mati. Jadi tidak perlu kau mencari biayanya. Lagian jika dia mati aku lebih senang. Dasar anak merepotkan."


"Saya mohon Nyonya tolong tuan muda. Jika anda tidak menolongnya, saya takut Dokter tidak akan merawatnya. Saya tidak ingin Tuan muda mati."


"Kalau mau mati biarkan saja. Aku malah lebih senang dia menyusul ibunya yang menjijikkan itu."


Ana beranjak membuat Mesya terus memohon agar Ana membantunya. Tapi tetap saja Ana tidak memberikan bantuan itu.


"Jika kau tidak sanggup, lebih baik bawa dia pulang dan biarkan dia mati."


"Tapi Nyonya."


"Oh ya, aku lupa. Jika kau ingin mencari bantuan, kau cari saja ayah anak sialan itu."


"Ayah?" Bingung Mesya. Bukankah maksud Nyonya Ana berarti Tuan Bram? Senyum Mesya terbit. Mesya akan meminta bantuan pada Bram untuk membayar semua pengobatan Tuan mudanya.

__ADS_1


"Baik nyonya,  saya akan menemui tuan," senangnya.  Namun kesenangan itu tidak bertahan lama karena Ana membuatnya terkejut.


"Apa kau mau menemui Tuan mu?"


"Benar Nyonya.  Bukankah anda meminta saya untuk menemui Tuan?"


"Tuan yang ku maksud bukan suami ku. Tapi ayah kandung dari anak sialan itu."


"Ayah kandung? Bukankah Tuan Bram ayah Tuan muda Lucifer?"


"Dia bukan ayah kandungnya. Dia pria yang di jebak wanita ****** itu untuk mengakui anak sialan itu?"


Ana begitu geram saat mengingat ibu dari Lucifer datang kepernikahan dengan membawa bayi dalam gendongannya dan meminta suaminya bertanggung jawab atas perbuatan yang tidak di perbuat. Dan sejak kejadian itu membuatnya hancur karena suaminya terpaksa menikahi demi menutupi aib dari banyaknya tamu undangan yang datang. Dan sejak itu kebencian semua keluarga terhadap ibu Lucifer dan Lucifer membawa.


Namun anehnya sejak sebulan Bram menikah dengan Ibu Lucifer. Ibu Lucifer tiba-tiba di temukan mati di suatu tempat dengan mengenaskan. Tidak ada yang tahu apa penyebab kematian ibunya Lucifer. Tapi semuanya menduga, Ibunya Lucifer mati karena di bunuh.


Mesya yang mendengar sungguh terkejut. Jadi Tuan Bram bukanlah ayah kandung Tuan mudanya. Lalu siapa? Pantas saja semua keluarga tidak ada yang menyukai atau menganggap Tuan mudanya sebagia anggota keluarga. Ternyata inilah alasannya.


Tapi demi menyelamatkan tuan mudanya, Mesya tetap mencari bantuan dan meminta tolong. Mesya mendatangi Tuan Bram untuk membantu biaya perawatan. Dan walaupun berat dan enggan, Bram menyetujui. Karana Lucifer masuk rumah sakit karena perbuatan istrinya.


Bram tidak ingin Lucifer mati dan istrinya masuk penjara karena kasus pembunuhan. Maka dari itu Bram pun membantu.


"Aku akan mengurus semua biaya nya. Kau rawat dan temani dia,"


"Baik tuan. Terimakasih,"


Bram menghela nafas dengan berat. Selalu saja ada masalah. Dan ini selalu tentang Lucifer. Bram meminjam pelipisnya yang sakit memikirkan masalah terus datang karena bocah itu.


"Tidak ibu tidak anak, mereka sama saja. Merepotkan,"


.


.


.


Selamat membaca. Semoga kalian terhibur.

__ADS_1


__ADS_2