PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Menikah, Hari Kebahagiaan


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, tepat di sebuah hotel, terlihat begitu sibuk. Para pegawai WO sedang menata dan merias ruangan untuk acara pernikahan seorang pria pengusaha kaya raya dan seorang wanita yang cantik. Mereka adalah Lucifer dan Alezza, putri dari Aditama.


Sedangkan di sebuah gereja dua sepasang pengantin berdiri saling berhadapan dengan pendeta yang menikahkannya. Mereka saling mengucapkan janji suci dan bertukar cincin di jari manis masing-masing. 


Sebuah ciuman mendarat di bibir, saling melu-mat membuktikan bahwa tidak ada paksaan sedikit pun di pernikahan mereka, saling mencintai dan menerima.


Semua yang hadir saling bertepuk tangan dan terharu, mereka merasakan kebahagian itu juga. Baik teman Lucifer dan keluarga semua menyaksikan pernikahan itu, tak terkecuali Rifky yang berada di kursi roda karena kakinya belum bisa digunakan untuk berjalan lantaran waktu itu di pukuli oleh Alex dan anak buah Bobby.


Keesokan malam nya, di hotel tempat dimana Lucifer menuewa gedung itu, kini telah ramai oleh tamu yang di undang. Banyak pengusaha besar datang untuk memberikan selamat pada sepasang pengantin itu. 


"Selamat Tuan Lucifer, semoga pernikahan anda penuh dengan kebahagiaan dan segera di beri momongan," ucap seorang rekan kerja Lucifer.


Lucifer menganguk dan tersenyum. "Terimaksih doa nya dan terimakasih sudah datang ke acara pernikahan kami, tuan."


Banyak yang mengucapkan selamat karena banyaknya yang hadir di acara pernikahan itu. Hingga malam akhirnya selesai. Ezza begitu lelah, kakinya terasa pegel karena terus berdiri menyambut tamu yang memberi selamat padanya. 


"Huh, aku lelah. Kaki ku begitu pegal,"


Setelah ini kita pulang, aku akan memijit kaki mu," Ezza mengangguk, tidak sabar untuk merebahkan tubuhnya di kasur. 


Lucifer kini membawa Ezza untuk pulang. Dengan di antar oleh sopirnya, mobil melaju menuju kediaman Lucifer. Mansion besar dan megah, sebuah rumah yang di hadiahnya untuk Ezza, istrinya.


Setelah sampai, Lucifer tidak membiarkan Ezza untuk berjalan. Melihat istrinya begitu lelah, Lucifer mmebopong tubuhnya dan membawanya masuk kekamar mereka. Lucifer menurunkan dengan hati-hati, begitu lembut tidak ingin menyakiti wanita yang di cintai nya.


"Ganti baju lalu mandi. Setelah ini kita istirahat."


Lucifer membantu membuka gaun indah itu, gaun yang harganya begitu mahal. Gaun ity luruh di lantai, terlihat punggung putih bersih. 


Lucifer hanya diam, malam ini sebabnya dia ingin menghabiskan malam panas dengan istrinya, hanya saja melihat Ezza begitu lelah, membaitnya tidak tega jika harus membuat Ezza begadang semalam hanya untuk melayaninya.


Lucifer mencoba menahannya, tidak ingin egois dengan keinginannya.


"Aku akan membantu mu mandi."

__ADS_1


Ezza berbalik dan mengalungkan tangannya di leher, menatap suami yang sangat di cintainya.


Mereka saling tatap, seolah mengatakan jika mereka begitu mencintai. 


Cup…


Ezza yang lebih agresif memberikan ciuman lebih dulu di bibir Lucifer. Lucifer tersenyum, istrinya ini benar-benar nakal.


"Kamu lelah, aku tidak ingin membuat mu semakin lelah," Lucifer mengelus pipi itu dengan lembut menggunakan ibu jarinya.


"Oh benarkah. Tapi sayangnya aku sudah tidak lelah lagi. Jadi kau bisa melakukan apapun pada ku. Lagian ini sudah ku tunggu sejak dulu, aku ingin membuat mu senang dan bahagia karena memiliki aku di sisi mu."


Senyum muncul di bibir Lucifer. Huh, sungguh tampan sekali suaminya ini. Inilah yang membuat Ezza begitu tergila-gila dengan Lucifer. Baik, tampan dan kaya. Hanya saja kadang dingin dan datar. Tapi anggap saja itu lah bonus sisi lain mempesona dari Lucifer. 


Lucifer yang mendengar Ezza siap tidak menyia-nyiakan kesempatan. Lucifer langsung membopong tubuh itu dan membawanya di atas kasur. Mengukungnya, menatap wajah ayu istrinya tang tersenyum padanya. Menyambut aoa yang akan di lakukannya.


"Malam ini kamu tidak bisa mundur lagi. Aku menginginkan mu. Jadi jangan harap meminta ampun setelah ini,"


Lucifer langsung mencium bibir itu dan melu-matnya, menye-sapnya dengan rakus. 


Mhhh……


Lenguh Ezza menikmati ciuman itu. Mereka saling berbelit lidah, bertukar saliva menikmati rasa yang begitu nikmat dan memabukkan.


Tak hanya saling berciuman, Lucifer juga mecum-bu bagian tubuh lainnya, membuat stempel kepemilikan di tubuh itu. Membuat Ezza melenguh dan mende-sah.


Setelah permainan mereka cukup panas, kini waktu yang di tunggu-tunggu, penyatuan dua insan yang saling mencintai.


"Baby, apa kamu siap?" Ezza mengangguk dengan wajah sayu, dia sudah pasrah. Lagian dia juga menginginkannya, ingin di sentuh oleh Lucifer. Ingin tahu seperti apa rasanya pernyataan itu, apakah nikmat atau tidak, karena memang belum pernah melakukannya.


Lucifer mencium kening Ezza. Dan mulai memposisikan miliknya di depan sarangnya. Pelan, sangat pelan karena tahu istrinya masihlah perawan, pasti sakit jika dia melakukan dengan kasar.


"Aaa….sakit," 

__ADS_1


Ezza mencakar punggung Lucifer, saat merasakan sakit di bawah sana karena benda tumpul itu mencoba mendobrak penghalang miliknya.


Keringat keluar dari kening, dan matanya meneteskan air mata. Sungguh sangat sakit sekali. 


Lucifer yang melihat mengusapnya, dan memberikan ciuman di wajah itu, memberikan ketenangan.


"Maafkan aku baby," 


Ezza menggeleng, Lucifer tidak salah. Memang inilah yang harus di rasakan untuk pertama kali berhubungan. Sakit. Tapi sekuat tenaga Ezza menahannya, yakin setelah ini rasa sakit itu akan hilang dan di gantikan dengan rasa nikmat.


Aah…..


Hah, hah, hah, 


Nafas Ezza terengah-engah saat Lucifer berhasil mendobrak selaput darahnya.


Lucifer kembali memberikan ciuman di wajah itu. Mengatakan terimaksih karena selama ini Ezza menjaganya untuknya. Lucifer akan mencintai dan menyayangi Ezza sepenuh hati. Tidak akan menyia-nyiakan wanita sempurna seperti ini. 


Dan malam itu, di kamar itu menjadi saksi dua insan yang saling mencintai, menghabiskan waktu bersama dengan bermandikan keringat dan suara-suara erotis yang mereka ciptakan. 


Kamar yang semula rapi kini menjadi berantakan karena perbuatan mereka, berolahraga malam yang penuh gairah.


Lucifer merasa hidupnya lengkap, memiliki keluarga dan teman yang selalu mendukungnya. Kini rasa sepi dan hinaan tidak lagi di rasakan. Yang ada penuh kebagiaan.


SEKIAN.


Terimakasih yang sudah mendukung dan setia dengan karya author PEMBALASAN ANAK HARAM. Semoga kalian terhibur dengan cerita fiktif ini. Author tidak bisa membalasnya, hanya bisa mengucapkan terimaksih dan mendoakan, semoga kalian semua di limpahkan kebahagiaan dan kesehatan serta di lancarkan rizkinya oleh Tuhan.


Hanya itu yang bisa Author lakukan. 


Terimaksih


Salam sayang dari Author, saadahrafael.

__ADS_1


__ADS_2