PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Ancaman Untuk Mesya


__ADS_3

Ana Keluar dengan membawa buku nikah  milik Desha sebagai bukti bahwa wanita benar bernama Desha bukan Joice seperti yang mereka maksud.


"Tuan ini buku nikah milik wanita itu," 


Ana menyerahkan nya pada Zaki. Zaki mengambil dan membukanya, Jerry pun juga ikut melihat. Di lihatnya tertulis nama Desha Reganta, bukan Joice Maven.  Baik Zaki maupun Jerry saling pandang. Mungkinkah mereka salah orang. Tapi kenapa wajah mereka sama. Atau Desha kembaran Joice. Pertanyaan demi pertanyaan terus berputar di kepala mereka untuk memastikan mana yang benar.


"Bagaimana?" Tanya Ana pada mereka berdua. Apakah wanita yang mereka cari orang yang sama. 


"Saya sungguh bingung Nyonya. Wanita ini memang sangat mirip, hanya saja kenapa namanya berbeda. Wanita yang kami cari bernama Joice, bukan Desha." 


Ana diam, dia tidak mengerti. Bahkan siapa Joice dia tidak tahu. 


"Em, apakah ada yang lain yang mungkin anda ketahui agar aku bisa memastikan wanita itu benar yang kalian cari atau tidak. Bisa saja wanita itu merubah nama agar kalian tidak bisa menemukannya."


Zaki dan Jerry mengangguk, bisa saja Joice merubah namanya agar tidak bisa ada yang menemukannya. 


"Dia memiliki sebuah Tato kupu-kupu di bahunya," jelas Jerry yang mengetahui dari tuannya.


"Tato kupu-kupu?" Ana bergumam dan mengingat, apakah Desha memiliki Tato kupu-kupu atau tidak. Beberapa menit memutar ingatan, kapan dia melihat tato itu, Ana melotot, ya, Desha memiliki tato kupu-kupu seperti yang mereka maksud.


"Ya, Desha memilikinya. Saat itu aku tidak sengaja melihat nya. Tato itu berada di sebelah bahu kirinya,"


Zaki dan Jerry saling pandang. Jelas Joice merubah namanya. Dan kini benar seperti penyelidikannya, bahwa Joice pernah berada di rumah ini. Dan kini mereka tinggal menjadi dimana anak yang di kandung Joice waktu itu.


"Lalu dimana wanita itu?" Tanya Zaki basa-basi walaupun kenyataannya mereka tahu bahwa wanita tersebut telah mati.


Ana diam, bingung mau menjawab atau tidak. Jika mengatakan sebenarnya Ana takut keluarganya dalam masalah, dan mungkin saja mereka akan mengira bahwa pelaku kematian Joice ulah keluarganya karena saat itu kematian Joice sungguh sangat misterius. 


Tubuh Joice yang banyak mendapatkan luka lebam dan tusukan bahkan ada tembakan di beberapa tempat membuat kematiannya sungguh sangat mengerikan. Joice yang pendiam dan tidak banyak berbicara membuat banyak orang bertanya-tanya dengan kematian itu. Mungkinkah Joice memiliki musuh atau menyinggung seseorang?


Zaki dan Jerry menatap Ana yang masih diam dengan mulut tertutup rapat, seolah enggan menjawab pertanyaannya.


"Nyonya," panggil Zaki menyadarkan lamunan Ana.


Ana yang di panggil langsung sadar dari lamunan nya, menatap kedua pemuda yang saat ini juga menatapnya.


"Anda tidak perlu khawatir tentang apa yang anda pikirkan, nyonya." Seoah tahu apa yang di pikirkan Ana, Zaki memberikan ketenangan untuk Ana agar tidak khawatir. "Sebenarnya kami di perintah oleh Tuan kami untuk mencari keberadaan Nona karena Nona Joice pergi dari rumah,"

__ADS_1


"Saat itu Nona Joice sedang hamil dan pergi dari rumah, kami mencarinya cukup lama, dan akhirnya saat ini kami menemukannya. Saya berharap anda memberikan informasi ini pada kami tentang Nona kami, Nyonya,"


Zaki berbohong, berharap Ana percaya dengan apa yang di katakannya. Ana menimbang apa yang di katakan mereka berdua. Semoga saja mereka dapat di percaya.


"Sebenarnya wanita yang kalian cari telah meninggal beberapa tahun yang lalu," 


Zaki dan Jerry pura-pura terkejut mendengar kenyataan tentang kematian nona nya. Sandiwara yang mereka sungguh sangat apik di mainkan, seolah mereka sering melakukannya.


"Me…meninggal? Bagaimana bisa?"


"Aku tidak tahu bagaimana dia meninggal, hanya saja kematiannya sungguh sangat tragis. Dia seperti nya sengaja di bunuh dengan keji." Jelas Ana membuat Zaki dan Jerry semakin terkejut.


"Apa anda tahu siapa yang membunuhnya?" 


"Tidak, kematian itu penuh misteri tidak ada jejak siapa yang membunuh nya."


"Lalu apakah anak yang di kandung Nona Joice juga meninggal?"


"Tidak, anak itu masih hidup. Desha maksud ku Joice telah melahirkan anaknya sebelum meninggal."


"Jadi anaknya Nona Joice masih hidup?" Zaki memastikan pendengarannya tidak salah. Ana mengangguk, " Lalu dimana anak Nona Joice, kami ingin bertemu dengannya,"


"Apa anda tahu dimana dia saat ini?"


"Aku tidak tahu karena aku malas berurusan dengan nya,"


Jawaban yang di berikan Ana membuat Zaki dan Jerry berpikir, bahwa wanita di depannya pastilah tidak menyukai anak dari Joice Maven. 


"Apa anda tidak tahu petunjuk lain agar kami dapat mudah menemukannya, Nyonya?"


Ana kembali diam, berpikir kemana kira-kira Lucifer berada. Selama 3 tahun lebih dia tidak mau tahu dan tidak mau dengar berita tentang Lucifer. Ia malah senang jika Licifer menghilang dari kehidupan keluarganya. Malah Ana berharap Lucifer mati di liar sana. 


Ana teringat dengan Mesya yang juga pergi saat Lucifer pergi. Mungkin saja Lucifer bersama dengan Mesya saat ini.


"Mungkin dia bersama dengan pembantu itu,"


"Maksud anda siapa Nyonya?"

__ADS_1


"Mesya, pembantu yang menjadi perawat anak itu sejak kecil."


"Bisa anda memberikan data wanita bernama Mesya itu, agar kami mudah mencarinya?"


"Tunggu sebentar." 


Ana memanggil seorang pelayannya untuk mencari data diri Mesya saat melamar kerja. Semuanya masih tersimpan rapi dan kini benar-benar di butuhkan.


"Ini tuan," Ana menyerahkan selembar data diri Mesya. 


Zaki dan Jerry mengangguk. Kini tujuan selanjutnya adalah mencari keberadaan wanita muda itu. Wanita yang mungkin saja saat ini bersama dengan anak dari Joice Maven.


Setelah mendapatkan apa yang di minta, kedua pria itu berpamitan dan pergi. Dan kini melanjutkan rencananya mencari keberadaan dan tempat tinggal Mesya, kakak Lucifer.


.


.


Mesya saat ini berada di mansion pemberian Lucifer, bermain dengan putri cantiknya. Hari-hari di lalui dengan baik dan tenang. Hingga suatu hari dua orang pemuda datang dan mencari keberadaan adiknya yang sampai saat ini tidak di ketahui keberadaannya. 


Kedua pria yang tak lain adalah Zaki dan Jerry tidak butuh waktu lama mencari keberadaan Mesya, dan kini mereka telah menemukan wanita yang di maksud Ana. Wanita yang pastinya tahu keberadaan orang yang di carinya.


"Kami datang kesini karena mencari seseorang. Kami berharap anda berkata jujur, jika tidak kami tidak akan segan untuk membunuh mu dan anak mu,"


Jelas saja Mesya sangat takut, apalagi saat melihat dua pria itu tidak main-main dengan ucapannya. Terbukti sebuah pistol mengarah tepat ke arahnya, memberi ancaman.


Namun semuanya berhenti, kala suara seseorang menyela pembicaraan mereka.


.


.


.


.


Bersambung 

__ADS_1


 


 


__ADS_2