
Di sebuah Kafe, Lucifer duduk dengan begitu santai, menikmati minuman yang di pesannya. Namun entah kenapa ia merasa ada yang mengawasinya.
Lucifer menoleh dan mengedarkan pandangan di tempat itu, mungkin kah ada seseorang yang memperhatikannya. Namun saat melihat seperti tidak ada yang mencurigakan Lucifer diam, berpikir mungkin hanya perasaannya saja.
Di meja lain, seseorang menyesap kopinya sambil matanya tak lepas dari Lucifer yang sendirian. Pria itu entah kenapa merasa Lucifer memiliki wajah yang mirip seseorang. Dan orang itu sangat di kenalnya.
"Aku akan memberitahukan hal ini pada tuan,"
Pria itu beranjak dari tempatnya setelah menikmati waktu santainya di kafe tersebut. Namun sebelum itu dia memastikan benar tidaknya bahwa pemuda itu adalah mahasiswa dari kampus tersebut.
Sedangkan Lucifer yang sedari tadi diperhatikan tidak menyadari hal itu, dia keluar dari kafe dan kembali ke kampus karena mata jam pelajaran masih ada.
Waktu berjalan begitu cepat, jam pelajaran pun telah habis. Lucifer menaiki mobilnya berencana untuk pergi ke suatu tempat. Namun saat melewati sebuah jalan yang sepi, ia melihat seseorang berlari menyebrangi jalan tepat di depannya dalam keadaan terluka, membuat Lucifer yang mengendarai mobilnya langsung berhenti mendadak.
Seorang gadis yang terluka itu sempat menoleh ke arah mobil Lucifer, tapi setelah itu ia melanjutkan langkahnya yang terseok-seok, tidak ingin tertangkap oleh beberapa orang yang mengejarkan.
Lucifer yang melihat mengerutkan kening, menatap wanita itu. Tak berselang lama beberapa orang pria berlari melewati mobilnya dengan membawa senjata di tangannya. Lucifer yang melihat semakin mengerutkan kening, siapa sebenarnya mereka. Kenapa mereka mengejar seorang wanita?
Merasa penasaran, Lucifer menepikan mobilnya dan menyusul mereka, membuntuti. Tak lupa ia membawa senjatanya yang di selipkan di balik celana untuk berjaga-jaga.
Lucifer semakin masuk. Tempat itu terdapat banyak pohon dan semak, membuat langkahnya susah. Tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang wanita. Lucifer yang mendengar langsung berlari cepat menuju asal suara. Saat sampai, di lihatnya seorang wanita sedang terpojok terkepung oleh beberapa pria yang mengejarnya.
"Mau lari kemana kau wanita sialan!" Ucap seorang pria di antara pria lainnya.
Wanita tersebut yang tubuhnya mendapatkan banyak luka dan terdapat banyak darah di pakaiannya, menatap mereka dengan pandangan dingin dan dengan nafas terengah-engah. Dia tidak berharap mati saat ini. Apapun yang terjadi dia tidak boleh mati, dia harus menyampaikan apa yang di ketahauinya pada ayahnya tentang orang-orang tersebut.
"Jangan harap kalian bisa membunuh ku. Jika pun kalian berhasil membunuh ku, ayah ku tidak akan melepaskan kalian,"
"Oh benarkah? Tapi kurasa ayah mu tidak akan memiliki waktu untuk membalas,"
"Apa maksud kalian?"
"Apa kau tidak tahu bahwa dua hari lagi kelompok kami akan membantai kelompok mu? Jadi tidak ada waktu untuk mereka membalas apa yang kami perbuat pada mu. Jadi sebelum kamu mengatakan semua itu, kami akan membunuh mu,"
Gadis itu tidak percaya tentang kenyataan itu. Mungkinkah ayah dan kelompoknya akan binasa setelah ini. Kelompok yang ingin memberantas kejahatan kini malah mendapatkan kebalikannya, dirinya dan kelompoknya yang akan di berantas.
"Mungkin seperti inilah nasib ku, mati di tangan para badjingan jahat," gumam gadis itu dalam hati sambil menarik nafasnya dalam-dalam.
Senyum seringai muncul di bibir para pria itu. Seorang memberi perintah untuk menangkap gadis tersebut. Tapi sebelum mereka mendekati gadis tersebut, sebuah peluru melesat dan menembus kepala dua pria sekaligus.
Door….
Door….
Semua terkejut saat melihat dua rekan mereka mati dalam sekejap. Mereka menoleh mencari siapa pelaku nya.
"Siapa? Keluar kalian!" Seru seorang pria tersebut, berpikir yang menembak barusan rekan dari gadis yang ingin di bunuhnya.
Mata mereka mencari di sekeliling tempat itu, namun tetap tidak menemukannya.
__ADS_1
Door…
Satu tembakan kembali melesat dan membunuh seorang dari mereka.
Mereka yang melihat tentu saja marah, sebenarnya siapa yang bermain-main dengan nya.
"Keluar!" Teriak nya begitu keras. Namun sang pelaku tidak menggubris perintah itu. Dia tetap bersembunyi di balik pohon besar dengan senyum kecik tersungging di sudut bibirnya.
Gadis tersebut yang melihat juga terkejut, bertanya-tanya siapa yang membunuh orang-orang tersebut. Mungkinkah itu rekannya yang datang membantunya. Tapi kenapa harus bersembunyi. Pikiran nya terus berputar memikirkan sebenarnya apa yang terjadi dan siapa itu. Benarkah rekannya atau tidak.
Lagi-lagi terdengar tembakan mengarah ke arah beberapa pria itu. Lucifer sang pelaku yang setelah melesatkan tembakan kembali bersembunyi, menurutnya melakukan hal sembunyi-sembunyi sungguh sangat menyenangkan.
"Mari bermain," gumamnya kecil dan mengeluarkan satu tembaknya lagi dan kini di tangan kiri dan kanan, masing-masing sudah memegang sebuah tembak.
Door…
Argh….
Sebuah peluru menembus tubuh seorang disana dan langsung mati.
Satu persatu tembakan yang Lucifer lepaskan berhasil membunuh satu persatu di antara mereka.
Beberapa pria yang masih tersisa merasa geram karena di permainan. Mereka menembakkan tembakan secara asal ke sembarang arah berharap tembakan itu bisa membuat orang yang bersembunyi langsung keluar dari persembunyiannya.
Door….
Door….
Door….
"Sialan!" Umpatnya marah. "Cari dan temukan," perintahnya untuk mencari dimana Lucifer berada.
Lucifer yang mendengar tersenyum menyeringai. "Majulah, maka kalian akan mati,"
Dan benar saja. Baru saja seorang maju melangkah ke arah Lucifer, sebuah tembakan melesat dan menembus tubuh, membuat pria itu langsung mati.
Semuanya menoleh ke arah dimana satu temannya mati. Mereka berpikir orang itu ada di sebelah arah teman nya yang mati.
Mereka kini menatap arah yang mungkin saja pelaku ada di sana. Memegang senjata mereka dan mengarahkan tembakan ke arah pohon besar tak jauh dari mereka.
Door….
Door….
Door….
Tembakan melesat menembak pohon tersebut. Lucifer diam, memejamkan mata seolah menghitung jumlah tembakan tersebut.
Lucifer yang tadi sudah melihat senjata apa yang di pegang oleh mereka kini tersenyum dugaanya du tembakan lagi pasti peluru dalam pistol itu akan habis.
__ADS_1
"Ayo kita mulai membantai,"
Lucifer keluar sambil memegang pistolnya dan mengarahkan tembakan langsung ke arah mereka tanpa menunda.
Door….
Door….
Door….
Argh….
Mereka yang tidak siap kini malah mendapatkan tembakan dari Lucifer. Namun mereka tidak menyerah, mereka membalas dengan tembakan juga. Lucifer yang melihat mereka menarik pelatuknya, melepaskan tembakan berlari dan melompat menghindari tembakan yang mungkin saja sebentar lagi akan habis. Dan benar dugaannya, mereka akhirnya kehabisan peluru.
Klak….
Klak….
"Sialan!" Umpat mereka kehabisan peluru. Mereka membuang senjata mereka dan kini akan bertarung menggunakan tenaga saja.
Tapi Lucifer tidak berniat melakukan itu. Saat ini Lucifer tidak ingin beradu kekuatan, dia hanya ingin bermain senjata dan meluangkan tubuh mereka.
"Sering dia dan bunuh."
Semuanya mengejar Lucifer. Namun Lucifer yang ingin bermain-main, membalikkan tubuhnya dan melepaskan tembakan.
Door….
Door….
Door….
Tembakan melesat dengan sempurna.
Lucifer yang begitu titis dapat menembakkan tembakan dengan tempat. Dan tak butuh waktu lama, beberapa pria itu sudah tergeletak tak bernyawa di tempat itu. Seorang pria dan seorang gadis yang melihat begitu mudah Lucifer membunuh menganga tidak percaya dengan ketangkasan itu.
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya seorang pria yang masih tersisa.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku. Aku hanya ingin menyelamatkan wanita itu. Jadi lepaskan dia maka nyawa mu akan mati,"
Pria itu yang mendengar ucapan Lucifer terkejut. Apa maksud ucapan terakhirnya. Melepaskan maka dia akan mati? Tapi bukankah biasanya tidak seperti itu. Jika melepaskan maka akan selamat. Sungguh pria yang aneh.
Sedangkan gadis yang mendengar tidak percaya jika pria asing itu akan membantunya. Dia cukup senang karena akhirnya dia akan selamat. Dan setelah pria itu berhasil membunuh musuhnya, dia akan mengucapkan terimakasih, bila perlu dia akan menyerahkan dirinya pada pria yang menurut nya keren dan tampan itu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung