
Mobil melaju menuju Mall. Setelah beberapa menit perjalanan, mereka akhirnya sampai.
Supir membukakan pintu, mempersilahkan Lucifer untuk turun.
"Silahkan tuan," Lucifer mengangguk dan pergi masuk. Sedangkan sang supir setia mengikuti Lucifer di belakang.
Pengunjung begitu ramai, tapi tidak membuat Lucifer rasih. Ia malah begitu senang melihat keramaian mu, mengingatkannya saat berada di Jakarta.
"Kau tahu tempatnya?"
"Tahu, tuan. Lurus saja nanti kita akan sampai pada toko penjual Ponsel,"
Mereka terus berjalan menuju tempat di mana penjual ponsel berada. Saat melewati area Food Court, seseorang tidak sengaja melihat keberadaan mereka. Seseorang yang mencari keberadaan Lucifer.
"Bukankah itu orang yang ku cari?" Gumam pria tersebut, menatap Lucifer dengan sungguh-sungguh, takut penglihatannya salah. "Tapi benarkah itu dia? Aku harus memastikan. Aku tidak ingin salah sasaran,"
Pria itu pergi dari sana dan mengikuti kemana Lucifer pergi dari jarak sedikit jauh.
Lucifer semula berjalan santai, seolah tidak merasakan apapun. Namun saat pria itu membuntutinya, entah kenapa ia merasa ada yang mengikuti dan memperhatikannya.
Lucifer berhenti, menoleh ke arah belakang dan mencari seseorang yang mungkin saja mencurigakan. Namun saat matanya menyusuri di ketat tempatnya, Lucifer tidak menemukan orang mencurigakan.
"Ada apa tuan?"
"Aku merasa ada yang mengikuti kita,"
Supir itu diam, dan kini gantian dia melihat sekeliling, benarkah ada yang mengikuti mereka.
"Lebih baik kita segera pergi tuan,"
Hm…
Mereka pergi menuju tempat penjual ponsel. Tanpa di ketahui oleh Lucifer, supir itu menghubungi seseorang. Rekan kerjanya.
Seorang yang membuntuti Lucifer berhenti tak jauh dari mereka. Saat melihat Lucifer berhenti di toko ponsel. Seseorang itu terus menatap, yakin bahwa itu adalah orang yang di caranya.
Ya, tidak salah lagi. Dia adalah Lucifer." Gumamnya dalam hati. Senyum seringai muncul di bibirnya. Dia akan menghubungi tuannya untuk mengabarkan jika Lucifer ada di New York. Namun saat pria itu berbalik dan hendak pergi, empat orang berdiri tepat di hadapannya dan membuatnya terkejut.
"Siapa kalian?"
"Tangkap dia," perintah seorang di antara empat orang itu tanpa menjawab pertanyaan pria tersebut.
__ADS_1
"Hei, apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku!"
Tanpa memperdulikan penolakan pria tersebut, empat orang suruhan supir Lucifer kini membawa paksa pria itu pergi bersama mereka.
"Lepaskan aku! Lepaskan aku!"
"Diam, atau ku bunuh kau sekarang juga!" Ancam pria itu menempelkan sebuah pistol di pinggang pria tersebut.
Glek….
Pria itu langsung diam, saat melihat sebuah pistol mengarah di bagian pinggang nya. Dalam hati dia bertanya-tanya kenapa ada orang yang menangkapnya. Sebenarnya siapa mereka ini? Dia tidak merasa memiliki musuh di tempat ini? Pertanyaan demi pertanyaan terus berputar di kepala nya yang kecil. Namun tetap saja tidak menemukan jawabannya. Dan cukup lama berpikir keras, tiba-tiba terlintas nama Lucifer. Mungkinkah ini perbuatan Lucifer. Jika benar bukanlah dia sudah di ketahui olehnya?
Setelah selesai membeli ponsel dan Laptop, Lucifer kini kembali kekediaman Evan.
"Silahkan tuan," supir itu membukakan pintu untuk Lucifer turun. Lucifer turun dan langsung masuk kedalam rumah karena ada sesuatu yang harus di lakukannya.
Sedangkan sang supir langsung pergi ke seuatu tempat untuk melakukan sesuatu. Tempat dimana empat orang rekannya menyekap pria yang mengintai mereka di mall tadi.
Setelah sampai, supir yang bernama Addy itu kini menuju ruangan dimana empat temannya menyerap pria tadi.
Cklek…
Pintu di buka terlihat empat temannya duduk santai menunggu kedatangannya dan satu orang di ikat di sebuah kursi dengan mulut di tutup plaster.
Em…em…
"Dia orangnya?"
"Ya, aku melihat dia mengintai kalian,"
"Jadi benar kata tuan muda bahwa ada yang mengintai saat itu."
"Tuan muda? Sebenarnya tuan muda siapa yang kau maksud?" Bingung mereka karena belum mengenal Lucifer.
Tuan muda yang di bawa oleh Tuan Evan. Nama nya Tuan Lucifer. Kita di perintah untuk menganggapnya tuan muda kita,"
Semuanya mengangguk mengerti. Walaupun belum pernah melihat, mereka tetap harus mematuhi perintah itu, bagaimanapun perintah itu langsung dari Tuan mereka.
"Apa Tuan Lucifer adik Tuan Evan?"
"Mana aku tahu. Lebih baik jangan banyak bertanya, turut perintahnya dan jangan membantah,"
__ADS_1
Addy menghampiri pria yang sedang di ikat itu. Menatap dengan dingin pria yang tadi membuntutinya. Terlihat wajah orang biasa, tidak seperti memiliki kelebihan bertarung atau ahli dalam menembak. Addy berpikir, pria ini hanya mata-mata biasa.
"Siapa yang memerintah mu?"
Em…em….pria itu hanya berkata seperti itu, karena mulutnya yang masih di tutup.
Lupa tidak melepas penutup mulut, Addy menghela nafas. Pantas pria itu tidak menjawab pertanyaannya.
"Katakan siapa memberi mu perintah untuk memata-matai kami tadi?"
Pria itu tidak menjawab, malah sebaliknya memberikan pertanyaan yang serupa.
"Siapa kalian ini? Kenapa membawa ku ke tempat ini?"
Addy diam menatap dengan dingin. Beraninya pria ini memberikan pertanyaan padanya. Sudah jelas dirinya uang bertanya lebih dulu, malah dengan berani pertanyaan dengan pertanyaan.
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaan mu itu. Lebih baik kau jawab pertanyaan ku ini. Siapa yang memberi mu perintah,"
"Aku tidak akan menjawab?"
"Cih, berani sekali ternyata! Katakan atau aku akan meledakkan isi kepala mu,"
Klik…
Satu gerakan tangan membuat sebuah pistol berada tepat di depan kening pria itu, peluru siap menembus isi kepalanya.
"Singkirkan senjata mu dari kepala ku,"
"Sebelum kau menjawab pertanyaan ku, aku tidak akan menyingkirkan nya. Bahkan jika kau menjawab dan jawaban mu tidak membuat ku puas, peluru ini juga akan tetap menembus isi kepala mu."
Pria itu diam. Apa-apaan ini? Bukankah berarti menjawab atau tidak tetap akan sama, mati. Apakah tidak ada pilihan lain?
"Apa kau utusan dari XLOVENOS?"
"XLOVENOS?" Bingung pria itu tidak tahu apa maksud Addy.
Addy dan lainnya yang melihat wajah bingung pria di depannya saling oandang satu sama lain. Mungkinkah pria itu tidak mengenal nama XLOVENOS? Jika benar, berarti pria itu bukan kiriman dari Bobby.
.
.
__ADS_1
.
Maaf ya semuanya. Author lagi sakit mata. Tidak bisa Up dua bab atau lebih. Jika nanti sudah sembuh akan saya usahakan update rutin minimal 2 bab.