
Lucifer menyunggingkan senyumnya, dan setelah itu berjongkok, mengangkat wajah Farhat dengan tatapan sinis.
"Bagaimana, apa masih ingin lagi?" Tanya Lucifer yang sudah tidak memiliki respek pada Farhat yang masih menyandang sebagai kakak iparnya.
Farhat mencoba menggelengkan kepalanya. Tidak, dia tidak ingin disiksa lagi, ini sungguh sangat menyakitkan.
Melihat gelengan kepala Farhat yang pelan, Lucifer menyunggingkan senyum anehnya. "Tapi masalahnya aku belum puas menyiksa mu," ucap Lucifer membuat Farhat terkejut. Belum puas? Bagaimana bisa?
Lucifer sedari tadi menyiksanya, menembak dan memukulnya. Bagaimana bisa itu di katakan belum puas. Bahkan dapat Farhat lihat, Lucifer menyukai apa yang di lakukannya, menyiksanya dan menghajarnya tanpa ampun. Bahkan dirinya sendiri sudah kuat dengan siksaan itu.
Farhat ingin berteriak dengan keras mendengar itu, tapi dia tidak memiliki tenaga sama sekali, hanya bisa menggelengkan kepalanya, berharap Lucifer tidak melanjutkan nya lagi.
Lucifer yang melihat gelengan itu tidak peduli, dia melepas cengkramannya membuat wajah Farhat terbentur di lantai dan Farhat hanya bisa meringis. Menyesal, ya dia sungguh Menyesal. Karena serakah dan menginginkan apa yang bukan miliknya membuatnya kini terjerumus di tangan si Lucifer yang menurutnya pria gila mengerikan.
Lucifer mengambil sesuatu, alat yang mana biasa di gunakan untuk menyiksa seseorang. Lucifer memilih. Begitu banyak koleksi senjata tajam yang di miliknya. Pandangan nya jatuh pada sebuah golok yang begitu tajam.
Lucifer mengambilnya dan memeriksa, apakah masih tajam atau tidak.
Setelah di rasa masih tajam untuk memotong sesuatu, Lucifer mengambilnya, memilihnya untuk di gunakan.
Farhat dengan mata sayu, melirik Lucifer. Terkejut saat melihat Lucifer membawa benda tajam itu. Takut, tentu saja takut. Entah kenapa dia memiliki perasaan yang tidak enak.
"Ja…ja…ngan la….ku…kan," ucapnya dengan lirih, bahkan Lucifer tidak mendengarnya.
Bugh….
Lucifer menendang tubuh Farhat, membuat tubuh Farhat menjadi terlentang.
"Apa kau tahu ini apa?" Tanyanya ingin segera menghabisi si pengkhianat tak tahu diri itu.
Farhat hanya diam, tidak kuat lagi untuk berbicara atau menjawab pertanyaan itu.
Lucifer mencengkram rahang itu, memintanya untuk menatap dan menjawab pertanyaan nya.
"Asal kau tahu Farhat sialan, tangan ini ingin sekali segera untuk menghabisimu. Karena ulah mu aku menjadi seperti ini. Beruntung waktu itu aku tidak mati. Jika aku mati. Aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan pada kakak ku dan keponakan ku. Dan setelah ini temui ajal mu, karena aku tidak akan segan membuatmu merintih dan tahu apa arti kematian."
Lucifer menarik tangan Farhat, di cekalnya dan setelah itu mengayunkan goloknya, memotong jari-jari itu hingga putus.
Tak…
__ADS_1
Tak…
Tak…
Argh…..!
Teriak Farhat dengan suara kembali muncul. Padahal sebelumnya suara itu sekaan hilang. Tapi saat Lucifer memotong bagian tubuhnya, tanpa di sangka rasa sakit itu membuatnya kembali memiliki tenaga untuk berteriak.
Tak hanya jarinya, tangan itu juga tak luput di potong oleh Lucifer, membuatnya menjadi buntubg dan darah langsung mengalir di lantai.
Argh….
Lucifer memotong dua tangan itu, tangan yang di gunakan Farhat untuk mencelakai semua orang.
Tak hanya tangan, Lucifer juga memotong kaki itu, membuatnya kembali berteriak dengan keras. Farhat sudah lemas, seakan nyawanya sudah ada di ujung kepala.
Lucifer yang puas membuat tangan dan kaki itu hilang di tubuh Farhat, memanggil anak buahnya, menatap membawa tangan dan kaki itu dan juga Farhat ke suatu tempat.
"Bawa dia,"
"Baik tuan," Farhat di bopong dalam keadaan lemas. Dia di letakkan di lantai dengan kepala menghadap kolam.
Anak buah Lucifer mangangguk dan melakukan perintah tuannya, menjadikan bagian tubuh Farhat untuk memancing ikan piranha di kolam yang tidak terlalu lebar.
Farhat yang melihat, lemas. Tubuhnya di jadikan makanan untuk ikan, seolah tubuh itu tidaklah berharga.
Saat tangan dan kaki itu dimasukkan ke dalam air, ikan piranha itu langsung menyambar dan melahap rakus daging itu hingga habis. Bahkan seakan ikan-ikan itu belum kenyang masih meminta lagi.
Lucifer yang melihat peliharaan nya masih lapar, menyeringai.
"Angkat tubuh itu dan berikan pada ikan kesayangan ku,"
"Baik tuan."
Farhat mencoba memberontak, tidak ingin mati menjadi santapan ikan-ikan ganas itu. Tapi terlambat, tubuhnya sudah melayang dan di lempar ke dalam kolam tanpa bisa melawan atau pun berenang, dan ikan-ikan yang mendapatkan makan segar tentu saja bersemangat. Mereka menggigit dan berebut daging dari tubuh Farhat dan akhirnya Farhat pun mati dalam keadaan mengenaskan.
.
.
__ADS_1
Setelah puas membunuh Farhat, kini Lucifer akan mengurus pria yang menjadi ayah kandungnya.
Namun saat melihat tubuh itu sudah tidak berdaya, membuat nya mendengus. Tidak ada yang bisa dilakukan pada pria tua sialan itu. Belum di siksa saja Bobby sudah tidak berdaya, bagaimana saat di siksa, baru sekali pisaunya bermain mungkin sudah mati duluan.
"Tidak berguna,"
Bugh….
Kaki Lucifer menendang, berharap Bobby bangun. Namun tetap saja pria itu tidak bangun dan bergerak, tetap diam seolah sudah tidak bernyawa.
"Periksa dia, apakah sudah mati atau belum,"
"Baik tuan,"
Anak buah Lucifer memeriksanya dan ternyata masih hidup hanya saja, mungkin sebentar lagi akan mati.
"Nyawanya masih ada Tuan, hanya saja denyut nadinya begitu lemah,"
"Benar-benar tidak berguna. Jika.pun aku siksa pasti dia sudah tidak akan merasakannya. Buang saja tubuhnya dan lakukan hal sama seperti badjingan tadi,"
"Baik tuan,"
Lucifer sebenarnya ingin sekali memberikan siksaan bertubi-tubi kepada pria itu, hanya saja sepertinya tuhan masih memberikan belas kasih padanya sehingga membuatnya tidak berdaya lebih dulu. Dan membuat Lucifer tidak jadi menyiksanya.
Mungkin tubuhnya tidak kuat lagi untuk bertahan, karena lantaran sebelumnya Lucifer sudah menyiksa dan mematahkan tangan serta kakinya. Usia yang tidak lagi muda membuatnya tidak kuat menahan rasa sakit itu. Dan akhirnya mati lebih dulu.
.
.
Setelah melihat keduanya mati, Lucifer kembali ke kediamannya, tidak ingin Ezza mengkhawatirkan nya karena dirinya tidak ada disampingnya.
Lucifer yang melihat Ezza masih tidur lelah tersenyum. Dia memberikan kecupan di darinya, setelah itu membersihkan tubuhnya yang kotor akibat darah milik Farhat.
Setelah selesai, Lucifer merebahkan tubuhnya di samping Ezza, menarik tubuh itu mendekat dan memeluknya. Rasa cinta yang di miliki tidak akan menyia-nyiakan Ezza dan akan selalu menemani dalam suka dan duka. Dia tidak ingin menjadi pria pengecut dan bejat seperti Farhat dan ayahnya yang tidak bertanggung jawab.
Membalas semua dendam untuknya dan juga ibunya membuat hatinya menjadi lega. Rasa yang mengganjal di hatinya selama Bertahun-tahun akhirnya sirna.
Dendam terhadap seluruh keluarga angkat nya yang selalu mengatakan dirinya sebagai anak haram telah selesai dan kini tidak akan ada lagi yang memanggilnya dengan sebutan itu. Bahkan orang yang menjadikan dirinya sebagai anak haram juga sudah di bunuhnya. Kini yang ada hanya Lucifer, seorang pengusaha dan ketua mafia dari kelompok Mafia LUCKECR.
__ADS_1