PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Aksi Lucifer Membuat Evan Terkejut


__ADS_3

Setelah menghubungi Pria tua, Lucifer merasa lega. Beban yang ada di pikirannya terasa lebih ringan. Kini tinggal menata hidupnya di negara asing. Sebelumnya Lucifer meminta pria tua untuk datang di kontrakan lamanya mengirim sesuatu yang di simpannya. Sesuatu yang akan menjadi petunjuk siapa ayah kandungnya. 


Lucifer merebahkan tubuhnya di atas kasur empulnya dan memejamkan mata, tanpa di sadari ia pun tertidur hingga pagi hari.


Setelah membersihkan tubuhnya, kini Lucifer turun menuju ruang makan. Disana ternyata sudah ada Evan yang menunggunya. 


"Baru bangun?"


"Maaf membuat anda menunggu,"


"Tidak masalah, aku juga baru datang."


Pak Zack melayani mereka dengan cekatan, melayani dua tuan muda yang menjadi tuannya.


Setelah selesai sarapan pagi, Lucifer yang tidak memiliki kegiatan meminta untuk ikut pergi bersama Evan. Evan sebelumnya menolak, karena dirinya harus ke perusahaan mengerjakan banyak pekerjaan bukan untuk main-main. Namun Lucifer tang akhirnya maksa dan tidak akan mengganggu akhirnya mengizinkan Lucifer ikut bersamanya. 


"Baiklah, tapi jangan buat masalah saat disana."


"Em, kau tenang saja. Aku bukan anak kecil yang akan membuat mu repot."


Mereka kini berada di satu mobil, pergi menuju perusahaan Exela Corporation. Namun saat di pertengahan jalan, sebuah mobil dari arah belakang tiba-tiba menabrak dengan keras, membuat Addy yang mengemudi menjadi panik, apalagi saat mobil susah di kendalikan dan oleng. Tapi Addy dengan sekuat tenaga membuat mobil terkendali. 


Lucifer yang berada di dalam mobil menoleh ke arah belakang. Siapa mereka? Kenapa menabrak mobil yang dia tumpangi. Lucifer ingin bertanya, tapi saat melihat Evan mengambil senjata di balik kursi, Lucifer diam. Melihat apa yang akan di lakukan Evan.


Evan membuka kaca pintu mobil dan menembakkan senjatanya ke arah mobil yang terus menabrakkan mobilnya ke arah mobil miliknya.


Door…


Door…


Mobil orang tersebut tidak sedikitpun tergores oleh peluru yang ditembakkan Evan, membuat Evan mengumpat kesal, tahu mobil tersebut anti peluru. 


"Sial, kita tidak bisa membunuh mereka," 


"Lalu bagaimana Tuan?"


"Percepatan mobil mu. Kita harus menghindari mereka."


"Baik tuan,"


Addy menginjak pedal gasnya semakin dalam, membuat mobil melaju cepat. Namun semua itu tidak membuat mobil tersebut berhenti, mobil itu terus mengejar, karena tugas mereka membuat mobil yang di tumpangi Evan agar kecelakaan.


Brak….


Brak….


Belakang mobil terus ditabrak oleh mobil tersebut, Addy terus mengemudi dengan fokus. Tiba-tiba muncul mobil lain dari arah kanan seseorang membuka kaca mobil dan mengarahkan tembakan ke arah mobil Evan.


Lucifer yang melihat dengan cepat mengambil pistol milik Addy yang di letakkan di samping nya, membuka kaca mobil dan menembak dengan gerakan cepat ke arah pria yang hendak menembakkan senjatanya ke arah Evan.


Door….


Satu tembakan membuat pria itu langsung mati karena Lucifer menembak tepat di kepala pria itu. Addy dan Evan yang mendengar suara tembakan menoleh ke arah suara. Dan ternyata Lucifer sedang memegang pistol dan menembak mati musuhnya.

__ADS_1


Addy dan Evan sempat terkejut, ternyata pemuda yang bersamanya bisa dalam hal menembak. Dan itu benar-benar tepat sasaran.


"Luci kau?"


"Tidak ada waktu untuk ku menjawab pertanyaan mu. Lebih baik bereskan mereka dan selamat dari kita," jawab Luci malas menjawab pertanyaan Evan. "Ada berapa senjata yang kau miliki?" Sambungnya, dia ingin segera membereskan begundal-begundal merepotkan itu.


Brak….


Satu tabrakan lagi dari arah belakang membuat mobil yang mereka kendarai peyok. 


"Kau ambil di bawah kursi mu, disitu ada beberapa senjata untuk kita berjaga-jaga,"


Lucifer mengangguk dan mengambil senjata di bawah jok kursinya. Ada senjata laras panjang yang mempermudah untuk nya membunuh mereka semua. 


"Apa atap mobil ini bisa di buka?"


Addy mengangguk dan menekan tombol untuk membuka bagian atap mobil. Mereka membagi tugas, Addy fokus pada pengemudinya. Evan pada musuh di bagian belakang. Dan Lucifer musuh bagian samping yang kini menyerangnya.


Door…


Door…


Beberapa tembakan melesat ke arah mobil Evan, beruntung mobil Evan juga anti peluru membuat peluru mereka tidak bisa menembus kaca.


"Akan ku habisi kalian! Berani kalian ingin membunuh ku," Lucifer muncul dari atap mobil yang telah di buka, dan mengarahkan tembakan ke arah mobil musuh yang mencari gara-gara padanya.


Door….


Door….


Door….


"Lajukan mobilnya dengan kecepatan penuh," Addy mengangguk dan menginjak pedal gasnya agar mobil semakin melaju kencang. 


Senyum seringai muncul di bibirnya.  "Ambil bom kecil ini dan lempar ke arah mobil belakangan." Lucifer menyerahkan bom kecil yang di temukan di bawah kursinya dan menyerahkan pada Evan. 


"Saat aku menembak ban mobilnya kau lempar bom ini secepatnya."


Hm..Evan mengangguk dan akan melakukannya.  Sebenarnya Evan bisa dalam satu gerakan menembak dan melempar bom, namun dia akan memberikan kesempatan untuk Lucifer bertindak, karena ingin melihat aksi Lucifer yang menurutnya menarik. 


"Ternyata pemuda ini bukanlah pemuda biasa. Insting ku memang benar," gumam Evan dan hati.


Door….


Door….


Door….


Tembakan terus melesat ke arah mobil, begitu juga Evan yang menembak mobil di belakangnya. Saat tembakan itu melesat, musuh tidak ada yang berani keluar dari mobil untuk membalasnya. Dan itulah kesempatan Lucifer. 


Door..


Satu tembakan tepat di ban mobil depan membuat ban mobil langsung meledak dan oleng.

__ADS_1


Saat melihat mobil musuh oleng, Lucifer kembali membidik satu ban mobil depan sebelahnya.


Door…


Satu tembakan lagi membuat mobil semakin oleng dan tak terkendali karena mereka mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. 


Saat kesempatan itu datang, Addy sedikit mengurangi kecepatan untuk mendekati mobil yang oleng tersebut. Dan dengan gerakan cepat Evan melempar bom kecil yang bisa langsung melekat saat bersentuhan dengan besi atau pun titanium.


Tit…tit…tit…tit….


Duuuar…..


Ledakan besar langsung menghancurkan mobil dan membuatnya mobil berguling dan terbakar. 


Satu mobil yang masih tersisa melihat sangat terkejut. Mereka berpikir, musuhnya membawa senjata lengkap.


"Apa yang akan kita lakukan?" Musuh Evan bertanya pada rekannya yang berada satu mobil dengannya. 


"Tembak pria itu, jangan biarkan dia melakukan hal yang sama."


"Pelankan mobil nya, aku tidak ingin mati konyol seperti mereka,"


Sang pengemudi mengangguk dan mengurangi kecepatan, berada sedikit jauh di belakang mobil Evan. Lucifer yang melihat menyunggingkan senyum. 


"Putar mobil, aku akan membuat mobil itu kembali meledak,"


"Lakukan," perintah Evan untuk Addy melakukan seperti yang di perintah Lucifer.


Addy mengangguk dan menginjak rem, memutar mobil hingga membuat suara decitan ban mobil yang bergesek dengan aspal. Setelah itu menginjak pedal gas dan melaju menghampiri mobil musuh yang belum di atasi.


Musuh yang melihat mobil Evan kembali dan mengarah padanya, membuka kaca mobil dan menembakan senjatanya ke arah Lucifer.


Door…


Door…


Lucifer menunduk saat mereka menembakkan senjata. Evan tak tinggal diam dia juga membalas tembakan dari arah jendela.


Door…


Evan kembali sembunyi setelah menembak ke arah musuh. Mereka melakukan hal yang sama. Saling balas tembakan saat mobil saling bertemu baik Lucifer maupun Evan muncul dan menembakkan senjata mereka.


Door…


Door…


Evan menembak ke arah musuh. Sedangkan Lucifer menebak arah dua ban samping. Membuat ban itu meledak dan oleh. Saat melewati Lucifer melempar Bom kecil di belakang mobil mereka. Dan detik berikutnya mobil meledak dan terbakar.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung 


__ADS_2