PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Kekhawatiran Alezza


__ADS_3

Anak buah Lucifer kini sudah membawa orang yang menyerang ke tempat mereka. Mereka berjumlah 5 orang. Lucifer yang mengetahui itu tersenyum remeh, beraninya mereka yang berjumlah 5 orang menyerangnya terang-terangan. Apa mereka bodoh, pikirnya. 


"Tuan jam berapa kita akan menemui mereka,"


"Jemput aku jam 9. Di rumah pasti ada Ale. Aku yakin tidak mudah untukku pergi jika aku tidak menyenangkan nya."


"Baik tuan, selamat bekerja keras," ucap Rey dengan tawa kecilnya. 


Dug


"Asisten sialan!" Kesal Lucifer menendang kursi kemudi, dimana Rey duduk.


Rey hanya mengulum senyumnya, menahan tawa itu agar tidak meledak. Membayangkan bagaimana tuannya bekerja keras untuk membuat Nona Alezza mengizinkannya keluar dari rumah. Rey membayangkan itu menggelengkan kepala, pasti akhir-akhirnya keramas di kamar mandi tanpa mendapatkan enak-enak.


Beberapa menit kemudian, Lucifer dan Rey sampai di Mansion. Rey membukakan pintu, memperailahkan Lucifer untuk turun.


"Silahkan tuan. Say akan menghubungi anda jika sudah waktunya." Ucap Rey memberi tahu, berharap tuannya sudah siap saat dirinya menjemputnya.


"Hm, pergilah,"


Rey pun pergi kembali ke apartemen yang di belikan Lucifer padanya. Rey selalu bersyukur karena tuannya baik padanya, bahkan tuannya itu begitu royal dan tidak pelit. Selama menjadi bawahan seseorang dia tidak pernah di perlakukan seperti itu pada atasannya. Bahkan atasan mereka kerap kali semena-mena, mentang-mentang mereka hanya bawahan, jadi mereka seolah mudah untuk di injak-injak.


Rey adalah mantan anggota Brandon waktu itu. Lucifer tertarik dengan Rey dan menjadikan asisten serta orang kepercayaan nya karena Rey memiliki sifat jujur dan tegas serta tanggung jawab.


Lucifer tidak membedakan semuanya, bawahannya dia perlakukan sama. Asal mereka setia, Lucifer akan memperlakukan mereka dengan baik. Baik itu anggota yang dari Brandon atau pun dari Arish. 


Untuk Arish dan James mereka sudah pensiun dan seluruh anggota nya yang tersisa di berikan kepada Lucifer, tapi dengan syarat Lucifer harus mengizinkan Mikaela bersamanya. Dan Lucifer menyetujui, menjadikan Mikaela sekertarisnya di kantor yang ada di Amerika.


Namun Lucifer yang menerima Mikaela di salah artikan oleh Mikaela s3ndiri, menganggap Lucifer mengizinkan nya untuk mengajarnya, hingga akhirnya sampai saat ini Mikaela masih berusaha mendapatkan hati Lucifer, walaupun Lucifer seringkali menolak perasaan itu, mengatakan jika dia sudah memiliki wanita. 


Mikaela tidak percaya begitu saja, karana salama berada di samping Lucifer, Lucifer tidak pernah sekalipun membawa atau menunjukkan wanitanya. Dan itulah yang membuat Mikaela kukuh untuk tetap membuat Lucifer jatuh cinta padanya.


.


.


Lucifer masuk ke dalam rumah, dia melepas jasnya dan memberikannya pada pelayan yang membantunya membawakan barangnya. Lucifer menggulung lengan kemeja hingga sampai siku, membuat Lucifer terlihat begitu seksih. 

__ADS_1


"Apa Nona Ale ada di sini?"


"Benar tuan, Nona Ale ada disini. Beliau ada di kamar milik tuan,"


"Hm, pergilah," 


Lucifer menaiki tangga, langkah demi langkah hingga akhirnya sampai di depan pintu kamarnya. Membukanya dan di lihatnya seorang wanita sedang tengkurap di atas kasur, menonton suatu film, entah film apa itu sampai membuat Alezza senyum-senyum sendiri.


Ezza yang mendengar pintu di buka langsung menoleh. Senyumnya mengembang saat tahu siapa itu, Lucifer, kekasih yang sangat di cintainya telah pulang.


"Sayang,"


Ezza turun dengan cepat dan langsung berlari, menghambur dalam pelukan Lucifer.


"Kenapa lama sekali?"


"Banyak kerjaan yang ku kerjakan. Apa kamu bosan?" Tanya Lucifer dengan lembut.


"Sangat bosan. Aku hanya diam, tidak ada yang bisa ku kerjakan. Bahkan saat ingin membantu pekerjaan para pelayan mu, mereka melarang ku, dan meminta ku untuk duduk saja. Dengan alasan kau akan memahami mereka?" Kesal Alezza menggerutu. 


Alezza adalah tipe wanita yang humble. Waluapun dia berasal dari kalangan atas, dia tidak pernah sombong dan membeda-bedakan status, tetap rendah hati, karena menurutnya manusia itu sama, hanya status saja yang membedakan. Dan kwrena sifat itulah yang membuat  Lucifer begitu menyukai wanitanya ini.


"Tapi itu jenuh sayang. Biasanya kalau di rumah, aku selalu membantu mama dan bibi, tapi tidak disini," 


Lucifer tersenyum, dan mengelus kepala Ezza dengan lembut, "Sudah makan?"


"Sudah, maaf aku makan lebih dulu tanpa menunggu mu,"


"Tidak masalah,"


"Kau sudah makan?"


"Sudah, tadi bersama Rey. Aku pergi mandi dulu, tubuhku rasanya begitu lengket,"


Ezza memgangguk, dia tahu kekasihnya pasti lelah bekerja di hari pertamanya, karena tahu pasti pekerjaannya begitu banyak.


Setelah membersihkan tubuhnya, Lucifer keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk putih yang melilit di pinggangnya, menutup aset berharganya sambil mengusap rambutnya yang basah.

__ADS_1


Ezza yang melihat tidak berkedip. Pemandangan yang ada di depan matanya sungguh membuatnya terpesona. Sungguh pemandangan yang indah, apalagi bentuk otot yang menonjol di lengan dan dadanya. Uh, sungguh menggiurkan untuk di sentuh.


Glek…


"Sial! Kenapa kekasih ku ini memiliki tubuh yang indah, membuat kepala ku yang mesum bekerja dengan liar,"


Jika biasanya pria yang akan mengatakan itu, tidak untuk saat ini. Wanitanya lah yang lebih mesum di bandingkan prianya.


Sraak….


Ezza membuang selimut yang menutupi kakinya dan turun mendekati Lucifer.


"Sayang," dengan suara mendayu-dayu, Ezza merayu dan menyentuh dada bidang itu dengan jarinya. 


"Jangan dulu Ale, aku ada hal penting malam ini. Aku harus menemui seseorang, seseorang yang baru saja ingin membunuh ku,"


Rayuan yang di rencanakan langsung sirna, saat mendengar ada yang ingin membunuh kekasihnya. Ezza begitu khawatir, berharap tidak terjadi sesuatu dengan prianya.


"Apa ada yang terluka? Mana yang terluka," Ezza memutar tubuh itu, memeriksa apakah ada luka di tubuh Lucifer. 


"Ale, aku tidak terluka. Kau tidak perlu khawatir, aku bisa melindungi diri sendiri,"


"Mana mungkin aku tidak khawatir. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu. Apa kau tidak tahu betapa khawatirnya aku saat mendengar tadi?"


Lucifer menarik Ezza dalam pelukannya, menenangkan wanita itu agar tidak sedih lagi. Dia mengangkat dagu Ezza, menatapnya dengan penuh cinta dan setelah itu mendaratkan ciuman lembutnya.


.


.


Setelah Ezza tidur, Lucifer dan Rey pergi ketempat dimana anak buahnya berada. 5 orang yang di tahan kini di ikat dan di jaga ketat oleh bawahan Lucifer.


Lucifer menatap mereka berlima.


Plak....


Plak....

__ADS_1


Plak....


Tamparan keras mendarat di wajah mereka semua, membuat sudut bibir mereka robek saking kerasnya Lucifer manampar wajah itu.


__ADS_2