PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Saling Berhadapan


__ADS_3

Pasukan Mafia XLOVENOS pun kini kewalahan menghadapi pasukan yang di pimpin oleh Rey dan George. Dua orang yang kini melaporkan kepada Bobby bahwa kelompoknya tidak sanggup menghadapi kelompok LUCKECR yang kuat dan terlatih.


Bobby yang mendengar tentu saja marah, dia menembak dua orang itu hingga mati karena kesal anak buahnya tidak becus menghadapi pasukan Lucifer.


"Tidak berguna! Kini giliran kalian yang maju. Bawa pasukan kalian dan kalahkan mereka." Perintah Bobby pada Steven dan Morgan.


Bobby benar-benar tidak menyangka jika anak buahnya di sudutkan seperti ini oleh kelompok Lucifer. Padahal kelompok itu belum lama berdiri tapi kekuatan mereka ternyata tidak bisa di remehkan. Tentu saja Lucifer tidak sembarang melatih anak buahnya. Dia ingin kelompok mafianya terkenal handal dan kuat, maka sebab itu Lucifer benar-benar menggembleng anak buahnya dengan berlatih sungguh-sungguh. 


Lucifer tidak ingin kelompoknya hanya terkenal karena banyaknya jumlah anggota. Tapi dia ingin kelompoknya di kenal karena kekuatannya. Dan kini terbukti usahanya tidak sia-sia, kelompok Mafia LUCKECR kini mampu mengimbangi kekuatan Kelomok Mafia XLOVENOS. 


Steven dan Morgan kini memimpin kelompok nya masing-masing.  Jumlah pasukan yang berjumlah banyak kini langsung maju, membalas menyerang kelompok Rey dan George.  


Door….Door….


Tembakan melesat dan menembus tubuh musuh.


Rey dan George yang melihat pasukan baru muncul tentu saja langsung mengeluarkan kembang api dan menyalakan nya. Memberitahukan kepada Lucifer bahwa kelompok bantuan Bobby kini telah keluar.


Duuuar…..


Lucifer yang melihat tanda itu tentu saja langsung memberi perintah pada Adam dan Evan untuk maju membantu pasukan Rey dan George. 


"SERANG!!"


Pasukan berjumlah tak kalah banyaknya dengan pasukan Steven dan Morgan kini maju membantu pasukan Rey dan George. Menyerang kelompok tersebut. 


Ada yang menggunakan senjata api, dan mereka saling tembak. Dan ada pula yang menggunakan senjata tajam, seperti pisau. Bahkan ada pula yang menggunakan senjata lainnya. 

__ADS_1


Pertarungan dua kubu begitu sengit. Suara tembakan terus terdengar menggema di tempat itu. Bahkan teriakan tak luput terdengar di telinga mereka. 


Darah membasahi tanah karena banyaknya yang terluka. Bahkan mayat-mayat semakin banyak berserakan di tempat itu. Namun semua itu tidak membuat mereka berhenti, malah sebaliknya. Semangat mereka semakin berkobar untuk membalas kematian rekan-rekan mereka.


"Bunuh mereka semua! Kalahkan mereka!" Teriak anak buah LUCKECR memberi semangat pada rekannya untuk mengalahkan musuh mereka.


"Balas mereka. Jangan biarkan mereka menang," teriak anak buah Steven untuk memberi semangat juga pada rekan mereka.


Huuuu…….


Teriakan riuh kembali terdengar. Mereka malah semakin gila untuk mengalahkan satu sama lain.


Melihat kekacauan yang semakin menjadi, kini baik Lucifer maupun Bobby mulai maju. Lucifer memegang dua pistol di tangannya. Dia akan membantu membunuh pasukan Bobby yang di temuinya. 


Sedangkan untuk melawan Bobby sendiri, dia sudah menyiapkan senjata lain yang di bawanya. Tidak mungkin mereka tidak akan berhadapan langsung dengan Bobby, oleh sebab itu dia menyiapkan senjata untuk pertarungan jarak dekat yang mudah di gunakan untuk melawan pria tua sialan itu.


Door….


Door….


Door….


Pasukan yang di pimpin Lucifer sendiri kini ikut bergabung dengan mereka. Pasukan yang dipimpin oleh Lucifer sendiri bukan pasukan yang abal-abal. Melainkan pasukan yang sangat terlatih dengan kekuatan di atas pasukan lainnya. Anggap saja mereka pasukan A, pasukan senior dengan kekuatan lebih.


Turunnya pasukan Lucifer mampu membuat pasukan Steven dan Morgan kewalahan. Dan kini baik Adam, Evan dan Rey saling berhadapan dengan Steven, Morgan dan Bart. Mereka bertarung untuk saling mengalahkan.


"Heh, lebih baik kau menyerah, dan tunduk menjadi tawanan ku," ucap Evan pada Bart, lawannya.

__ADS_1


"Cih, jangan harap aku tunduk pada badjingan seperti mu. Lebih baik aku mati dari pada menjadi tawanan mu,"


"Baguslah. Maka dari itu aku akan membunuh mu hari ini juga."


"Jika kau bisa," tantang Bart.


Evan dan Bart kini bertarung, mereka saling menyerang menggunakan senjata tajam di tangan mereka untuk melukai lawannya.


Trang….


Trang….


Trang….


Bunyi senjata tajam saling beradu. Mereka bertarung sangat sengit. Gorekan luka karena senjata tajam tak luput mengenai tubuh mereka, hingga darah mengalir keluar dari tubuh. Tapi semuanya itu tidak menghentikan mereka untuk bertarung, mereka terus bertarung berharap satu di antara mereka harus mati di tangan mereka. 


Tak hanya Evan dan Bart, Adam dan Rey juga saling bertarung melawan musuh, Morgan dan Steven. 


Pertarungan mereka tak kalah sengit dengan Evan dan Bart. Namun untuk Rey lebih mendominasi, sepertinya dia akan mudah mengalahkan Morgan karena usia, bentuk tubuh lebih besar dan berotot dibandingkan Morgan, membuat Morgan sedikit kewalahan menghadapinya.


Sedangkan Lucifer sendiri kini sudah bertemu dengan Bobby, berdiri saling tatap dengan jarak sedikit jauh. Lucifer dengan tatapan datar dan bencinya. Dan Bobby dengan tatapan meremehkan.


"Lebih baik kau menyerahkan diri dan biarkan aku membunuh mu," ucap Bobby membuat tatapan Lucifer semakin dingin dan datar.


"Jangan banyak bicara. Lebih baik kau insaf sebelum aku mengambil nyawa mu,"


"Hahahaha……kau pikir akan mudah membunuh ku anak sialan. Kau itu anak yang yang tidak ku harapkan. Dan pantas menyandang nama anak haram."

__ADS_1


"Kurang ajar! Lihatlah, akan ku buat kau menyesal karena tidak mengharapkan ku. Akan ku buat kau menangis darah. Aku akan membalas semua perbuatan yang kau lakukan selama ini. Dendam untuk ibu ku dan aku akan ku akhiri hari ini juga,"


Rasa dendam yang besar di hati tentang kejamnya ayah kandungnya, membuat Lucifer benar-benar ingin membunuh pria gila itu. Dia tidak akan memaafkan pria itu, apapun yang terjadi kematianlah yang pantas untuknya.


__ADS_2