PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Pilihan Yang Berat


__ADS_3

Lucifer mencekal sebelah tangan milik Bobby dan setelahnya membanting tubuh itu dengan kuat di tanah. 


Bugh….


Bobby meringis saat tubuhnya di banting dengan sekuat kuatnya oleh Lucifer.


Bobby hendak bangun untuk membalas. Namun Lucifer tidak membiarkan begitu saja, dia kembali meraih tangan itu dan menginjaknya dengan kuat. Hingga terdengar suara tulang patah.


Kraak….


Argh……


Jerit Bobby merasakan sakit luar biasa. Tak hanya itu saja yang di lakukan Lucifer pada ayahnya itu. Dia juga mematahkan satu tangannya lagi, membuat Bobby kembali berteriak keras.


Lucifer sama sekali tidak merasa kasihan sedikitpun. Ayah yang tidak mengharapkannya memang pantas mendapatkan hal itu.


Bobby begitu lemas dengan nafas terengah-engah karena sakit itu sungguh masih di rasakannya. 


Lucifer mantap pria yang berbaring di bawahnya. Tatapannya begitu dingin dan datar. Dia menatap wajah itu dengan sungguh-sungguh,  wajah yang hampir mirip dengannya, apalagi matanya. Dia begitu membenci, kenapa dia harus memiliki mata yang sama dengan badjingan itu. Kenapa tidak seperti ibunya. 


Mengingat ibunya, Lucifer mengeraskan rahangnya hingga giginya bergemeretak. Apalagi saat mengingat kematian ibunya yang begitu mengerikan. 


Dada Lucifer naik turun, dia begitu marah mengingat apa yang di lakukan Bobby pada ibunya, membunuhnya dengan kejam.


Bug….


Satu tendangan menghantam tubuh itu hingga berguling dan tengkurap. 


Lucifer menginjak dengan kuat kepala itu dan menekannya. 


Bobby yang merasakan menahan sakit  dengan meringis. Sungguh pembalasan yang brutal.


"Lepaskan aku. Aku ini ayah mu, kau tidak pantas melakukan ini pada ku. Walaupun aku selama ini mengabaikan mu, tidak menghilangkan kenyataan bahwa darah yang mengalir di tubuh mu adalah dari darah ku,"


Lucifer yang mendengar bukannya mereda, malah semakin marah. Dia marah karena kenapa di tubuhnya mengalir darah badjingan seperti Bobby yang tak tahu malu. Bukankah sebelumnya dia akan membunuhnya, kenapa sekarang di berkata menjijikkan seperti itu.


"Jika aku ingin memilih, aku tidak ingin menjadi anak mu. Ingin sekali ku buang darah yang mengalir di tubuh ku. Tapi, mengingat di tubuh ku juga mengalir darah ibu ku, aku tidak akan menyia-nyiakan. Tapi aku akan mengakhiri hubungan ini dengan kematian mu."


Lucifer baralih menginjak tangan Bobby yang barusan di patahkan. Membuat Bobby memekik, menjerit dengan kuat.


Anak buah Bobby yang melihat ingin membantu. Namun, Rey yang berhasil telah membunuh Morgan menghalangi dan membunuh anak buah Bobby yang ingin menargetkan Lucifer.


Lucifer mengarahkan pistol ke arah kepala Bobby, ingin menembaknya. Tapi sebelum itu di lakukan. Teriakan seseorang menghentikan niatnya.

__ADS_1


"Berhenti! Jika kau membunuhnya maka mereka akan mati di tangan kami," seru Alex dengan mencekal seorang pria yang di kenal Lucifer, Dion yang saat ini lemah, babak belur karena habis di hajar oleh mereka.


Saat mendengar keributan di luar markas, mereka ingin kabur. Namun semuanya itu tidak bisa, karena tiba-tiba Alex, rifky dan penghianat yang pernah membunuh Lucifer waktu itu datang dan menghalangi mereka, dan menghajarnya hingga babak belur tak berdaya.


Lucifer dan Ret yang mendengar itu menoleh, tentu saja mereka terkejut. Bagaimana bisa Dion dan Hamdan ada disini. Mungkin kah semuanya sudah di rencanakan oleh Bobby.


Bobby yang melihat mereka keluar, tersenyum. 


"Heh, jika kau membunuh ku, maka bersiaplah melihat kematian mereka. Tak hanya mereka saja, masih ada orang lain yang akan mati bersama dengan mereka." 


Setelah itu muncul Mesya yang dicekal oleh seorang pria dan juga Farhat berjalan di belakangnya.


Lucifer yang melihat tentu saja terkejut. Mesya, kakaknya benar ternyata ada di tangan Bobby.


"Kak Mesya." 


"Luci," seru Mesya dengan wajah bahagianya, akhirnya bisa melihat Lucifer disana. 


Lucifer yang melihat tahu jika ini adalah sebuah pilihan, dan mungkin saja pilihannya begitu berat. Bisa jadi Bobby memintanya untuk menyerah dan mati di tangannya atau melihat mereka semua mati di tangan anak buah Bobby.


"Lepaskan bos kami atau kau melihat mereka mati di tangan kami," ucap seorang yang menahan Hamdan.


Hamdan dan Dion menggeleng, meminta Lucifer untuk mengabaikannya dan lebih baik membunuh Bobby. 


Seorang yang emnvekalnya tentu saja marah mendengar itu. Dia menembak kaki Dion membuat Dion menjerit keras karena kakinya tembus oleh peluru.


Argh….


"Apa yang kau lakukan?" Teriak Lucifer melihat itu.


"Jangan pedulikan kami, bunuh saja pria itu saja," Teriak Hamdan tidak peduli dengan nyawanya.


"Dasar sialan,"


Dug


Kepala Hamdan kini di pukul oleh gagang senjata membuat kepala itu langsung terluka dan mengeluarkan darah.


Lucifer yang melihat mengepalkan tangan dengan kuat. Amarahnya meletup-letup tidak sanggup melihat mereka di perlakukan seperti itu. Jika dia berhasil menyelamatkan mereka, Lucifer akan membunuh mereka dengan kejam. 


"Sekarang pilihan ada di tangan mu, lepaskan bos ku, dan kau menyerah, atau melihat mereka mati di tangan kami. Ah…Satu lagi kau pasti mengenal ini bukan? Bawa dia kemari,"


Seorang gadis cilik dan jga gadis dewasa di seret oleh dua orang pria. Dia adalah Zahra, putri Mesya dan Ezza yang di tinggal di rumah, dan kini di sandra oleh mereka.

__ADS_1


"Ale!"


"Sayang, tolong aku," Ezza tidak menyangka akan menjadi sandera musuh Lucifer. Dia yang keluar rumah untuk membeli sesuatu malah apa, di tengah jalan tiba-tiba dihadang oleh beberapa orang senjatanya dan dibawanya ke suatu tempat yang tak lain adalah Markas XLOVENOS.


"Lepaskan dia!"


"Tidak, sebelum kau menyerahkan diri dan melepaskan bos ku,"


Bobby yang melihat Lucifer bimbang tertawa. Dia memang, ya dia akan memenangkan pertarungan ini.


Hahahaha….


"Kau kalah,"


Lucifer yang mendengar semakin marah, "Diam!"


Lucifer menginjak tangan itu hingga membuat tulang itu terdengar remuk.


Kraak…


Argh….!


Anak buah Bobby yang melihat tentu saja terkejut. 


"Hei…beraninya kau!" seru anak buah Bobby marah bosnya di perlakukan seperti itu.


Bukannya Lucifer menghentikan, dia malah beralih ke arah kaki dan mematahkan kaki itu.


Kraak….


Argh….


"Hei…..!" Teriak anak buah Bobby yang tidak menyangka Lucifer akan melakukan itu di depan mata mereka.


Tatapan tajam membuat mata itu melotot seperti hendak keluar. Tapi Lucifer tidak peduli. Dia malah semakin mematahkan kaki itu hingga membuat Bobby terkulai lemah tak berdaya.


.


.


.


Bersambung 

__ADS_1


__ADS_2