
James menghubungi Lucifer, mengatakan jika Arish setuju dengan permintaan nya, memberikan separuh dari pasukan untuk nya. Mendengar kesetujuan itu, Lucifer senang, senyum terbit di bibir manisnya, terlihat begitu tampan.
"Kirimkan data dan nama perusahaan musuh mu, aku akan melakukannya malam nanti," perintah Lucifer pada James.
James langsung mengirim data tersebut, data yang sudah di kantongi olehnya sebelumnya. Dan tak ingin menunda lagi, Lucifer melakukannya pada malam hari.
.
.
Lucifer yang akan melakukan tugasnya demi mendapatkan banyak anggota yang mendukungnya, sebelum itu dia menghubungi Pria tua untuk membantu rencana. Dia akan bekerja berdua untuk menghancurkan semua perusahaan musuh Arish dan menggagalkan penyerangan itu.
Pria tua menyetujui permintaan itu dan akan membantu Lucifer untuk mendapatkan kekuatan yang kuat untuk melindungi. Malam itu keduanya beraksi dengan keahlian mereka, menyerang perusahaan Agroniaga Company.
Musuh yang bernama Brandon tidak mengetahui jika perusahaan besarnya sedang di incar dan akan di hancurkan oleh dua orang sekaligus. Dia yang saat ini ada di markas mengumpulkan banyak pasukannya sedang menyusun rencana penyerangan terhadap kelompok Arish. Berharap kemenangan ada di pihaknya.
Saat Brandon dan asistennya sibuk dengan rencana yang akan di lakukan esok hari, seseorang menghubunginya tentang apa yang terjadi dengan perusahaan. Data perusahaan dan keuangan di bobol habis oleh seseorang yang tidak diketahui siapa pelakunya.
Lucifer sebagai pelaku, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Uang dan data perusahaan Agroniaga Company di curi habis oleh nya, membuat pihak perusahaan kalangan kabut dengan apa yang terjadi.
"Katakan dengan jelas apa yang terjadi?" Seru Asisten Brandon.
"Tuan, data perusahaan dan keuangan perusahaan di bobol oleh seseorang. Saat ini kami sedang berusaha untuk melawan orang tersebut agar dia tidak berhasil mencuri sepenuhnya data dan uang perusahaan. Namun ini sedikit sulit karena orang tersebut selalu menyerang balik dan mengirim virus-virus yang membuat komputer kita rusak dan tidak berfungsi," kelas seorang dari perusahaan pusat Agroniaga Company.
"Apa!! Lakukan dengan benar. Jangan sampai orang itu berhasil membobol data milik perusahaan." Perintah asisten itu pusing. Kenapa di saat seperti ini ada orang yang bermain dengan nya dan tuannya.
Setelah memutus panggilan kini panggilan lain masuk dan itu ada beberapa yang menghubungi. Asisten Brandon yang melihat pusing, sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa semua karyawan perusahan, baik di pusat maupun cabang menghubunginya.
__ADS_1
Asisten Brandon mengangkat satu persatu panggilan itu. Tapi semuanya menjelaskan hal yang sama, baik perusahaan cabang dan pusat di bobol oleh pihak lain dan itu membuatnya sangat marah.
Brak….
Brandon yang bersama dengan asistennya menatap dengan tajam. Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa asistennya begitu marah tepat berada di depannya.
"Apa kau ingin mati?" Tanya Brandon dengan nada dingin dan menyeramkan.
"Maafkan saya tuan."
"Katakan apa yang terjadi?" Tanya Brandon ingin tahu, apa yang membuat Asistennya marah.
"Perusahaan sedang dalam masalah besar tuan. Barusan anak buah kita dan karyawan kita melaporkan bahwa data perusahan saat ini dibobol oleh seseorang secara bersamaan. Dan saat ini para karyawan dan anak buah kita sedang berusaha mempertahankan semuanya. Hanya saja mereka mengatakan bahwasanya tersebut bukanlah orang biasa, terbukti mereka tidak bisa melawan pembobol itu,"
"Kurang ajar! Siapa yang berani bermain dengan ku. Katakan pada mereka untuk tetap melawan dan mempertahankan data perusahaan. Jangan biarkan mereka berhasil dan membuat kita bangkrut.
"Ya, kita harus kesana. Aku ingin melihat siapa yang berani mengacau milik ku,"
"Lalu bagaimana dengan rencana kita besok tuan untuk menyerbu musuh kita?"
Brandon diam. Saat ini perusahaan sedang kacau dan perlu dirinya. Mungkinkah dirinya tetap melakukan penyerangan saat perusahaan sedang krisis atau mengurungkan niatnya menyerang kelompok musuh.
"Tuan,"
"Lebih baik kita urus perusahaan dulu. Untuk mereka kita bisa melakukan lain waktu lagi setelah masalah ini beres,"
"Baik tuan,"
__ADS_1
Brandon dan asistennya langsung pergi menuju perusahaan untuk melihat langsung apa yang terjadi.
Jika di perusahaan Brandong sedang kalang kabut dibuat oleh dua orang. Sang pelaku malah begitu santai sambil meminum kopi hangatnya dengan santai sambil jarinya bergerak lincang di atas keyboard
"Hm…lumayan juga uang mereka. Tidak masalah mengambil semuanya tanpa sisa untuk mempergemuk kartu hitam ku." Gumamnya dengan senyum licik.
Lucifer saling Calling dengan Pria tua, meminta Pria tua untuk mengirim uang tersebut ke ATM Lucifer. Pria tua yang mendengar hanya menggelengkan kepala, apakah uang di miliki Lucifer masih kurang pikirnya. Bahkan uang dari perusahaannya pun masuk dalam rekening Lucifer
"Apa kau masih kekurangan uang?"
"Aku hanya tidak ingin menyia-nyiakan nya. Apa masalahnya jika mengambil, anggap saja itu bayaran untuk ku,"
"Dasar mata duitan."
Lucifer terkekeh. Sungguh hal menyenangkan jika bersama dengan pria tua. "Aku hanya ingin menyimpan untuk anak istri ku kelak,"
Malam itu keduanya benar-benar menghancurkan perusahaan milik Brandon. Brandon yang melihat sangat marah, dia menghancurkan apapun yang ada di dekatnya. Hasil kerja kerasnya hancur dalam satu malam tanpa sisa. Bahkan si pelaku tidak di ketahui siapa orangnya karana Lucifer benar-benar handal dalam melakukannya sampai tidak terendus sedikit pun tentang siapa dirinya.
Setelah berhasil memporak-porandakan perusahaan Agroniaga Company, Lucifer menghubungi James, mengatakan semuanya berjalan dengan baik. Dan kini meminta James untuk mengirim pasukannya menyerang kelompok Brandon saat Brandon sibuk dengan masalahnya.
James yang mendengar semuanya berjalan dengan lancar, dia merasa senang. Percaya dengan Lucifer sungguh menguntungkan nya. Dia mengatakan pada Arish bahwa Lucifer berhasil menghancurkan perusahaan Brandon dalam semalam dan dia meminta Arish untuk memberi perintah pada bawahannya yang ada di markas untuk menyerang kelompok Brandon.
Walaupun tanpa mereka berdua, Arish meminta anak buahnya untuk semangat dan menghancurkan mereka tanpa sisa. Dia tidak ingin mendengar kegagalan. Dia pun meminta seorang anak buahnya di sana untuk memimpin semua pasukan nya, menyerang dan menghancurkan kelompok Brandon. Berharap Brandon menyesal karena berani mengusiknya.
Bersambung
__ADS_1