PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Menangkap Rifky


__ADS_3

Lucifer yang mengetahui langsung turun sari ranjang, Ezza yang berada di sampingnya langsung terbangun saat merasakan pergerakan itu. 


"Mau kemana?" Tanya dengan suara serak, khas bangun tidur.


"Aku ada urusan mendadak. Kamu tidur lah lagi." Lucifer mengecup kening itu dengan lembut sambil tangannya mengusap kepala.


Ezza tidak bertanya lagi. Dia menatap Lucifer yang pergi kekamar mansi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai, Lucifer menghubungi Rey untuk datang menjemputnya, Rey yang di hubungi pagi-pagi buta tentu saja mengerutu. Apa tidak bisa agak siang. Ini bahkan terlalu pagi untuknya bekerja.


Tapi sebagia bawahan Rey tidak bisa menolak, dan dengan langkah berat akhirnya dia menyeret tubuhnya untuk mandi dan setelah itu menjemput tuannya.


Beberapa menit kemudian, Rey kini sudah sampai di kediaman Lucifer. Di sana Lucifer sudah menunggunya. Di lihat dari gelagatnya, sepertinya ada hal yang begitu penting. 


"Tuan,"


"Kita pergi,"


"Baik tuan,"


Rey membawa Lucifer menuju suatu tempat. Sesampainya disana, mobil mereka berada sedikit jauh dari tempat yang mereka tuju. 


Lucifer membuka Laptopnya dan meretas CCTV jalanan. Di sana terlihat seseorang yang tak lain adalah sahabatnya Rifky keluar dari mobil dan masuk dalam rumah besar itu. Lucifer juga melihat disana ada Bram dan Alex serta orang yang tak terlihat wajahnya karena memakai topi membawa masuk Rifky dalam rumah itu. Entah apa yang di lakukan mereka di sana, tapi sebelumnya anak buahnya mengirim foto Dion dan Hamdan dalam keadaan babak belur dan terluka cukup parah.


"Kamu benar-benar mengkhianati ku Rif. Ternyata kau bersekongkol dengan para rubah itu. Aku tidak menyangka melihat kenyataan ini,"


Rey yang melihat juga tidak menyangka jika pelaku itu adalah teman tuannya sendiri.  Mungkinkah orang yang dulu membunuh tuannya juga bersekongkol dengan Rifky?


"Tuan, mungkinkah orang yang membunuh tuan dulu juga bersekongkol dengan Rifky?"


"Bisa jadi. Tapi yang ku herankan bagaimana bisa Rifky kenal dengan mereka? Selama aku tahu, Rifky tidak pernah bertemu mereka,"


"Kita tidak tahu tuan. Mungkin di depan kita melihat mereka tidak pernah bertemu, tapi di belakang mereka selalu bertemu dan bertukar informasi,"

__ADS_1


"Ya, kau benar. Itu memang bisa terjadi."


"Lalu setelah ini apa yang akan kita lakukan tuan?"


"Tunggu Rifky keluar dari tempat itu,"


"Baik tuan,"


Mereka akhirnya menunggu Rifky sampai keluar dari rumah itu. Lucifer tahu Rifky belum pulang. Oleh sebab itu menunggu adalah pilihan terbaik, sambil melihat apa benar Rifky bersama dengan Keluarga Bramestyo seperti yang di lihatnya di rekaman CCTV. 


Cukup lama menunggu, akhirnya yang di tunggu-tunggu keluar. Bram dan Alex keluar lebih dulu menggunakan mobilnya dan setelah itu di susul oleh Rifky yang berjalan kaki dan berdiri di depan pintu gerbang, menunggu taksi yang di pesannya.


"Tuan, dia sudah keluar."


"Ikuti,"


"Baik tuan."


Mobil Lucifer mengikuti mobil taksi yang di tumpangi Rifky. Saat sampai di depan sebuah bangunan apartemen, taksi itu berhenti dan Rifky turun. Namun saat Rifky hendak melangkah, sebuah tangan membekapnya, lengkap dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius. 


Lucifer yang melihat wajah Rifky, menatapnya dengan dingin. Dia ingin sekali membunuh dan membuat Rifky menyesal telah berani padanya, bahkan tega mengkhianat dengan nya dan kedua temannya.


Mobil melaju dengan cepat menuju sebuah bangunan yang menjadi markas sementara mereka selama ada di Indonesia. Setelah sampai Rey meminta anak buahnya membawa Rifky ke sebuah ruangan.


Tubuh Rifky di lempar dengan kasar di langainyabg keras. Namun karena Rifky tidak sadarkan diri, membuatnya tidak merasakan apapun, seolah dia mati.


"Siram dia," perintah Lucifer dengan nada dingin dan bersedekap dada, matanya tak lepas dari Rifky yang tergelatak di lantai.


Byuur…


Air satu ember di siram di tubuh Rifky membuat Rifky yang pingsan seketika sadar.


"Apa yang terjadi?" Gumam Rifky belum sadar jika dia saat ini bersama dengan Lucifer.

__ADS_1


Rifky mengusap wajahnya yang basah, dan setelah itu melihat sekeliling. Dia terkejut saat disana ada Lucifer.


"Luci," Rifky bangun dia nampak senang dan mendekati Lucifer 


Namun saat Tifky mendekat, kaki Luciger dengan gerakan cepat menendang perut Rigkt, membuat Rifky terpentak dan jatuh ke lantai.


Bugh…


Uhuuk….


Rifky terkejut saat melihat Lucifer melakukan itu padanya. Tidak seperti biasanya Lucifer melakukan hal kasar padanya. Selama ini tidak sekalipun Lucifer bertingkah kasar, bahkan berani menendangnya.


"Luci, apa yang terjadi? Kenapa kau menendang ku?"


"Itu memang pantas untuk mu," jawab Lucifer, masih dengan wajah dinginnya.


"Apa maksud mu, aku tidak mengerti? Kita ini teman, kenapa kau melakukan ini pada ku. Dan ini dimana? Kenapa banyak orang disini?" 


Rifky sungguh bingung saat melihat tak hanya ada Lucifer, tapi ada beberapa orang yang berdiri tak jauh darinya dengan wajah garang, sangar dan memiliki tatapan tajam. Rifky yang melihat bergidik ngeri, sebenarnya apa yang terjadi, tanyanya dalam hati.


Lucifer yang mendengar tersenyum menyeringai, sungguh temannya pandai sekali berakting. Pantas saja dia di kelabuhi. 


Lucifer beranjak dan mendekati Rifky, mencengkram rahang itu dengan kuat, "Katakan pada ku, apa tujuan mu?"


"Tujuan ku, memang apa tujuan ku? Aku tidak mengerti apa maksud mu, Luci," Rifky menatap Lucifer dengan bingung, sungguh dia tidak  mengerti. Kenapa seolah Lucifer begitu marah dengannya.


Rifky tidak mengetahui jika tadi Lucifer membuntutinya. Jika dia tahu, mungkin Rifky tidak akan berkata seperti itu. 


Lucifer yang mendengar semakin menyeringai. Seringai itu sungguh sangat mengerikan. Rifky yang baru melihat tentu saja menelan ludah, dadanya berdetak dengan cepat. Entah kenapa dia begitu takut melihat tatapan tajam itu, seolah tatapan itu benar-benar mengintimidasinya.


.


.

__ADS_1


Bersambung 


__ADS_2