PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Memberi Pelajaran Pada Farhat, Alex dan Bobby


__ADS_3

Lucifer yang panik langsung melepaskan tembakannya ke arah orang-orang yang menodongkan tembakannya. 


Door…


Door…


Beruntung dirinya tepat sasaran, dan tidak salah mengenai target. Dua peluru bersarang tepat di kepala dua orang yang menodongkan senjata ke arah Ezza dan Zahra.


Dua orang terbunuh dalam seketika, dan itu membuat Rey dan anak buah Lucifer lainnya tidak menyia-nyiakan kesempatan, mereka langsung menembak dan meringkus orang-orang yang menahan Mesya, Dion dan Hamdan, tidak dengan Farhat dan Alex.


Door…


Door…


Door…


Tembakan menembus tubuh dan membuat mereka langsung mati. 


Mesya, Dion dan hamdan, langsung saja menjauh. Mesya menghampiri putrinya yang ketakutan dan memeluknya dengan erat.


"Zahra," Mesya menangis, memeluk putrinya yang lama tidak dilihat.


Sedangkan Lucifer tidak memperdulikan Bobby lagi, dia berlari menghampiri Ezza dan memeluknya dengan erat.


"Kau tidak apa-apa kan? Apa ada yang terluka?" Lucifer mengecek tubuh Ezza, mungkinkah ada luka di tubuhnya yang di lakukan pada badjingan itu.


"Tidak terjadi apapun dengan ku. Aku hanya takut saja, takut mereka membunuh serta memperkosa ku, padahal kamu belum menyentuh ku," ucap Ezza mendapatkan ciuman bertubi-tubi di wajah cantik itu.


"Aku sangat mengkhawatirkanmu saat melihat mu di seret oleh badjingan-badjingan itu. Aku takut terjadi sesuatu dengan mu,"


Lucifer kembali memeluk Ezaa. Dia berasa lega, ternyata tidak terjadi sesuatu apapun pada kekasihnya.


Lucifer menatap arah depannya, terlihat Alex dan Farhat yang ketakutan. Tidak ada dukungan untuknya lagi, semuanya telah mati. Dan anggap saja kelompok Bobby mengalami kekalahan, bahkan bos mereka sudah kalah di tangan Lucifer.


Lucifer menatap dingin. Dia melepas pelukannya dan berjalan ke arah mereka berdua. 


"Mau kemana kalian?" Tanya Lucifer dengan nada dingin.

__ADS_1


Alex dan Farhat mundur beberapa langkah, ingin kabur dari mereka. Tapi semua itu tidak di biarkan oleh Lucifer. Lucifer memberi perintah pada Rey dan anak buahnya untuk menangkap mereka berdy.


"Tangkap dua badjingan itu dan tahan mereka."


"Baik tuan."


Lucifer dan Rey sudah berhasil mengalahkan musuhnya. Sedangkan Adam dan Evan pun sama, mereka berdua juga sudah mengalahkan Bart dan Steven. Kedua orang itu babak belur di buatnya, yah walaupun mereka juga mengalami hal sama, wajah nya penuh lebam dan luka.


Lucifer yang melihat kemenangan ada di tangannya, memberi perintah pada anak buahnya yang tersisa untuk membunuh anak buah Bobby, Steven dan Morgan. Tidak boleh memberikan ampun pada mereka semua. Musnahkan.


"Bunuh mereka yang masih tersisa dan bakar mereka!"


"Baik tuan,"


Mereka pun melakukan tugas terakhirnya, membunuh dan mengalahkan semuanya. Tidak membutuhkan waktu lama, mereka akhirnya bisa menghabisi semua anak buah Mafia XLOVENOS. Dan kini menumpuk banyak mayat untuk di jadikan satu, lalu membakarnya.


Alex, Farhat, Bobby, Bart dan Morgan di bawa ke markas Mafia LUCKECR. Khusus untuk tiga orang, Alex, Farhat dan Bobby akan di tangani oleh Lucifer sendiri. Sedangkan yang lain, biarkan Rey yang mengurusnya.


Lucifer tak lupa meminta anak buahnya membawa Rifky yang tak berdaya ke rumah sakit. Tubuh yang sudah terluka akibat pukulan dan siksaan Lucifer ditambah siksaan anak buah Bobby membuat pria muda itu tak berdaya. 


Tak hanya Rifky yang di bawa ke rumah sakit, Dion, Hamdan dan Zahra juga sama. Hanya saja untuk Zahra dia dibawa ke dokter Psikolog karena mengalami gangguan mental akibat di sekap lama oleh anak buah Lucifer.


"Sayang," Ezza bersandar di bahu Lucifer dengan manja. Hari ini hari yang melelahkan dan penuh tragedi. Bisa selamat dan berkumpul bersama lagi, adalah hal yang sangat membahagiakan.


"Tidurlah, aku akan menemani mu. Jangan pikirkan masalah tadi." Lucifer mengelus lengan Ezza memberikan ketenangan. Berharap kekasihnya tidak memikirkan kejadian barusan.


Setelah melihat Ezza tidur dengan tenang, Lucifer pergi bersama Rey ke markasnya untuk menemui tahanannya,  termasuk Bobby.


Setelah mereka sampai, Lucifer langsung menuju ruangan dimana mereka berada. Tiga orang sedang di ikat tangannya dengan rantai dalam keadaan lemas tak berdaya. Jika sebelumnya Bobby memang sudah tidak berdaya, untuk dua yang lainnya tidak berdaya dan lemah karena di hajar habis-habisan oleh Rey dan Evan.


Byuuur….


Lucifer menyiram mereka bertiga dengan air dingin, membuat mereka langsung mendongak menatapnya dengan mata sayu.


"Siapa yang menyuruh kalian tidur? Apa ikatan ini membuat kalian begitu nyaman dan mengantuk?" Tanya Lucifer bersedekap dada, menatap mereka tidak senang.


"Luci, lepaskan kakak. Kakak tidak bersalah. Kakak hanya hilaf, tidak bermaksud untuk membuat mu celaka," ucap Farhat menjelaskan.

__ADS_1


"Tidak bersalah? Heh, lalu apa yang kau lakukan semua ini hanya main-main saja, sampai-sampai kau membuat anak mu sendiri celaka. Apa kau tidak mempunyai hati nurani sampai Zahra kau jadikan korban juga? Sungguh ayah yang menjijikkan, kau itu sama halnya dengan pria badjingan itu," Tunjuk pada Bobby.


"Tidak, aku tidak tahu untuk masalah Zahra. Sungguh, kau harus percaya pada ku."


"Apa kau pikir aku akan percaya. Asal kau tahu, sedikitpun aku tidak akan percaya pada mu. Sudah baik aku menerima mu dan menjadikan mu anggota keluarga ku, tapi balasan kau yang kau berikan, heh…sungguh membuat ku ingin membunuh mu,"


"Tolong jangan lakukan itu. Ingatlah pada kakakmu. Jangan biarkan dia menjadi janda karena aku mati ditangan mu. Ku mohon. Jika sampai kau benar-benar membunuh ku, apa kau tidak takut di benci oleh Mesya,"


"Hahaha…..apa kau pikir kakak ku akan membenci ku karena telah membunuh mu. Tidak, malah sebaliknya, dia akan berterimasih dan senang karena telah membunuh badjingan seperti mu."


Klak….


Klak….


Lucifer mengisi peluru senjatanya. Farhat yang melihat ketakutan, berharap Lucifer tidak membunuhnya.


"Jangan lakukan, ku mohon. Ampuni aku,"


Klak


Door…..


Satu tembakan mengenai lengan Farhat membuat Farhat menjerit keras karena peluru itu menembus tulangnya.


Door….


Satu tembakan kembali melesat, menembus lengan satunya lagi, membuat Fafkas lagi-lagi  menjerit kuat. 


Argh…..


Nafas Farhat memburu dan keringat membasahi kening, karena menahan rasa sakit yang biasa.


Lucifer tidak berhenti sampai di sana, dia juga menembaki paha Farhat, agar pria itu semakin lemas dan tidak kuat menopang tubuhnya sendiri.


Lucifer benar-benar membuat mereka semua menjerit keras. Tak hanya Farhat, Alex pun juga di siksa oleh Lucifer. Hanya saja sedikit berbeda. Jika Alex ingin dj bunuh cepat, tidak dengan Bobby dan Farhat. Menurutnya merasa sungguh sangat keterlaluan.


"Lepaskan mereka," perintah Lucifer pada anak buahnya untuk melepas Farhat dan Bobby yang sudah lemah. Bahkan saat anak buah Lucifer melepas ikutan itu. Mereka tidak bis menopang tubuhnya sendiri, dan ambruk di lantai.

__ADS_1


 


__ADS_2