
Di lain negara tempatnya di Paris, seorang gadis cantik berada di balkon, matanya yang indah dan bulu mata lentik, hidung mancung dan bibir mungil berwarna pink, menatap indahnya bulan di langit sambil membayangkan satu wajah yang sangat di rindukannya. Wajah pria yang selama ini singgah di hatinya.
Dia sungguh sangat merindukannya. Bertahun-tahun lamanya tidak bertemu, membuatnya ingin sekali kembali dan menemui pujaan hatinya. Namun mengingat kuliahnya yang belum selesai, gadis itu menghela nafas dengan berat. Rasa rindu yang harus tertahan lagi hingga beberapa tahun kemudian.
"Aku merindukan mu. Bagaimana kabar mu, aku yakin kau semakin tampan."
Wajah gadis itu merona, membayangkan seperti apa ketampanan pujaan hati nya. Pasti semakin dewasa semakin mempesona. Dan itu sungguh membuatnya merindukannya.
.
.
Sedangkan di kamar Lucifer, pria itu yang tiba-tiba kepikiran gadis masa lalunya, mengambil laptopnya dan membukanya. Entah kenapa ia ingin mencari tahu tentang gadis itu.
Di cari nya nama keluarga gadis itu. Dalam hitungan detik data itu muncul di layar Laptopnya. Tidak butuh waktu lama untuknya mencari karena itu mudah untuknya menemukan.
Terlihat wajah cantik Alezza Bimantara terpampang jelas di layar laptopnya. Lucifer mantap wajah itu, wajah yang baru saja muncul di dalam mimpinya dan memberikan ancaman padanya akan memotong miliknya jika berani memiliki wanita lain selain dirinya.
Mengingat mimpi itu, Lucifer tersenyum kecil.
"Bahkan dalam mimpi saja kau selalu mengklaim diri ku milik mu. Gadis yang nakal,"
Lucifer menyimpan foto itu, menjadikan foto gadis cantik itu sebagai wallpaper layar utama laptopnya. Tak lupa juga menjadikan foto itu sebagian layar utama ponselnya. Senyum mengembang di bibirnya.
"Kini kau adalah milik ku, jangan harap kau lepas dari ku setelah ini."
Lucifer juga memiliki nomor ponsel milik Ezza yang di dapat barusan, dia menyimpannya dengan nama 'Gadis Nakal'
__ADS_1
Lucifer kini tahu dimana gadis itu berada, Paris, negara yang sama dimana saat ini dirinya berada. Entah kenapa dia ingin menemui gadis itu, melihatnya dengan jarak dekat. Tapi sebelum itu dia harus menyelesaikan urusannya terlebih dahulu.
Setelah cukup beristirahat, Lucifer bersama James mengunjungi tawanannya yang berjumlah ratusan orang itu.
"Tuan, mereka semua adalah anggota Brandon, mereka memilih menyerah dan menjadi tawanan kita." Jelas James dan Lucifer mengangguk mengerti.
Lucifer maju dan menatap semuanya yang kini juga menatapnya penuh tanya, siapa pemuda yang berdiri di depannya. Bahkan James yang mereka kenal begitu menghormatinya.
Tak hanya anak buah Brandon yang bertanya-tanya, anak buah James juga bertanya-tanya.
"Perkenalkan, nama ku Lucifer. Kalian pasti bertanya kenapa aku bisa ada disini. Asal kalian tahu, mulai saat ini kalian semua yang ada di hadapan ku akan menjadi bawahan ku. Jika ada yang berani memberontak dan melawan kalian akan tahu akibatnya."
Suara lantang itu mampu didengar oleh semuanya. Wajah Lucifer begitu dingin menatap semuanya, membuat mereka menelan ludah dengan kasar.
"Siapa anda dan apa kemampuan anda sampai meminta kami menjadi bawahan anda?" Seru seorang di antara mereka. Wajar mereka menanyakan hal itu karena mereka tidak mengenal siapa pemuda tersebut.
Lucifer yang mendengar menyunggingkan senyum seringainya. Sungguh keberanian yang di sukai.
Lucifer menjelaskan siapa dirinya yang hanya seorang mahasiswa biasa tanpa adanya keluarga kuat di belakangnya. Lucifer tidak menjelaskan siapa sesungguhnya dia dan kemampuan apa yang dimilikinya. Lucifer ingin melihat tanggapan mereka tentang dirinya. Dengan itu ia bisa melihat siapa yang sungguh-sungguh dan siapa yang tidak.
Ada di antara mereka yang mencibir Lucifer yang menurutnya gila, menginginkan mereka menjadi bawahannya. Padahal sudah jelas dia hanya pemuda biasa. Jika ingin menjadikan mereka bawahan, apa pemuda itu tidak memikirkan nasibnya mau makan apa nanti dan bagaimana menghidupi keluarganya.
Seorang di san yang tidak tahan langsung bertanya.
"Jika kami mengikuti mu, bagaimana anda menghidupi kami. Kami butuh makan dan uang untuk menghidupi keluarga kami, jika kami tidak di beri makan atau uang, lebih baik buang khayalan mu untuk menjadikan kami bawahan,"
James yang mendengar ingin sekali membunuh pria itu, namun dengan cepat di tahan oleh Lucifer.
__ADS_1
"Jika malahan kalian hanya karena itu, kalian tidak perlu khawatir, bahkan ribuan orang pun aku sanggup membayar nya."
Lucifer menunjukkan sesuatu yang membuat mereka melongo tak percaya. Barusan Lucifer mengatakan jika dia hanya pemuda biasa, tapi sekarang dia menunjukkan apa yang dimilikinya. Sebenarnya siapa pemuda ini.
"Ini hanya sebagiannya saja, aku masih memiliki banyak lainnya,"
Tak hanya mereka semua yang terkejut, James juga terkejut. Ternyata masih ada yang lainnya.
Setelah cukup lama berkompromi, mereka akhirnya setuju begitupun dengan anak buah James yang siap mengikuti Lucifer, menjadi bawahan pria muda yang menjanjikan. Dan kini Lucifer resmi memiliki kelompoknya sendiri walaupun jumlahnya belum cukup banyak, dan kelompok itu diberi nama LUCKECR.
Setelah memastikan semuanya baik-baik saja dan berjalan dengan apa yang diinginkan. Lucifer meminta izin pada James untuk pergi sebentar.
"Apa anda benar-benar tidak memerlukan mereka, tuan?"
"Tidak perlu, aku hanya ingin sendiri dan menikmati kota Paris."
"Baiklah jika itu keinginan anda,"
Lucifer pun pergi mengendarai mobil milik James, menuju tempat tujuannya. Kampus dimana wanita itu berada.
Hampir memakan waktu dua jam perjalanan, Lucifer akhirnya sampai di depan kampus tersebut. Karena di lihatnya mahasiswa masih belajar, Lucifer memarkirkan mobilnya di kafe tepat depan kampus. Dia keluar dan masuk dalam kafe tersebut, menunggu jam mata pelajaran wanita itu usai.
Setelah hampir satu jam menunggu, di lihatnya jam di pergelangan tangannya, menunjukkan jika waktu jam mata pelajaran wanita itu selesai. Dia keluar dari Kafe dan menunggu wanita itu keluar dari halaman kampus. Tak berselang lama, di lihatnya mobil milik gadis cantik itu keluar, Lucifer yang tidak ingin kehilangan jejak langsung membuntuti dan ternyata wanita menuju subuah Mall.
Lucifer tetap mengikuti, melihat gadis itu yang sedang memilih pakaian yang cocok untuknya. Gadis itu menuju ruang ganti, Lucifer yang entah kenapa hari sangat aneh karena gadis itu, membuntuti. Dan saat wanita hendak masuk ke ruang ganti, mulutnya tiba-tiba dibekap dan menariknya masuk kedalam ruang ganti, tak lupa dia menguncinya.
Mmm…..
__ADS_1
Gadis itu sungguh ketakutan, takut jika orang yang membekapnya berbuat tidak baik dengannya. Dan benar saja, pria itu mengendus lehernya dan memberikan ciuman lembut, membuat gadis itu meronta minta dilepaskan.
Lucifer tidak seperti biasanya melakukan hal itu pada wanita, hanya wanita masa lalunya ini saja dia melakukan nya. Mungkin karena memang dia menyukai atau entahlah, Lucifer sendiri yang tahu akan perasaannya.