
Setelah mereka akrab satu sama lain, Lucifer hampir setiap hari datang ke markas VOLDEMORT untuk beralih. Dan kini kekuatan serta cara bertarungnya semakin meningkat karena pelatihan yang di berikan Toni dan teman yang lainnya.
Sedangkan di rumah sakit tempat Adam di rawat, genap dua bulan Adam sadar dari komanya. Evan yang mendengar langsung menjenguk tuannya, melihat keadaanya saat ini.
"Mau kemana?" Tanya Lucifer melihat Evan sangat buru-buru.
"Aku akan kerumah sakit, kata dokter Tuan Adam sudah sadar."
"Apa aku boleh ikut?" Evan mengangguk dan mereka langsung pergi menuju ruangan sakit.
Di lain tempat, Bert yang mengetahui Adam sudah sadar langsung memberitahukan kepada Tuannya.
"Tuan, ada yang ingin saya sampaikan,"
"Katakan," perintah Bobby yang saat ini sedang memeriksa pekerjaannya, berkas laporan perusahaan.
"Tuan Adam sekarang sudah sadar dari komanya," jelas Bert langsung membuat Bobby menghentikan pekerjaannya. Keningnya berkerut, mendongak, menatap asistennya.
"Apa yang kau katakan benar?"
"Benar tuan. Anak buah kita yang memantau mengetahui kabar itu dari seorang suster di rumah sakit, bahwa Tuan Adam yang koma selama dua bukan sudah sadarkan diri,"
"Jika di sudah sadar, pasti setelah ini akan melakukan sesuatu pada ku. Aku yakin dia tidak akan melepaskan ku kali ini. Tapi itu malah membuat ku senang. Semakin dia bertindak semakin pula aku akan menghancurkannya."
"Oh ya, bagaimana dengan yang ku perintahkan?"
"Saya sudah mengambil alih para konsumen mereka untuk membeli barang milik kita Tuan. Evan yang keteteran mengurus semuanya saat tuannya koma membuatnya tidak fokus tentang hal ini. Dan ini sangat menguntungkan kita,"
"Bagus. Lakukan dengan baik. Jika perlu tarik semua pelanggan miliknya. Aku ingin dia hancur dan mati, seperti dia menghancurkan diri ku,"
"Baik tuan,"
.
.
__ADS_1
Di rumah sakit, Lucifer dan Evan kini berada di ruangan Adam, melihat pemeriksaan yang di lakukan seorang Dokter.
"Bagaimana Dok?" Tanya Evan ingin tahu keadaan tuannya.
"Kondisi Tuan baik. Tinggal beberapa hari perawatan untuk memulihkan keadaan tubuhnya, maka akan di pastikan keadaannya akan benar-benar pulih,"
Evan mengangguk dan mengucapkan terimakasih. Setelah memeriksa pasiennya, dokter itu pergi untuk memeriksa pasien lainnya. Sedangkan Evan dan Lucifer tetap disana, menemani Adam yang saat ini masih berbaring di ranjang pasien.
Adam menatap Evan dan Lucifer. Keningnya berkerut, siapa pemuda yang bersama dengan Evan. Seperti pernah melihat, tapi dimana?
Evan yang melihat tatapan tuannya pada Lucifer, menjelaskan. Bahwa pria muda bersamanya adalah Lucifer, pria yang di tolongnya di jakarta.
"Tuan dia Lucifer, pemuda yang kita tolong saat di jakarta,"
Mendengar itu Adam langsung tahu, teringat dengan pria yang di tolong oleh Evan saat itu. Ternyata pemuda itu telah sembuh dari lukanya.
"Jadi kau Lucifer?"
"Benar tuan. Terimakasih saat itu telah menolong saya. Jika saat itu anda tidak menolong saya, mungkin saja saat ini saya tidak ada,"
"Evan yang menolong mu bukan aku,"
Adam menatap Lucifer. Pemuda do depannya ini benar-benar pintar berbicara.
"Kau tidak kembali ke Indonesia?"
"Tidak tuan. Lucifer tinggal bersama saya," jawab Evan menyela. Dia tidak ingin Lucifer kembali ke Indonesia dengan cepat. Evan ingin Lucifer tetap di Amerika untuk menemaninya, apalagi tahu Lucifer memiliki keahlian khusus yang jarang di miliki oleh seseorang.
"Apa keluarga mu tidak mencari?"
"Saya sudah mengabari sebelumnya jika saya berada di Amerika," jawan Lucifer membuat Adam mengangguk.
Evan ada yang ingin di sampaikan pada Tuannya. Dengan terpaksa dia meminta Lucifer untuk keluar sebenarnya. Karana tidak ingin Lucifer mengetahui apa yang akan mereka bicarakan.
"Bisakah kamu keluar sebentar, ada yang ingin ku bicarakan dengan Tuan sebentar,"
__ADS_1
Lucifer mengangguk dan pergi dari ruangan tersebut, pergi keluar dari rumah sakit, duduk di sebuah kursi panjang yang ada di teras depan. Tapi karena jenuh, Lucifer mengirim pesan pada Evan, dia ingin pergi keluar sebentar.
"Aku akan pergi keluar sebentar. Mobil aku bawa. Jika kalian sudah selesai berbicara hubungi aku, aku akan kembali,"
"Bawa saja mobil nya. Aku akan menghubungi Addy saja untuk menjemput ku nanti. Bersenang-senang lah, tapi jika ada apa-apa hubungi aku,"
Lucifer yang sudah membaca pesan langsung memasukkan ponselnya di dalam saku, menyalakan mobil dan pergi dari rumah sakit. Lucifer ingin jalan-jalan melihat pemandangan kota New York, tempat dimana akan menjadi tempat tinggalnya selama ini.
Lucifer menikmati perjalanan nya, melewati suasana ramai jalan yang di lewatinya. Hingga sampai dirinya melewati sebuah kampus, Lucifer menghentikan mobilnya.
"Aku sudah lama tidak kuliah. Dan tidak mungkin untuk ku melanjutkannya disana. Apa aku kuliah disini saja ya," gumamnya.
Lucifer mengambil ponselnya menghubungi Pria tua, memintanya untuk mengirim semua keperluan dirinya untuk mendaftar di kampus tersebut. Pria tua menyetujui dan akan menugaskan bawahannya untuk mengurus segalanya.
Setelah itu Lucifer pergi, rencananya dia ingin pergi ke taman. Namun saat hendak menuju taman, dia melihat keramaian di depannya. Lucifer turun, ingin melihat apa yang terjadi.
"Permisi," Lucifer menyela di kerumunan itu, ternyata seorang gadis sedang terluka dan terdapat banyak darah di tubuhnya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Lucifer tidak tega melihat seorang gadis berumur sekitar 15 tahun terluka, namun tidak ada seorang pun yang berniat membantunya.
"Dia korban tabrak lari." Jawab seorang wanita yang ada di kerumunan tersebut.
"Kenapa tidak ada yang membantunya ke rumah sakit?"
Semuanya diam. Melihat itu Lucifer begitu geram. Dia mengambil tubuh gadis itu dan membawanya kedalam mobil setelah itu pergi ke rumah sakit dengan kecepatan penuh, takut gadis itu tidak tertolong.
Setelah kepergian Lucifer, dua orang pengawal dengan tubuh besar dan pakaian hitam datang, menanyakan apa melihat seorang gadis berumur 15 tahun lewat sana. Namun saat seorang mengatakan jika barusan ada seorang gadis mengalami kecelakaan, dua pengawal itu panik.
"Apa gadis yang mengalami kecelakaan itu ini?" Tanya Seorang pengawal menunjukkan sebuah foto.
"Ya, gadis ini yang mengalami kecelakaan tadi. Tapi dia sudah di bawa oleh seseorang yang menolongnya. Mungkin saat ini berada di rumah sakit,"
"Apa anda tahu di rumah sakit mana?"
"Tidak tahu, mungkin rumah sakit terdekat,"
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih,"
Dua pengawal itu langsung mencari keberadaan nona muda mereka ke rumah sakit terdekat. Namun sebelum itu dia menghubungi Tuan mereka, bahwa Nona mudanya mengalami kecelakaan. Walaupun sebelumnya mereka takut akan kemarahan tuannya karena tidak bisa menjaga nona mudanya dengan baik, tapi bagaimana pun mereka harus mengabari, yah walaupun setelah ini mungkin mereka akan mendapatkan hukuman yang berat.