PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Menyerang Markas Mafia XLOVENOS


__ADS_3

"Kalahkan!"


"Kalahkan!"


Mereka seakan tidak sabar untuk bertarung dan membunuh pasukan Mafia XLOVENOS. 


Lucifer, Adam dan lainnya yang melihat semangat pasukannya tersenyum. Mereka yakin pertarungan ini akan di menangkan oleh mereka.


"Tunggu saja kematian mu pria tua sialan!"


.


.


Lucifer dan pasukannya kini pergi menuju tempat dimana Markas XLOVENOS berada. Dengan beberapa anak buah yang di tempatkan tak jauh dari Markas tersebut untuk memantau, Lucifer tahu bahwa mereka masih diam dan tidak melakukan apa-apa. Dan itu jelas bahwa mereka tidak tahu bahwa akan ada penyerangan di markas mereka.


"Bagaimana?" Tanya Rey pada anak buahnya yang memantau.


"Aman bos. Kita langsung serang saja dari depan agar mereka panik."


"Tunggu perintah dari Tuan," jawab Rey dan melaporkan kepada Lucifer bahwa semuanya aman, mereka tidak menyadari akan pasukan yang datang menyerang.


"Bagaimana Tuan, apa kita akan langsung menyerang mereka?"


Lucifer mengangguk, "Beri perintah pada kelompok mu dan Om George untuk maju lebih dulu. Buat kacau dan panik, setelah itu aku dan Adam akan maju,"


"Baik tuan,"


Sesuai perintah Lucifer, Rey memberitahukan pada George rencana nya, untuk maju terlebih dahulu. George yang mendengar mengangguk dan setelah itu kelompok yang di pimpin mereka maju untuk menyerang terlebih dahulu.


Dengan tidak menimbulkan suara saat mendekati markas tersebut, hingga akhirnya mereka dekat dengan markas tersebut.


SERANG!!!


Pasukan yang di pimpin mereka berdua langsung menyerang. Beberapa dari mereka melempar bom ke bangunan itu, membuat bangunan tersebut hancur akibat ledakan dari beberapa bom yang mereka lempar.


Tit…Tit…Tit…


"Apa ini?" Panik anak buah Bobby saat melihat sebuah bom berada di samping mereka.


Belum juga mereka berteriak meminta beritahukan jika ada bom, dan mungkin saja ada penyerangan. Bom tersebut meledak, membuat mereka langsung mati.


Booom….


Duuuar….


Argh…..


Banyak teriakan menggema di tempat itu akibat ledakan bom yang di lempar anak buah Rey dan George. 


Dalam sekali serang sudah membuat sebagian anak buah Bobby mati. Serangan dadakan yang di lakukan Kelompok Mafia LUCKECR membuat kelompok XLOVENOS panik dan kacau. Mereka ribut mencari senjata untuk membalas serangan itu. 

__ADS_1


Boom….


Boom….


Duuar….


Duuar….


Ledakan kembali terdengar keras meledakkan tempat itu.


Sebagian pasukan yang di pimpin mereka berdua menempelkan banyak bom di dinding tembok pagar untuk menghancurkan, mempermudah yang lainnya nanti masuk.


Tiit…..


Tiit…..


Tiit…..


Duuar….


Booom….. Booom….


Duuar….. Duuar…..


Asap mengepul tinggi di udara akibat ledakan beruntun tersebut.


Dan setelah puas melempar dan memasang Bom kesetiaan sudut dinding pagar. Roy dan George memberi perintah untuk mendobrak gerbang tinggi Markas Mafia XLOVENOS.


"SERANG!" suara teriakan pasukan Mafia LUCKECR berlari mendobrak pintu dan masuk menyerang pasukan Mafia XLOVENOS. 


Door….


Door….


Door….


Tembakan langsung mereka lesatkan ke arah musuh. Membunuh siapapun musuh yang terlihat.


Anak buah Bobby yang menciptakan serangan kini juga membalas. Walaupun mereka sedikit terlambat menyadari serangan itu, tapi kini mereka dapat membalas. 


Door….


Door….


Door….


Tembakan saling bersautan.  Peluru melesat menembus tubuh siapun yang terkena.


Kekacauan di tempat itu membuat Bobby, Steven, Morgan dan Bart mendengar. 


"Apa yang terjadi? Kenapa terdengar sangat ribut?" Tanyanya belum mengetahui jika markasnya kini sedang di serang.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang tidak beres. Lebih baik kita lihat, apa yang terjadi." 


Bobby mengangguk. Saat mereka ingin melihat ada keributan apa di luar, seorang anak buah Bobby datang menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi.


"Tuan,"


"Ada apa? Apa yang terjadi? Kenapa kau seperti ini?" Tanya Bobby bingung. Apalagi saat melihat tubuh anak buahnya itu terdapat luka dan wajah yang hitam serta pakaian yang terlihat kotor akibat ledakan bom tadi. 


"Ada serangan dari musuh Tuan. Mereka menghancurkan serta membunuh banyak pasukan kita. Saat kita tidak menyadari, mereka menyerang dan melempar banyak bom membuat pasukan kita banyak yang mati karena tidak siap, tuan. Dan saat ini pasukan kita sedang melawan mereka,"


"Dari mana mereka?"


"Mereka adalah Rey, tuan. Orang kepercayaan Mafia LUCKECR,"


"Sialan!" Bobby tentu tahu siapa dalang dari penyerangan itu. Ternyata Lucifer yang tidak bisa menahan untuk membunuh serta menghancurkannya.


"Perintah pasukan kita untuk bertahan dan melawan. Siapkan semua senjata yang kita miliki. Balas mereka dengan kejam. Membunuh semuanya tanpa ampun," perintah Bobby dengan wajah memerah karena marah. Beraninya anak itu melawannya. Bobby benar-benar tidak akan mengampuni Lucifer, anak kandungnya sendiri.


"Lihat saja kau anak silakan! Aku tidak akan melepaskan mu,"


Bobby mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia sangatlah marah. Matanya memerah, rahangnya mengeras. Dan tatapan nya sangat begitu tajam. Ingin membunuh dan mencincang tubuh putranya.


"Lalu apa yang akan kita lakukan? Apa kita akan langsung turun tangan?" Tanya Steven. 


"Tidak untuk saat ini. Biarkan dulu pasukan depan ku yang melawan mereka. Setelah ini, kita akan keluar dengan pasukan kalian. Aku yakin anak sialan itu belum ada disana, dan yakin pasukan nya ini hanya untuk pengecoh,"


Steven dan Morgan mengangguk. Dia akan menurut saja dengan apa yang di katakan Bobby. Sebenarnya dia tidak sabar untuk melawan mereka-mereka itu. Tangannya begitu gatal ingin memukul serta membunuh orang-orang LUCKECR. 


Di halaman depan, terlihat begitu kacau. Mayat berserakan. Baik pasukan LUCKECR maupun XLOVENOS banyak yang mati. Namun semua itu tidak membuat mereka menyerah. Mereka terus bertarung untuk saling mengalahkan. 


Rey dan George kini melawan anak buah Bobby, membunuhnya dengan tembak laras panjangnya.


Suara tembakan dan teriakan begitu menggema, membuat tempat itu begitu riuh. Darah mengalir di tanah, baik itu karena luka tembakan ataupun tusukan saat penyerangan.


Lucifer yang berada tak jauh dari tepat itu hanya menonton. Kekacauan yang di lakukannya, berharap mengurangi pasukan Mafia XLOVENOS. Walaupun tahu ayahnya memiliki bantuan dan dukungan, tapi tidak membuatnya takut. Kucifer malah begitu semangat, karena ini akan semakin menarik.


"Kapan kita akan menyerang?" Tanya Adam 


"Tunggu sebentar. Aku yakin tak lama lagi pasukan pria tua sialan itu pasti akan keluar. Saat itu terjadi, kalian berdua akan menghadapinya." Ucap Lucifer pada Adam dan Evan


Mereka berdua mengangguj, tidak besar membawa pasukannya melawan musuh lamanya. 


.


.


.


Hai hai selamat membaca. Tak terasa sudah sampai pertarungan ini. Mungkin tak lama lagi akan tamat. Jadi tetap tunggu Update dari author ya hingga selesai. 


Jangan lupa Like, Komen dan Votenya  agar otor senantiasa semangat Update Boom….Boom….Duuarnya.😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2