PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Tempat Tinggal Baru


__ADS_3

Evan membawa Lucifer ke kediamannya. Walaupun tempat tinggalnya tidak terlalu besar, tapi cukup untuk menampung Lucifer yang hanya seorang saja.


"Ayo masuk." Ajak Evan. Lucifer membuntuti sambil matanya melihat di sekitar tempat tinggal Evan yang menurutnya cukup besar.


"Kamu akan tinggal disini mulai sekarang. Jika butuh sesuatu kamu bisa minta pada Maid disini." Lucifer mengangguk


Seorang pelayan menghampiri saat Evan memanggil, "Bawa dia ke kamar sebelah milik ku. Anggap dia sebagai tuan muda disini." Ucapnya pada kepala pelayan pria. "Oh ya, aku ada urusan diluar, kamu istirahatlah dulu," Evan menepuk bahu Lucifer pelan. 


Lucifer mengangguk, dan setelah itu pergi mengikuti Pelayan yang mengantarkan menuju kamarnya. Setelah sampai di depan pintu berwarna putih, pelayan itu membukakan pintu untuknya. 


"Tuan, ini kamar anda." Lucifer masuk melihat kamar baru miliknya. Walaupun Lucifer tidak pernah tinggal di kamar mewah, namun tidak membuatnya kagum. Menurutnya biasa saja. 


"Pergilah," perintah Lucifer.


"Baik, tuan. Jika anda butuh sesuatu anda bisa memanggil saya,"


Hmmm…Lucifer mengangguk, dan pelayan itu pergi, tak lupa juga menutup pintu agar tuan barunya bisa istirahat dengan tenang.


Lucifer menuju jendela dan membukanya. Hembusan angin langsung menerpa wajah tampannya. Sekelebat bayangan kakaknya memenuhi pikirannya. 


"Kakak pasti khawatir dengan keadaan ku. Aku akan melihatnya besok, apakah kakak baik-baik saja atau tidak. Tapi sebelum itu aku harus membeli ponsel dan laptop." 


Merasa tubuhnya lelah, Lucifer merebahkan tubuhnya dan tidur. Tak terasa waktu menunjukkan sore hari. Lucifer membuka matanya dan meregangkan otot-ototnya yang kaku. 


Saat hendak turun dari ranjang, suara ketukan pintu terdengar di telinganya.


Tok…tok…tok….


"Siapa?"


"Saya Zack Tuan muda,"


Mendengar nama Zack Lucifer langsung membukakan pintu. Di lihatnya pria yang seumur dengan pria tua berdiri di depannya. 


"Ada apa?"


"Saya mengantarkan pakaian untuk anda Tuan," Zack menyerahkan pakaian yang di kirim Evan sebelumnya. 


Lucifer yang sadar dirinya tidak memiliki pakaian mengambilnya, "Terimakasih."


"Sama-sama tuan. Oh ya tuan, nanti jam 7 saya akan memanggil anda kembali untuk makan malam," 

__ADS_1


"Tidak perlu datang, aku akan turun sendiri," Lucifer tidak enak merepotkan pria tua harus naik turun tangga hanya untuk memanggilnya lagi.


"Baik tuan muda. Kalau begitu saya permisi dulu," 


Lucifer mengangguk. Namun baru beberapa langkah Zack pergi, Lucifer menghentikannya karena teringat dirinya tidak memiliki ponsel.


"Pak Zack,"


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Zck berbalik badan, menghadap saat Lucifer memanggilnya. 


"Bisakah kamu mengantarkan ku membeli ponsel nanti?"


"Anda butuh ponsel, tuan?" Lucifer mengangguk. "Nanti saya akan menghubungi Tuan Evan, jika anda membutuhkan ponsel."


"Tidak perlu mengatakan padanya. Aku sudah banyak merepotkan nya. Aku ingin pergi sendiri. Pak Zack hanya perlu meminjamkan ku mobil untuk pergi,"


Zack diam, berpikir. Dia tidak bisa mengambil keputusan sendiri, bagaimanapun Tuan muda barunya dibawa oleh Tuannya, jadi semua harus ada persetujuan dari Tuan Evan.


"Saya akan berbicara kepada Tuan Evan terlebih dahulu. Jika Tuan Evan mengizinkan saya akan menyuruh supir untuk mengantarkan anda,"


Lucifer mengangguk, dia mengerti. Zack seorang kepala pelayan, tidak mungkin mengambil keputusan sendiri. Bagaimanapun Lucifer harus menghargai.


"Baiklah,"


Jam 7 malam, waktunya makan malam. Lucifer turun dan menuju ruang makan. Disana sudah ada beberapa Maid berdiri untuk melayani dan tak lupa Zack.yang tersenyum menyambut kedatangannya.


"Selamat malam tuan muda," sapa Zack dan menarik kursi, mempersilahkan Lucifer untuk duduk.


"Malam juga Pak Zack," balas Lucifer ramah dan duduk. 


Lucifer melihat meja makan, tampak kosong tidak ada orang yang duduk disana. Mungkinkah dia makan malam sendiri? Lalu dimana Evan, mungkinkah belum kembali?


"Apa Tuan Evan belum kembali?"


"Belum tuan muda. Tuan Evan jarang pulang, dia lebih banyak menghabiskan waktu di apartemen karena lebih dekat dengan kantor dimana Tuan bekerja," Lucifer mengangguk, mengerti. 


"Kalau begitu temani aku makam. Aku tidak suka makan sendirian."


"Tidak tuan, saya sudah makan barusan. Saya akan melayani anda dan menemani anda,"


"Duduk dan temani aku. Aku tahu Pak Zack belum makan."

__ADS_1


Zack tidak bergeming. Dia tetap berdiri di samping Lucifer.


"Duduk Pak Zack," perintah Lucifer dengan nada berubah. Terdengar berat dan dingin. Zack yang baru pertama mendengar nada tidak seperti biasanya menatap dengan diam. Zack merasa Lucifer seperti Tuannya,  bahkan lebih mengerikan saat mendengar nada suara itu. Dan dengan berat hati, Zack duduk di samping Lucifer. 


Lucifer hendak mengambil makanan untuknya sendiri, namun dengan cepat di tahan oleh Zack. Zack tidak ingin tuan mudanya melakukan itu, karena itu sudah tugasnya. 


"Biar saja yang mengambilkan nya tuan muda,"


"Aku bisa mengambilnya sendiri Pak Zack. Kamu ambil makananmu sendiri saja,"


"Tidak tuan muda. Ini sudah tugas saya. Jika Tuan Evan tahu, dia akan marah kepada kepada saya."


Lucifer menghela nafas dan menurut saja. Biarkan Zack mengambilkan makanan untuknya. 


Setelah makan malam berdua selesai, Zack menyampaikan apa yang dikatakan tuannya, bahwa tuannya memberikan izin untuk Lucifer pergi keluar membeli ponsel. 


Evan sebenarnya ingin memberikan sendiri, meminta anak buahnya untuk membeli ponsel untuk Lucifer. Namun karena tidak ingin terlalu mengekang,  Evan pun mengizinkan untuk Lucifer pergi. Tapi dengan syarat ada supir yang mengantarkannya.


"Tuan muda, Tuan Evan memberikan Izin untuk anda pergi, tapi dengan syarat anda harus diantar oleh supir,"


"Baiklah, siapkan mobilnya. Aku akan langsung pergi,"


"Baik tuan muda," 


Zack langsung memanggil supir untuk menyiapkan mobil dan mengantarkannya tuan mudanya pergi. Tak lupa Zack memberikan kartu yang diberikan Evan padanya sebelumnya, untuk berjaga-jaga jika Lucifer menginginkan sesuatu. 


"Tuan muda, ini kartu untuk anda. Tuan Evan sudah meminta saya untuk memberikan ini pada anda," ucap Zack saat Lucifer sudah pergi.


Lucifer menatap kartu di tangan Zack dan setelah itu menolak. 


"Tidak usah. Aku bisa membelinya sendiri."


"Tapi tuan muda," 


"Aku pergi dulu. Simpan itu dan kembalikan saja pada tuan mu," Lucifer masuk mobil dan mobil pun melaju meninggalkan kediaman Evan. Meninggalkan Zack yang diam dengan pandangan terus menatap ke arah mobil yang telah pergi.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung 


 


__ADS_2