PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Bertemunya Cucu dan Kakek


__ADS_3

Setelah puas menyiksa Bram dan Ana, Lucifer keluar dari ruangan itu. Di depan ruangan itu, Rey sudah menunggunya, memberikan sapu tangan kepada tuannya untuk membersihkan tangannya dari noda darah.


"Apa kalian menemukan si Alex itu?"


"Tidak tuan," jawab Rey mewakili anak buahnya. 


Lucifer diam, jika mereka tidak menemukan sudah pasti ada yang membantu Alex, tidak mungkin Alex bisa kabur dari anak buahnya jika tidak ada yang menolongnya. 


"Temukan dia."


"Baik tuan."


"Oh ya, bagaimana penyelidikan mu, apakah kakak ku benar di bawa oleh kelompok XLOVENOS?"


"Dari petunjuknya benar tuan. Mereka di bawa oleh Kelompok XLOVENOS,"


"Hubungi anak buah kita yang ada disana untuk memantau pergerakan Mafia XLOVENOS. Jangan sampai kecolongan dan mereka lebih dulu menyerang kita,"


"Akan saya lakukan tuan. Lalu bagaimana dengan kita, apa tetap akan disini atau kembali ke Amerika?"


"Kita kembali ke Amerika. Tapi sebelum itu aku akan menemui Pria tua," Rey mengangguk dan akan mengantar tuannya untuk menemui Abraham, merepotkan kembali pria tua itu untuk mengurus perusahaannya.


Lucifer kembali ke kediamannya, dia akan berbicara kepada Ezza tentang akan kembali ke Amerika. Namun saat Lucifer dan Rey sampai di kediamannya, mereka melihat dua orang asing duduk bersama dengan Ezza.


Kening Lucifer berkerut, bertanya-tanya siapa dua pria itu. 


Ezza yang melihat kedatangannya langsung menghampiri dan memeluk lengan kekasihnya.


"Siapa mereka?" Tanya Lucifer pada Ezza.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, hanya saja mereka ingin bertemu dengan mu. Katanya ada hal penting yang ingin di bicarakan pada mu,"


Lucifer mengangguk dan menghampiri mereka berdua. 


Dua pria yang tak lain adalah Jaxon Maven dan George Maven kini menatap Lucifer yang mulai mendekat. Jaxon yang melihat langsung berdiri, menyambut pemuda tampan yang di yakini adalah cucunya.


Saat Lucifer berada di depannya, Jaxon dengan cepat memeluk Lucifer, begitu rindu dengan cucunya yang tidak pernah bertemu. Lucifer yang melihat pria tua memeluknya, bingung. Dalam hati bertanya, siapa pria tua ini dan kenapa memeluknya, seolah mereka telah lama mengenal.


"Tuan,"


"Biarkan sebentar saja aku memeluk mu,"


Lucifer akhirnya diam, membiarkan pria tua itu memeluknya. George yang melihat hanya tersenyum kecil. Dia tahu ayahnya merindukan cucu yang tidak pernah di lihatnya. Penyelidikan yang memakan waktu begitu lama akhirnya tidak sia-sia, mereka menemukan keberadaan anak dari Joice, namun tidak dengan Joice karena wanita itu telah lama mati.


Setelah puas melepas rindu dengan cucunya, Jaxon melepas pelukannya dan menatap wajah tersebut. Wajah yang mirip dengan putrinya dan juga pria badjingan yang tidak bertanggung jawab. Ya, mata dan bibir Lucifer begitu mirip dengan ayahnya, Bobby Albern. 


Mereka duduk saling berhadapan. Lucifer terus menatap mereka berdua secara bergantian. Tidak mengenal sama sekali dua pria yang ada di hadapannya.


George yang mendengar tersenyum kecil. Dia akan menjelaskan siapa dirinya dan tujuannya menemui Lucifer. Sebelum itu George menoleh ke arah Jaxon, Jaxon mengangguk, mengizinkan putranya menjelaskan semuanya.


"Mungkin kamu bertanya-tanya siapa kami ini. Tapi kami datang karena ada suatu yang harus kami katakan dan jelaskan. Sebelum itu, aku akan memastikan terlebih dahulu, apa kamu bernama Lucifer Bramestyo?"


"Benar, itu saya,"


George tersenyum. Dia meminta anak buahnya memberikan map di bawanya, dan setelah itu menyerahkan pada Lucifer. Tidak mungkin dia langsung mengatakan tanpa adanya bukti. Oleh sebab itu, biarkan Lucifer membaca informasi itu terlebih dahulu.


"Bacalah, agar kamu tahu siapa kami,"


Kening Lucifer berkerut dengan mata menyipit, sebenarnya apa yang di inginkan mereka. Kenapa harus membaca sesuatu, apakah itu hal penting? Namun karena tidak enak menolak perintah itu, Lucifer mengambil map tersebut, membuka dan membacanya. 

__ADS_1


Baris demi baris di bacanya. Keluarga Maven? Lucifer menatap mereka, jadi mereka berasal dari keluarga Maven. Lalu Lucifer kembali membaca nya, kening Lucifer berkerut saat membaca nama Joice Maven. Kenapa nama Joice tidak asing di telinganya. Ah ya, dia pernah mendengar dari anak buah Bobby, Key, yang pernah menjelaskan tentang ibunya.


Geogre yang melihat wajah bingung Lucifer berkata, "Aku yakin kau pasti bingung bukan. Di dalam informasi itu ada nama Joice Maven? Dia adalah kakak ku, seorang wanita yang datang ke Indonesia dan menikah dengan pria bernama Bram Bramestyo,"


Lucifer langsung menatap George, Bram Bramestyo? Itu adalah nama ayah angkatnya yang baru saja di siksa.


"Lalu apa hubungannya? Bukankah yang menikah dengan Bram Bramestyo adalah Desha dan Ana, tapi kenapa menjadi Joice? Ya, Lucifer tidak menemukan siapa nama asli ibunya karena informasi itu benar-benar tertutup rapat. Entah bagaimana wanita itu menyembunyikan nya hingga membuat semua orang tertipu dengan baik olehnya. 


"Bukankah istri Bram Bramestyo bernama Ana dan Desha?"


"Ya, mereka berdua memang istri Bram. Tapi di antara mereka ada yang bernama Joice."


"Apa maksud anda Desha adalah Joice?"


George tersenyum dan mengangguk. "Desha adalah Joice." Jelasnya dan membuat Lucifer diam, berpikir. Jika Desha Joice bukankah mereka adalah…..


"Jadi..?"


"Ya, kau pasti mengerti maksud ku. Kau adalah anak Desha atau Joice yang berarti kau adalah keponakan ku, dan cucu dari Jaxon Maven," jelas George mengatakan jika Lucifer adalah bagian dari keluarga Maven.


Lucifer melihat kearah Jaxon. Jaxon tersenyum seolah menunggu cucunya memanggil dia kakek. Lucifer yang baru mendengar kenyataan jika dia masih memiliki keluarga dari ibunya sangat bahagia, inilah yang diharapkan selama ini, memiliki keluarga aslinya sendiri.


"Kakek," Lucifer tidak ragu lagi, karena dari informasi itu benar-benar asli, disana juga terdapat foto ibunya saat muda, foto yang sama yang dimilikinya saat mencari tahu seperti apa wajah ibunya. 


Jaxon yang mendengar Lucifer memanggilnya kakek tentu saja senang dan terharu. Air matanya tiba-tiba menetes, air mata kebahagian. Walaupun dia tidak bisa melihat putrinya lagi, tapi kini dia masih bisa melihat Lucifer, cucunya, anak dari Joice Maven.


.


.

__ADS_1


Bersambung 


__ADS_2