
Di ruangan lain, Farhat, Alex dan anak buah Bobby berkumpul. Mereka merencanakan apa yang akan mereka lakukan setelah ini. Mereka sudah mendapatkan kabar bahwa akan ada perang besar antara Bos mereka dan orang yang tidak mereka ketahui siapa itu, karena Bobby serta Bart tidak mengatakan jika orang yang akan berperang bersama adalah Lucifer, orang yang mereka kenal.
Mereka hanya tahu, Lucifer akan datang, tapi tidak tahu jika musuh besar Bobby adalah Lucifer.
"Apa kau benar-benar akan mengorbankan istri mu?" Tanya Alex pada Farhat.
"Tentu saja. Dia tidak berguna lagi. Lagian aku sudah ada wanita yang lebih cantik dan pintar dari pada wanita lusuh itu,"
"Kau cukup keterlaluan juga," ucap Alex tidak menyangka jika Farhat ternyata begitu jahat dan kejam, sampai rela mengorbankan anak dan istrinya sendiri demi mencapai kepentingannya.
"Lalu, apa yang membuat mu bergabung dengan mereka,"
"Aku ingin Lucifer saat datang kesini mati di tangan mereka. Aku tidak rela jika dia masih hidup sedangkan orang tua ku telah mati,"
Alex tahu jika kedua orang tuanya telah mati, bahkan kematian mereka karena ulah Lucifer. Dan lebih marahnya lagi, Lucifer membunuh ibunya dengan kejam. Membuang mayat itu di hutan dan di makan binatang buas.
Puk…
Bahu Alex di tepuk pelan oleh Farhat. "Percayalah dia akan mati setelah ini,"
Mereka yakin Lucifer pasti akan mati. Senyum seringai muncul di bibir mereka, tidak sabar melihat kematian Lucifer yang mengenaskan.
Pihak Steven Dan Morgan telah sampai, mereka kini sedang bersama dengan Bobby dan Bart. Bertemu dan berembuk, menyusun rencana untuk perang mereka nanti.
"Apa kau sudah tahu berapa jumlah pasukan mereka?"
"Aku tidak tahu, tapi ku rasa begitu banyak. Dan aku yakin pasti ada yang membantu mereka. Jadi saat melawan mereka, jangan sekali-kali kita meremehkan, karena aku tidak mau kekalahan ada di pihak kita." Jawab Bobby tidak ingin ada kekalahan di pihaknya. Jika sampai itu terjadi, pastilah Lucifer akan menertawakan dirinya.
"Baiklah. Lalu kapan kita akan memulainya," Tanya Steven.
"Secepatnya. Aku mendengar hari ini dia kembali ke sini. Aku yakin dia tidak sabar untuk membunuh ku, apalagi orang-orang tersayangnya ada bersama ku,"
"Sebenarnya apa masalah mu dengannya, sampai kau benar-benar ingin perang dengannya?" Tanya Morgan ingin tahu.
"Dia adalah putra ku," jawab Bobby
"Apa!!!" Morgan dan Steven tidak percaya dengan apa yang di dengar. Putranya Bobby? Tidak, pasti mereka salah mendengar. Sejak kapan Bobby memiliki putih. Dan anehnya jika itu Putranya kenapa mereka ingin berperang? Bukankah seharusnya seorang ayah dan anak akan akur, tapi kenapa ini tidak malah ingin saling membunuh.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau dan anak mu ingin saling berperang?" Tanya Steven penasaran.
"Kalian tidak perlu tahu apa alasannya. Bantu saja aku, maka kalian akan dapat hadiahnya."
"Baiklah," jawab Morgan dan Steven tidak berani bertanya lagi.
.
.
.
Sedangkan di tempat Markas LUCKECR berada, Lucifer sedang mendengar informasi yang di sampaikan anak buahnya yang diperintah memata-matai kelompok XLOVENOS.
"Saat ini mereka semua sudah berkumpul tuan. Baik kelompok Steven maupun Morgan semua sudah berada di markas XLOVENOS."
Lucifer menganggukkan kepala, mengerti. "Lalu apa kau melihat ada keluarga ku yang ditahan?"
"Untuk Nyonya Mesha, saya tidak melihat. Tapi satu yang saya lihat, dia seorang pria yang sedang terluka. Pria itu di bawa paksa dengan cara kasar tuan,"
"Apa kau mengenalnya?"
"Tidak tuan, saya belum pernah melihatnya dan saya juga tidak mengenalnya. Tapi mungkin saja anda mengenalnya,"
"Siapa?" Tanya Lucifer penasaran.
"Kalau tidak salah namanya Rifky,"
"Rifky?" Lucifer terkejut. Kenapa Rifky ada bersamanya. Mungkinkah hilangnya Rifky di rumah sakit karena mereka membawanya? Lalu kenapa mereka berlaku kasar? Bukankah mereka saling bekerja sama? Ini aneh, sepertinya ada sesuatu yang janggal disini. Sesuatu yang di lewatkan nya.
.
.
Keesokan harinya, Lucifer mengumpulkan semuanya. Adam, Evan, Jaxon, George dan juga Rey. Mereka akan membahas tentang penyerangan ke markas XLOVENOS. Nanti malam mereka akan mulai bergerak. Tidak ingin menunda lagi.
Lucifer melakukan penyerangan dengan cepat karena ingin mengejutkan mereka. Yakin mereka akan panik saat kelompoknya datang.
__ADS_1
Semua rencana di susun begitu rapi. Masing-masing kelompok di pimpin langsung oleh ketuanya. Adam memimpin kelompok 2 bersama dengan Evan. Dan George memimpin kelompok 3 bersama Rey. Sedangkan dirinya akan sendiri, karena yakin akan langsung menghadapi Bobby Albern nantinya.
"Apa kau yakin, kau akan sendiri?" Tanya George
"Ya, aku akan langsung melawan pria tua gila itu,"
"Baiklah. Tapi kau harus berhati-hati. Walaupun dia sudah tua, tapi kekuatannya tidak main-main. Bahkan aku jika berhadapan langsung akan kalah," ucap Adam mengakui Bobby bukan lawan yang bisa di remehkan.
"Aku tahu. Maka dari itu serahkan dia pada ku,"
Sesuai rencana malam telah datang. Semua anggota telah bersiap untuk melakukan pertempuran. Berbagai macam senjata sudah siap di tangan mereka masing-masing. Begitupun dengan Lucifer. Dia juga membawa beberapa senjata berbeda di tangannya.
Melawan Bobby bukan seperti melawan musuh lainnya. Karana Bobby sendiri sudah lama bergelut dan berkecimpung di dunia hitam, Yakin Bobby sudah hafal dan biasa melakukan perang dan pertarungan.
Lucifer berdiri di depan semua anak buahnya. Dia meminta untuk sekuat tenaga bertahan melawan musuh. Kalahkan musuh dan menangkan pertarungan. Suara semangat pasukannya menggema di tempat itu.
"Kalahkan!"
"Kalahkan!"
Mereka seakan tidak sabar untuk bertarung dan membunuh pasukan Mafia XLOVENOS.
Lucifer, Adam dan lainnya yang melihat semangat pasukannya tersenyum. Mereka yakin pertarungan ini akan di menangkan oleh mereka.
"Tunggu saja kematian mu pria tua sialan!"
.
.
.
Hai, otor ada novel baru lo. Jika berkenan boleh mampir ya.
Judulnya. SISTEM. Selir Buangan.
__ADS_1