PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Rencana Musuh


__ADS_3

Ana begitu kesal mendengarnya. Dia tidak menyangka anak haram itu akan berubah seperti itu, bahkan dia melakukan pembunuhan dengan kejam. 


Ana mondar-mandir di ruangan itu dengan gelisah, memikirkan apa yang dikatakan Lucifer barusan padanya.


"Tidak, ini tidak boleh terjadi. Tidak akan ku biarkan dia menyakiti keluarga ku."


Ana berpikir keras apa yang harus dilakukannya. Merasa buntu dan tidak ada jalan keluarnya,  Ana begitu geram. Dia membuat berantakan kamar tidur itu, membuang bantal dan selimut di lantai.


Argh….


"Dasar anak haram sialan!" Geramnya dengan emosi.


.


.


Anak buah Lucifer kini sedang memantau di sekitar bandara, mengintai anggota XLOVENOS yang akan datang. Sedangkan Lucifer sendiri berada di rumah bersama Ezza, menemani kekasihnya. Lucifer mempercayai semuanya pada anak buahnya, yakin mereka akan berhasil dan membuatnya bangga.


"Sudah pulang? Bagaimana, tidak terjadi sesuatu dengan mu kan?"


"Tidak akan terjadi sesuatu dengan ku, Ale. Kamu tidak perlu khawatir,"


"Baiklah, aku lega mendengarnya."


"Sekarang ayo tidur, aku lelah," Ezza mengangguk, dan mereka pergi ke kamar untuk istirahat, tidur bersama.


.


.


Di bandara, anak buah Lucifer yang melihat rombongan  kelompok XLOVENOS tiba, mereka tersenyum menyeringai. Waktunya melakukan tugas dan menyelesaikannya dengan cepat.


Anggota XLOVENOS meninggalkan bandara dengan menggunakan iring-iringan mobil. Sebelumnya mereka sudah menghubungi seseorang untuk menjemput dan membawa mereka ke tempat dimana mereka akan tinggal. Namun belum juga mereka sampai, kini mereka dikepung oleh sekelompok musuh yang di yakini adalah kelompok yang akan mereka tangani.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba terdengar suara tembakan mengarah ke arah mobil mereka 


Door….


Door….


Door….


Wuuus….


Tiit…..Tiit…..Tiit….


Booom…..Duuuar……


Sebuah bom kecil di lempar oleh anak buah Lucifer ke arah mobil depannya, Dan dalam sekejap mobil itu meledak, mengakibatkan beberapa penumpang di dalamnya mati seketika.


"Apa yang terjadi?" Tanya seseorang di lain mobil melihat mobil rekannya meledak.


"Ada penyerangan dari arah belakang, dan ku rasa dia adalah kelompok pria itu?"

__ADS_1


"Sialan! Berarti mereka tahu kedatangan kita?" Umpatnya tidak menyangka akan secepat ini mereka mengetahui. "Percepat mobilnya,"


"Baik,"


Mobil melaju semakin cepat untuk menghindari anak buah Lucifer. Namun saat sampai di perempatan jalan, sebuah Truk besar melintas secara tiba-tiba membuat mobil hitam yang berada di depan panik dan membanting setir agar tidak menabrak Truk tersebut.


Ciiiit….


Bunyi ban berdecit saat sang sopir menginjak rem dengan mendadak, membuat mobil berputar dan akhirnya menabrak sebuah pembatas jalan.


Braak….


Mobil yang lain yang berada di belakang yang melihat panik, mereka juga menginjak rem secara mendadak untuk menghindari tabrakan beruntun, tapi sialnya saat mereka menghindari, sebuah tembakan melesat ke arah mereka, mengakibatkan kaca-kaca mobil pecah dan berhasil menembus tubuh mereka. 


Ada sebagian yang masih bertahan dalam penyerangan itu, mereka mengambil senjata dan keluar dari mobil. Setelah mereka keluar, beberapa mobil tadi tiba-tiba meledak, mengakibatkan ledakan yang begitu besar, membuat api berkobar begitu tinggi.


Boom….


Duuar…..


Duuar…..


Anak buah Lucifer sengaja melakukan itu, membuat mereka mendapatkan kemenangan awal.


Beberapa anggota XLOVENOS yang selamat begitu geram dengan mereka. Berajinya mereka melakukan penyerangan terang-terangan seperti itu. Mereka tidak akan mengampuni dan akan membunuh semua anggota LUCKECR. 


Tanpa menunda lagi, mereka kini saling adu tembak. Anggota XLOVENOS dan Anggota LUCKECR kini saling berhadapan satu sama lain.


Door….


Door….


Door….


Anggota XLOVENOS yang berkurang banyak membuat Anggita LUCKECR yakin akan memenangkan pertarungannya. Senyum seringai terbit di setiap bibir anak buah Lucifer. Mereka berpikir, Anggota XLOVENOS begitu sangat lemah dan payah. Bahkan tidak membutuhkan waktu lama dalam menyerang, 20 menit melakukan penyerangan, mereka berhasil membunuh semuanya tanpa sisa.


"Ini akibat  kalian berani mencoba menganggu tuan ku,"


Door….


Satu tembakan menembus kepala hingga tembus, membuat kepala itu berlubang dan darah mengalir di kening.


Setelah membunuh mereka semuanya, mereka meninggalkan kekacauan itu begitu saja, membiarkan banyak korban tergeletak disana. Mereka yakin setelah ini polisi akan datang dan mengurus semuanya.


"Tuan, tugas sudah kami selesaikan," Pesan terkirim  ke nomor ponsel Rey.


Rey yang membaca, tersenyum kecil. Bawahannya benar-benar bisa di andalkan.


"Baiklah, kalian iatirahatlah,"


.


.

__ADS_1


Setelah berhasil membunuh anggota XLOVENOS yang datang keindonesia, Lucifer menjalani harinya dengan baik. Mengurus perusahaan, menemani kekasihnya dan tak lupa selalu mengunjungi kakaknya. 


Jika di Indonesia Lucifer dalam keadaan baik-baik saja, tidak dengan orang pria baya yang kini wajahnya menggelap akibat murka karena mendengar kabar dari bawahannya tentang apa yang terjadi. Ya, Bart yang menjelaskan semua apa yang terjadi tanpa kurang satu pun.


"Sialan! Anak itu benar-benar susah untuk di singkirkan. Bart, buat dia kembali lagi ke Amerika. Jika dia kembali itu akan mempermudah kita untuk membunuhnya. Aku tidak sabar membunuh anak sialan itu,"


"Baik tuan,"


Bart pun menghubungi seseorang, memberi perintah padanya untuk membuat Lucifer kembali lagi ke Amerika.


Seseorang yang di hubungi itu mengangguk. Dan kini dia sedang memikirkan caranya.


"Apa yang harus ku lakukan?" Gumannya berpikir keras.


Tiba-tiba terlintas pikiran licik di otaknya. Dia tersenyum menyeringai dan menghubungi seseorang. 


Orang itu mengirim pesan kepada seseorang untuk melakukan rencananya. Dan orang itu mengangguk. Kerja sama untuk membunuh dan menyingkirkan Lucifer membuat mereka benar rela melakukan apapun tanpa berpikir hal apa yang terjadi di belakangan nya nanti. Mereka yakin seyakin-yakinnya bahwa mereka bisa membunuh pria muda itu.


"Tangkap dia dan kirim pada ku."


"Baik tuan," 


Mereka yang di perintah langsung melakukan tugas tersebut. Menangkap seseorang. Sedangkan dari pihak lain kini juga mengirim dua orang ke tempat yang sama. 


Mereka melakukan dengan rapi tanpa di ketahui siapapun. Orang yang saling bekerja sama itu menyeringai. 


.


.


Ting….


Bunyi pesan masuk ke ponsel Lucifer. Lucifer yang baru saja bangun tidur dan membuka pesan itu tentu saja terkejut dengan apa yang di lihatnya. Dia tidak menyangka jika pelakunya adalah orang yang sangat di kenalnya.


"Tidak mungkin, ini pasti bohong."


 


Sebuah  pesan yang di kirim anak buahnya, sebuah foto yang memperlihatkan seseorang yang di kenalnya bersama dengan orang yang di bencinya, dan lebih parahnya lagi dia sedang bersama dua temannya yang keadaannya sedang kecau balau.


Ya, Bart mengirim dua teman Lucifer, Dion dan Hamdan ke indonesia atas permintaan seseorang.


Rahang Lucifer mengeras, tangannya meremat ponsel itu dengan kuat, matanya memerah dan menatap tajam. Dia begitu murka dengan apa yang di lihatnya.


Dasar Lak-nat!"


.


.


.


Maaf kemaren ga' Update, kepala otor pusing, sakit.

__ADS_1


__ADS_2