PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Pilihan


__ADS_3

Lucifer yang mendengar memutar bola matanya malas. Dan panggilan pun berakhir. 


"Kenapa dia semakin hari semakin cerewet, seperti wanita saja," gumam Lucifer.


Cukup lama menunggu, seorang pria dengan tergesa-gesa datang. Pria itu datang seorang diri dengan mimik wajah yang begitu khawatir. 


Saat pria itu ada di depan Lucifer, pria itu terkejut begitupun dengan Lucifer sendiri. 


"Tuan Lucifer,"


"Tuan James,"


Mereka seakan tidak percaya bertemu di tempat itu. Jika sebelumnya mereka akan bertemu, namun gagal. Tapi sekarang mereka malah bertemu, sungguh suatu kebetulan. 


"Tuan Lucifer kenapa anda ada di rumah sakit? Apakah ada anggota keluarga yang sakit?" Tanya James mengingat Lucifer membatalkan pertemuannya karena suatu alasan, dan mungkin alasannya adalah karena adanya pihak keluarga yang masuk rumah sakit.


"Saya menemani seseorang yang mendapat musibah," jawab Lucifer tentang gadis yang di tolongnya. Memang kenyataannya dia membantu.


"Anda membantunya?" Lucifer mengangguk, memang itu kenyataannya.


"Apakah itu keluarga anda?" 


"Bukan, bahkan saya tidak mengenalnya."


"Wah, sungguh baik sekali anda tuan. Selain anda sangat tampan, anda juga memiliki hati yang baik,"


"Baik?" Gumam Lucifer dalam hati membayangkan sebaik apa dirinya. Lucifer terkekeh, jika dirinya baik pasti dirinya tidak akan membunuh orang dengan kejam, tapi nyatanya dirinya senang membunuh orang.


"Anda bisa saja Tuan, saya tidak sebaik seperti yang anda kira."


"Anda terlalu merendah Tuan. Buktinya anda saat ini sedang menolong seseorang bahkan anda menemaninya."


Lucifer hanya menyunggingkan senyum kecilnya. Dia menatap Tuan James kenapa juga ada di rumah sakit, mungkinkah keperluannya juga berada di rumah sakit?


"Jika boleh tahu kenapa Tuan James juga berada di rumah sakit? Apa ada anggota keluarga yang sakit?"


"Keponakan saya berada di rumah sakit ini. Sebelumnya saya di hubungi katanya keponakan saya habis di serang oleh musuh, beruntung ada yang menolongnya. Saya datang karena mengkhawatirkan nya."


Lucifer yang mendengar diam, kenapa seolah cerita itu sama seperti yang dialami gadis yang ditolongnya. Tapi Lucifer tidak mengatakan sesuatu, ia takut tebakannya salah. 

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa jam, pintu ruang operasi terbuka. Seorang Dokter keluar, baik Lucifer maupun James datang menghampiri gadis tersebut.


"Bagaimana keadaan keponakan saya dok?" 


"Bagaimana keadaan gadis itu dok?"


Tanya mereka secara bersamaan, bertanya tentang gadis yang baru saja selesai di operasi. James yang mendengar langsung menoleh, menatap Lucifer. 


"Tuan Lucifer, apa orang yang anda tunggu adalah pasien yang baru saja dioperasi dokter ini?" Lucifer mengangguk, memang kenyataannya seperti itu. 


"Jadi…,"


"Ya, saya yang menolong gadis itu,"


Hahahaha…..James tertawa keras, sungguh sempit sekali dunia ini. Bahkan keponakan nya di selamat kan oleh orang yang di kenalnya. 


"Terimakasih tuan karena telah menolong dan membantu keponakan saya,"


"Sama-sama Tuan," jawab Lucifer membuat James senang. Dia semakin suka dengan pemuda tersebut. Walaupun baru kali pertama mereka bertemu, tapi James sudah menyukainya, menurutnya Lucifer pemuda yang menarik.


Baik James Dan Lucifer bertanya tentang keadaan gadis itu. Dan Dokter mengatakan bahwa gadis itu baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Beberapa hari perawatan dan istirahat yang cukup pasien sudah lebih baik dan di perbolehkan pulang.


"Tuan Lucifer, saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Mikaela jika anda tidak datang membantunya. Mungkin saja dia…."


"Mungkin ini sudah takdir dan kita bisa bertemu."


"Mungkin saja. Oh ya tuan, karena kita bertemu disini, kita bahas saja tentang apa tujuan kita sebelumnya sambil menunggu Mikaela siuman," Lucifer mengangguk setuju, lagian dirinya akan kembali dan entah kapan bertemu lagi dengan Tuan James.


"Baiklah, tuan James. Jadi menurut anda bagaimana. Anda sudah mendengar syarat yang saya ajukan kepada anda. Jika anda setuju, saya akan membantu anda."


James sebenarnya tidak keberatan dengan syarat yang diminta Lucifer, meminta separuh anggota kelompoknya untuk menjadi pengikut pemuda itu dan dengan imbalan akan membantu menghancurkan musuhnya, baik musuh dalam kelompok maupun musuh dalam bisnis. 


"Seberapa yakin anda bisa menghancurkan mereka?"


"80%, aku bisa menghancurkan semua bisnisnya dalam sekejap, dan untuk urusan menghancurkan kelompoknya anda bisa lakukan sendiri. Saat bisnis musuh anda kacau saya yakin kelompok itupun akan kacau karena bos mereka yang sedang sibuk dengan urusannya. Saat itu terjadi anda bisa gunakan untuk menghancurkan mereka,"


James diam. Mendengar peluang kemenangan hampir 100% dia cukup senang. Tapi apakah adiknya akan setuju jika syarat yang diminta itu separuh dari kekuatan mereka?


"Tuan Lucifer, sebenarnya saya setuju dengan syarat yang anda berikan apalagi saat mendengar kemenangan hampir 100%, namun masalahnya, apakah adik saya akan setuju dengan permintaan ini? Saya sedikit ragu."

__ADS_1


"Itu terserah anda, mau mempertahankan banyak nyawa atau kehilangan banyak nyawa. Semuanya ada di tangan anda dan adik anda itu. Tapi jika itu saya, lebih baik kehilangan separuh pasukan yang masih hidup dari pada kehilangan pasukan yang mati."


Semua yang dikatakan Lucifer benar adanya. "Baiklah, saya akan mengatakan ini kepada adik saya. Saat ini dia sedang terbang ke sini,  mungkin besok dia sudah datang. Dan saya akan menyampaikan pesan anda."


"Jangan menunda lagi, karena dua hari lagi musuh anda akan menyerang kelompok kalian,"


"Apa!! Dari mana anda tahu?" James terkejut mendengar Lucifer mengatakan jika musuhnya akan menyerang dua hari lagi.


"Beberapa pria yang menyerang gadis itu mengatakan padanya, bahwa dua hari lagi kelompoknya akan menyerang kelompok anda. Jadi sepertinya anda tidak bisa benunda nya lagi, dan terpaksa  harus menerima tawaran saya." Senyum seringai kecil muncul di sudut bibir Lucifer, namun James tidak melihatnya karena dia sedang memikirkan nasib kelompok yang dipimpinnya dan adiknya. 


Walaupun sebenarnya sedikit berat, tapi James tidak bisa melakukan apapun. Usia yang sudah cukup tua membuatnya tidak mungkin untuk turun langsung dalam bertarung. Dan hanya bisa mengandalkan anak buahnya.


Dirinya yang tidak menikah dan tidak memiliki anak dan hanya memiliki Mikaela membuatnya berpikir panjang, tidak mungkin menjadikan Mikaela seorang wanita memimpin kelompoknya, dia takut terjadi sesuatu dengan keponakan yang sudah dianggap anaknya sendiri itu. 


James tiba-tiba berpikir, bagaimana jika pemuda di depannya menggantikan mereka menjadi pemimpin sepenuhnya kelompoknya. Pikiran aneh tiba-tiba terbesit saat mendengar dua hari lagi kelompoknya akan di serang.


Mikaela yang terluka, dan adiknya yang akan datang membuat pikirannya buntu. Apa yang harus di lakukan?


"Bagaimana Tuan James?" Tanya Lucifer santai. 


"Sebenarnya saya masih sedikit ragu, jika saya menerima tawaran anda apakah anda bisa merawat anak buah saya?" 


Bukan tanpa alasan James bertanya seperti itu. Lucifer yang masih kuliah dan tidak memiliki latar keluarga terpandang dan kuat membuat James ragu dan was-was. Takut anak buahnya akan terlantar dan kecewa.


"Untuk masalah itu anda tidak perlu khawatir Tuan James. Saya sanggup menghidupi ratusan bahkan ribuan anggota sekaligus."


Tuan James diam dengan pandangan tak lepas dari Lucifer. Menyelidik, apakah yang di katakan Lucifer benar atau tidaknya. Namun saat melihat tatapan mata penuh percaya diri, James sedikit percaya. Tapi melihat informasi Lucifer yang hanya mahasiswa biasa, membuatnya ragu. 


Lucifer yang melihat keraguan itu mengeluarkan beberapa kartu yang ada di dompet nya yang berjumlah sekitar 7 kartu salah satunya kartu biasa yang digunakan sehari-hari agar tidak terlalu mencolok di mata orang. Dan lainnya kartu berwarna hitam, kartu tanpa batas. James yang melihat melongo, tidak percaya. Pemuda yang sepertinya hanya orang biasa ternyata memiliki kekayaan yang sangat banyak, yah walaupun uang yang di miliki bukanlah hasil dirinya sendirinya, melainkan merampok milik beberapa orang yang pantas di rampok. Seperti para koruptor atau orang-orang kaya yang pernah menyinggungnya. 


Benar-benar nakal…


.


.


.


Bersambung 

__ADS_1


__ADS_2