PEMBALASAN ANAK HARAM

PEMBALASAN ANAK HARAM
Merampok Uang kelompok XLOVENOS


__ADS_3

Hari yang tunggu tiba. Bobby, Bert dan anak buah lainnya kini sedang mengantarkan pesanannya pada seseorang, yang tak lain adalah seseorang yang menjadi klien Adam sebelumnya.


Mereka bertemu dan bertransaksi tentang barang ilegal mereka, narkoba.


"Ini barang yang anda minta tuan," Bobby berbicara pada Kliennya dan meminta anak buahnya menyerahkan barangnya yang berjumlah cukup banyak. 


Pria itu mengangguk dan meminta bawahannya untuk mengambil dan tak lupa menunjukkan uang yang dibawanya di dalam koper. Bobby yang melihat banyanya uang ada di depannya tersenyum, dan mereka akhirnya melakukan serah terima.


"Senang bekerja sama dengan anda Tuan," Bobby mengulurkan tangan. Dan mereka saling berjabat tangan. Senang saling bekerja sama.


"Saya pun juga senang bekerja sama dengan anda Tuan Bobby. Selain harga anda lebih murah, barang anda juga sangat bagus."


Bobby tersenyum senang akhirnya bisa mengambil dan membuat puas pelanggan Adam. Bobby akan melakukan yang terbaik agar semuanya berjalan lancar, dengan perlahan Bobby bisa menguasai semuanya. 


"Jika anda membutuhkan nya lagi, anda bisa menghubungi saya atau asisten saya,"


"Tentu saja."


Setelah transaksi mereka selesai, Bobby dan pria itu pergi meninggalkan tempat tersebut. Bobby di dalam mobil bersama Bert terus memperlihatkan senyum senangnya, puas akhirnya bisa merebut sebagian milik Adam.


"Tuan, sepertinya anda begitu senang hari ini?"


"Tentu saja Bert. Aku senang karena akhirnya bisa mengambil salah satu usaha milik Adam. Dan aku semakin tidak sabar untuk mengabik alih semua miliknya."


"Kita melakukannya harus dengan perlahan Tuan. Jika terburu-buru, saya takut mereka akan waspada,"


"Hmmm, kau benar. Oh ya, masukkan uang tadi ke dalam rekening yang biasanya. Minta anak buah mu untuk mengatur keuangan markas kita. Aku ingin kelompok kita semakin besar melebihi milik Adam."


"Baik tuan,"


Sebelum kembali, Bert mengirim sejumlah uang itu ke dalam rekening kelompok Mafianya. Dan sebagian diambilnya masih ke rekening pribadi dan juga ke rekening tuannya. 


Ting.


Nilai yang begitu fantastis masuk dalam rekening yang dipegang oleh bawahan Bert, seorang yang mengelola keuangan markas mereka. Nampak senyum mengembang di setiap orang karena berhasil bertransaksi dengan jumlah yang banyak dan menghasilkan milyaran dalam sekali kerja. 


Kebahagian itu tak hanya di rasakan oleh mereka. Seorang yang memantau juga ikut bahagia. Tangan yang lincah dalam beraksi di sebuah Laptop membuat senyumnya mengembang. Transaksi mereka berhasil dan kini waktunya mengeruk semua hasil kerja keras mereka.


"Hm, kalian boleh senang hari ini. Tapi tidak untuk malam ini," Lucifer menunggu tengah malam untuk bertindak. Saat jam itu akan lebih mempermudah dirinya bekerja, karena biasanya mereka akan tidur dan tidak terlalu memperdulikan ponselnya.


Lucifer tidak ingin mereka melihat Notifikasi yang keluar dari ponsel mereka saat Lucifer mengeruk uang mereka nanti.


Di markas XLOVENOS semuanya melakukan pesta karena keberhasilan bos mereka mengambil alih satu usaha musuhnya, VOLDEMORT.  Mereka berpesta ria dengan meminum banyak minuman alkohol membuat mereka malam itu mabuk.


Pukul 2 dini hari, Lucifer mulai bekerja. Menggerakkan jarinya dengan lincah di Laptopnya. Entah apa yang yang di kerjakan hanya Lucifer yang tahu karena Author pun tidak tahu dan tidak paham, sebab author hanya menghafal. Sejujurnya author tidak mengerti sama sekali. 

__ADS_1


Layar Laptop bergerak sangat cepat, banyak tulisan kecil muncul dengan kecepatan penuh. Namun mata Lucifer bisa menangkap setiap tulisan itu, seolah sedang memindai. 


Lucifer juga memasukkan beberapa kode untuk mengakses agar mempermudah melakukan aksinya. Dengan cekatan, dan tak butuh waktu lama, akhirnya Lucifer dapat mengakses nomor Rekening yang di tuju.


Ting.


Jumlah nominal uang yang sangat banyak hingga triliunan terpampang jelas di layar laptopnya. Senyum seringai muncul di bibirnya. Sungguh nilai yang sangat fantastis.


"Dasar kelompok bodoh, begitu gampangnya aku masuk. Bahkan tanpa ada perlindungan sama sekali. Mungkin memang mereka terlalu mengabaikan atau memang benar-benar bodoh."


Tanpa menunda lagi, Lucifer memasukkan nominal pertamanya untuk dirinya sendiri. Dia akan mencuri uang itu untuk dirinya dan mempergemuk ATM nya. 


Tik…tik….tik…


Lucifer memencet berapa angka, memasukkan jumlah yang akan di ambilnya.


Enter…..


Loading…..


1%.....5%.....


Proses yang begitu lama karena Lucifer mengambil jumlah yang sangat besar. Tak tanggung-tanggung, Lucifer mengambilnya dengan jumlah 10M, jumlah yang begitu banyak sampai-sampai begitu lama proses selesai uang itu masuk kerekeningnya.


Hah….mengehela nafas karena lemot. 


"Aku mengambilnya terlalu banyak, membuat nya sangat lama." 


Huaah….


Lucifer menguap karena memang ini dini hari. Seharusnya waktunya ia tidur tapi di gunakan untuk merampok isi ATM orang lain.


Cukup lama proses itu berlangsung, 99%. Akhirnya nunggu 1% selesai juga.


Done….


Sebuah tulisan jelas di layar laptopnya karena berhasil mengambil jumlah uang sebesar 10M.


Setelah melihat uang di kartunya bertambah, Licifer dengan cepat menghapus laporan yang mungkin saja masuk di ponsel targetnya tentang pengeluaran saldo. Dan setelah beres, Lucifer kembali mengambil uang dengan jumlah yang sama banyak nya dan di kirim langsung ke nomor Rekening yang di berikan Evan sebelumnya. 


Sama halnya dengan sebelumnya, Lucifer juga menunggu cukup lama dan akhirnya berhasil tanpa di ketahui oleh mereka. Jika saja mereka tahu, mungkin mereka sudah balik menyerangnya. Tapi ini tidak, di yakini pasti mereka tidak mengetahui dan ini benar-benar keberuntungannya.


Selesai….


Lucifer merenggangkan ototnya yang kaku dan setelah itu jeliar dari kamar sambil membawa laptopnya dan keluar menuju kolam renang. 

__ADS_1


Plung…


Laptop dengan harga mahal itu kini tenggelam di kolam karana Lucifer membuangnya begitu saja.


"Aku harus tidur. Jika tidak aku tidak bisa kuliah untuk hari pertama ku,"


Hoah….


Lucifer menguap dan kembali kekamar, langsung melempar tubuhnya dan tidur.


Pagi hari, Evan bangun lebih dulu. Dia sudah berpakaian rapi dan terlihat tampan. Evan membuka pintu, terlihat Lucifer masih tidur nyenyak di atas kasur King size nya.


Evan masuk, di lihtanya di atas meja terdapat kertas pemberiannya, namun tidak ada laptop di sana. Keningnya berkerut karena biasanya dia melihat ada laptop Lucifer berada di meja, namjn kali ini tudak ada. 


"Kemana laptopnya?"


Karena tidak ingin mengganggu tidur Lucifer, Evan turun dan menuju meja makan untuk sarapan pagi.


"Tuan," sapa Pak Zack 


Evan memgangguk dan duduk. Tak lupa Zack melayani, mengambilkan makanan untuk tuannya.


"Silahkan tuan,"


"Kamu sudah sarapan Pak Zack?"


"Sudah tuan, barusan." Jawab Zack. "Oh ya, dimana  Tuan muda Lucifer tuan?"


"Dia masih tidur, biarkan saja. Nanti jam setengah 8 bangunan dia, hari ini dia masuk kuliah,"


"Baik tuan. Oh ya tuan, tadi salah satu pekerja menemukan sebuah laptop di kolam. Apakah itu milik anda?"


Evan diam berpikir. Teringat Laptop milik Lucifer yang tidak ada. Mungkinkah itu milik Lucifer? Tapi kenapa ada di kolam? Apa Lucifer membuangnya?


"Hm…Buang saja dan hancurkan,"


"Baik tuan,"


.


.


.


Bersambung 

__ADS_1


__ADS_2