PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
LATIAN TAHAP DUA


__ADS_3

Momo hanya bisa menunduk pada wanita yang baru saja menegurnya.


dia tidak berani menatap wanita itu.


" Momo kembalilah ke tempatmu,tugasmu sudah selesai."


tanpa sepatah katapun Momo akhirnya meninggalkan mereka bertiga.


" kalian berdua selamat sudah menyelesaikan latihan kalian tahap pertama."


" apa tahap pertama?"


Cia tong lay dan Sein Bu berseru berbarengan,karena mereka masih baru menyelesaikan latihan tahap pertama.


" kenapa?apa kalian terkejut?"


" iya nona,latihan menghadapi Momo saja yang belum mengeluarkan kemampuanya kami sudah babak belur di buat Momo."


" memang benar,kalian bukanlah tandingan Momo andai dia mengeluarkan kemampuanya."


" sebegitu mengerikan kah kemampuan Momo sehingga dia di larang untuk mengeluarkan kemampuanya nona."


wanita itu hanya mengangguk,lalu dia mengajak sein Bu dan Cia tong lay untuk segera mengikutinya.


Cia tong lay dan Sein Bu hanya bisa mengharukan kepalanya tidak mendapatkan jawaban tentang kekuatan Momo sebenarnya.


mereka hanya bisa mengikuti nona itu ke suatu tempat yang cukup luas.


nona itu mengehentikan langkahnya,dan menoleh kesana kemari.


cia tong lay dan Sein Bu hanya mengikuti dan tidak berani untuk bertanya lagi.


" di sinilah latihan kedua kalian,dan kalian akan di temani oleh sahabat saya."


nona itu pun memanggil dengan suitan yang bunyinya sangat aneh.

__ADS_1


lalu munculah dua anak kecil kembar dengan warna baju yang sangat mencolok dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajah mereka.


" nata Nate,kalian punya tugas."


" tugas?"


Nate dan nata,saling berpandangan.mereka tidak menyangka sudah ratusan tahun tidak bertemu mereka mendapat tugas.


" benar nata dan Nate,kalian mendapat tugas untuk melatih dua manusia yang ada di belakang saya."


Nate dan nata melihat sein Bu dan Cia tong lay seakan ingin menelan mereka hidup hidup.


" Hem..baiklah,kami pikir kamu datang kemari ingin menemani kami bermain,ternyata membawa dua manusia untuk menjadikan mainan kami."


" nata Nate,ingat batas kemampuan yang akan kalian gunakan,jangan sampai kalian di hukum karena kalian tidak mampu menahan emosi kalian."


'' tenang sin sin,kami akan selalu mengikuti kata katamu,kami akan dengan senang hati mendapat mainan seperti manusia itu."


Cia tong lay dan Sein Bu hampir saja mendamprat mereka yang bernama nata dan Nate yang seenaknya mengatkan mereka adalah sebuah mainan.


wanita itu pun seperti biasa,pergi tanpa pamit dia menghilang seperti debu tertiup angin.


Cia tong lay dan Sein Bu hanya bisa saling pandang menatap makluk yang tubuhnya seperti anak anak yang ada di hadapan mereka.


'' apa yang kalian lihat manusia,sebaiknya kalian berdua mendekat ada sesuatu yang akan kami tunjukan pada kalian berdua."


Cia tong lay dan Sein Bu yang masih bingung,hanya mengikuti mereka.


tidak seperti Momo bocah kembar yang umurnya sudah ribuan tahun itu l nih mengasikan.


mereka yang selalu bercanda membuat Cia tong lay dan Sein Bu hanya bisa tersenyum melihat bocah kembar itu.


apa lagi saat mereka bertanya pada Cia tong lay dan Sein Bu tentang nama mereka.


Sein Bu dan Cia tong lay ingin rasanya menjitak bocah kembar itu.

__ADS_1


Cia tong lay di ganti dengan nama bolay sedangkan Sein Bu di ganti dengan nama sumbu.


sungguh membuat wajah mereka memerah,pendekar kenamaan yang namanya membuat dunia persilatan memperhitungkan ilmu mereka dengan sesuka hati bocah kembar itu menyebut nama mereka dengan bolay dan sumbu.


tetapi Cia tong lay dan Sein Bu tidak mau gegabah membuat bocah kembar itu tersinggung.


karena nata dan Nate sungguh m mbuat mereka terhibur dengan tingkah mereka seperti anak kecil.


" bolay..sumbu..,lihatlah dua tongkat itu coba ambilkan kedua tongkat itu sebelum kita bermain main."


ingin rasanya Cia tong lay dan Sein Bu menjitak bocah kembar itu.


dengan seenaknya menyuruh dan menyebut nama mereka yang sangat asing bagi mereka.


tetapi entah kekuatan magis apa mereka mengikuti perintah nata dan Nate seolah suara mereka memiliki kekuatan magis.


Sein Bu dan Cia tong lay berjalan mendekati kedua tongkat itu,dengan seenaknya mereka mencabut tongkat yang tertanam di tanah itu.


alangkah terkejutnya mereka saat tongkat itu tidak bergerak sedikitpun.


mereka pun mencoba menggunakan tenaga mereka tetap saja tongkat itu tidak bergerak sedikitpun.


Cia tong lay dan Sein Bu menjadi penasaran mereka kini menggunakan tenaga besar untuk mencabut tongkat itu,alangkah terkejutnya mereka walau sudah menggunakan tenaga sepenuhnya tongkat itu sedikitpun tidak bergerak.


Cia tong lay dan Sein Bu saling berpandangan,merekapun mencoba menggunakan tenaga dalam tetapi sedikitpun tongkat itu tidak bergerak membuat mereka menggunakan tenaga dalam sepenuhnya samapai tubuh mereka mengeluarkan keringat sebesar jagung tetap saja tongkat itu tidak bergerak.


Akhirnya Cia tong lay dan Sein Bu terduduk lemas karena kehabisan tenaga di samping tongkat yangvtertanam itu.


Nate dan nata tertawa sambil bergulingan dan memegangi perut mereka melihat Cia tong lay dan Sein Bu tidak dapat mencabut tongkat itu.


" dasar lemah,tongkat begitu saja kalian tidak dapat mencabutnya."


nata dan Nate pun mendekati mereka dan mencabut tongkat yang ada di samping mereka.


dengan mudahnya tongkat itu di cabut nata dan Nate tanpa kesulitan sedikitpun.

__ADS_1


melihat itu Cia tong lay dan Sein Bu hanya bisa terbengong tidak percaya.


__ADS_2