PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
PERTEMUAN YANG SANGAT MENGHARUKAN


__ADS_3

Para penduduk kota raja sangat menghormati sein Mey,dia adalah komandan dari pasukan khusus pengawal istana.


walaupun sein Mey adalah seorang wanita dia adalah anak dari jendral besar sein ji,jendral yang paling di segani di lingkungan istana.


sein Mey sudah dua tahun ini menjabat menjadi komandan pasukan khusus pengawal istana.


dia mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang militer.


akhirnya mereka sampai di gerbang istan,para penjaga melihat sein Mey langsung siap siaga memberi hormat pada komandan mereka.


saat sein Mey dan dan sein sudah berada di depan kediaman ayahnya,sein Bu pun yang sudah menjadi pendekar maha sakti tidak kuasa menahan air matanya ketika melihat ibunya sedang menggendong seorang bayi yang berumur setahun.


"ibu...."sein Bu berteriak dan berlari kearah ibunya.


nyonya Cong Li,atau ibu dari sein Bu begitu terkejut saat melihat pemuda tampan memanggilnya dengan sebutan ibu.


nyonya Cong Li menoleh betapa hatinya sangat terharu,anak kesayanganya telah tumbuh menjadi pemuda tampan dan sangat gagah.


" ibu.." sein Bu berlutut di depan ibunya .


sein Mey juga tidak bisa membendung air matanya,dia mendekati ibunya dan mengambil anak bayi yang ada di pelukan ibunya.


nyonya Cong Li lalu mengangkat punggung sein Bu dan memeluknya,pertemuan ibu dan anak selama sepuluh tahun membuat air mata mewarnai suasana itu.


walaupun sein Bu memiliki ilmu silat yang sangat sakti,hatinya juga merasakan kerinduan kepada ibunya yang telah melahirkan dirinya.


bagi sein Bu ibunya adalah segalanya,air matanya membasahi punggung ibunya dirinya sangat bahagia setelah sepuluh tahun menimba ilmu di pulau es.


" Bu er..kamu sudah besar,ibu sangat rindu padamu."

__ADS_1


" maafkan anakmu ini ibu,saya baru bisa mengunjungi ibu."


" mari masuk nak,ayahmu pasti akan sangat terkejut melihatmu."


"dimanakah ayah ibu?"


" ayahmu sedang mengadakan pertemuan di ruang utama istana dengan kaisar dan para pejabat lainya."


" pertemuan tentang apa ibu?"


" tentang masalah kekacauan yang sekarang marak di negri ini,kaisar memerintahkan para gubernur yang ada di wilayah untuk membantu para penduduk desa atau kota untuk mengamankan dari para pengacau."


" Hem..sepertinya masalah kekacauan ini telah terdengar oleh istana."


" benar Bu er..ayahmu setiap hari selalu saja mendapat kabar kalau setiap hari ada desa yang di bakar oleh para pengacau."


" Bu er..sebaiknya kamu bergabung dengan pasukan pemerintah untuk menyelamatkan orang orang yang tidak bersalah,ibu yakin ilmu yang di ajarkan oleh pamanmu sangat berguna bagi negri ini."


" baiklah ibu,saya akan memikirkan dahulu sebelum ayah pulang saya ingin bertanya,siapakah anak yang ibu gendong?"


" Bu er...ibu hampir terlupa,dia adalah keponakanmu dia anak dari encimu(kakakmu)"


" apa..kakak Mey,telah menikah?"


sein Bu hampir saja berteriak karena tidak menyangka kakaknya telah menikah."


" benar Bu er..kakakmu sudah menikah tiga tahun yang lalu,tetapi sayang."


nyonya Cong Li tidak dapat melanjutkan kata katanya,dia menunduk."

__ADS_1


" ada apa ibu?mengapa wajah ibu menjadi sedih?"


" ceritanya sangat panjang Bu er,suami dari me Mey harus tewas saat bertugas membasmi pemberontakan di wilayah Kinan."


" tewas ibu?"


sein Bu sangat terkejut mendengar suami dari kakaknya tewas dalam tugas meredakan pemberontakan.


" benar Bu er,tetapi ibu dan kakakmu bangga bahwa mantu ibu menjadi pahlawan bagi negara."


sedang asik bercerita,tampak pria yang sudah berumur setengah abad lebih datang dengan wajah penuh wibawa.


pakaian lengkap dengan baja yang terbuat khusus untuk seorang jendral besar.


wajah yang kusut menghiasi pria itu,sudah beberapa hari ini sepertinya kurang tidur karena memikirkan sesuatu yang sangat berat.


" ayah.."


sein Bu memanggil sebutan ayah kepada pria tua itu membuat pria tua itu terkejut.


" kamu...Bu er.."


sein Bu langsung memeluk ayahnya,tubuh ayahnya yang masih gagah dan tampak sedikit tua dari umurnya karena memikirkan Masalah yang berat di pikulnya.


ayah dan anak berpelukan sangat lama,air mata ibunya menetes dari pipi dan sangat terharu melihat suami dan anaknya berpelukan bahagia.


jendral sein ji sudah sangat lama merindukan kehadiran putra satu satunya yang mengemban ilmu bersama pamanya di pulau es.


sudah sepuluh tahun pula jendral sein ji tidak bertemu anaknya,yang membuat jendral yang sangat di segani di kekaisaran Han meneteskan air matanya.

__ADS_1


__ADS_2