
cia tong lay yang saat ini memberi semangat pada prajurit tampak tenang,dia tidak ingin terlihat gugup.
dengan kekuatanya sekarang dia mampu mendeteksi kekuatan yang sangat besar berada di tengah tengah biantang buas yang saat ini siap menerjang benteng kerajaan tiga negri.
jendral Kun long,sebagai jendral yang memimpin pasukan pemanah memerintahkan prajuritnya untuk tetap siaga.
" jangan mulai memanah karena saat ini,sasaran belum masuk kedalam target memanah.
karena itu akan membuat anak panah tidak tepat sasaran dan akan membuang anak anak panah dengan sia sia,paham prajurit?"
" siap jendral...."
jawaban begitu serentak membuat suasana kembali riuh,apa lagi gendrang besar yang tetap di bunyikan oleh pasukan pemukul gendrang agar prajurit yang sudah dua hari ini kurang tidur akibat berjaga jaga menunggu serangan dari para binatang buas itu tetap bersemangat.
" serang.."
Lang tung sen memberikan perintah langsung pada binatang binatang buasnya untuk segera melakukan penyerangan.
debu semakin tebal akibat,para binatang buas yang saling mendahului menyerang benteng kerajaan tiga negri.
pasukan pemanah yang di bawah komando jendral Kun long,sudah stanbay dengan anak panah di busur,mereka hanya menunggu perintah dari jendral Kun long untuk melepaskan anak anak panah itu,dan membuat hujan panah kepada para binatang buas yang sedang berusaha mendekati benteng kerajaan tiga negri.
" saatnya...lepaskan panah kalian..."
jendral Kun long memerintahkan prajurit panah segera melepaskan anak panah membuat hujan panah menuju ribuan binatang buas yang tanpa takut mati mendekati benteng."
Sungguh pemandangan yang mengerikan,walau hujan panah menuju puluhan ribu biantang buas, mereka tidak takut mati,bahkan banyak binatang buas itu harus rela mengantarkan nyawanya tetapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap menuju benteng kerajaan tiga negri.
__ADS_1
para parjurit terus melepaskan anak anak panah mereka,walau sudah ratusan bahkan ribuan binatang buas tergeletak tidak bernyawa tetapi para binatang buas itu tetap menerjang ribuan anak panah yang mengarah pada mereka.
" panglima Lao,sepertinya mereka sudah mendekat dan mungkin sebentar lagi mereka akan mencapai pintu gerbang kita panglima."
" segera perkuat pintu gerbang kita, pertahankan jangan sampai para binatang buas itu berhasil membobol pertahanan kita, karena itu akan membuat kita akan kerepotan."
" siap panglima,perintah akan saya jalankan."
" jendral A kiang yang membawahi pasukan tombak segera menambah pasukan untuk mempertahankan gerbang utama agar tidak di tembus oleh para binatang buas itu."
ribuan mayat binatang buas tergeletak mati,tetapi sungguh pemandangan yang sangat mengerikan,membuat para prajurit harus menghembuskan nafas mereka tidak tega milihat binatang buas seperti harimau,singa, beruang dan gorila yang mereka kagumi harus tertembus anak panah mereka.
walau demikian,walau teman temanya telah tewas tidak menyurutkan semangat para binatang buas itu untuk tetap mencapai benteng pertahanan tiga negri.
ribuan anak panah juga tidak henti hentinya menghujani para biantang buas yang tidak pantang menyerah,walau tubuh mereka di hujani dan terkena anak panah tapi kalau belum menembus jantung mereka,para binatang buas itu terus bergerak mendekati benteng berusaha untuk menembus benteng pertahanan kerajaan tiga negri.
para binatang buas yang sudah berada di luar benteng tiga negri juga di hujani anak panah,yang berusaha naik ke atas benteng atau mendobrak pintu utama pertahanan.
dia juga bergidik ngerinya menyaksikan betapa para binatang buas itu berjuang untuk terus menembus hujan anak panah yang di lepaskan prajuritnya.
" panglima Lao...sepertinya gerbang barat sudah rusak,dan saat ini hanya gerbang pelapis saja yang masih bertahan panglima."
" jangan sampai para binatang buas itu masuk jendral,sebaiknya lapisi gerbang dengan gerbang pelapis."
" tapi panglima,bukankah pelapis gerbang itu hanya untuk gerbang utama panglima."
" ini bukan waktunya berdebat jendral,karena keselamatan prajurit kita di gerbang barat lebih utama dari pada harus diam menyaksikan gerbang itu hancur di dobrak oleh biantang buas itu jendral."
__ADS_1
" maaf panglima,perintah akan saya lakukan,mohon undur diri dahulu."
pelapis gerbang yang terbuat dari baja murni untuk keadaan darurat sengaja di buat untuk pelapis gerbang utama harus di alihakan untuk gerang di daerah barat yang telah rusak dan hanya gerabng pelapis mungkin tidak kuat menahan serangan para binatang buas itu.
**
" suamiku apa yang harus kita lakukan?"
putri Lao nan yang sangat khawatir mulai bingung apa yang harus dilakukanya, sedangkan kekuatanya telah hilang."
" tenanglah,ini hanya pengalihan agar kita tidak fokus dengan seseorang yang saat ini tersenyum manis dengan membawa sebuah tongkat komando yang ujungnya ada sebuah bola kristal biru."
" seseorang,apakah dia manusia iblis suamiku?"
" siapapun dirinya,dialah yang membawa binatang binatang ini kemari istriku."
cia tong lay yang masih fokus pada Lao tung sen yang berdiri di tengah tengah para binatang buas tersenyum manis seolah menikmati kecemasan para prajurit dan perwira kerajaan tiga negri.
" sebaiknya saya akan mencoba membuat para binatang buas itu sedikit menjauh istriku,karena sepertinya gerbang utama mulai rusak."
" hati hatilah suamiku."
cia tong lay dengan cepat bergerak ke gerbang utama,yang mulai rusak oleh para binatang buas yang tidak pernah takut akan kematian.
dengan sekali lompat dia melewati ratusan prajurit yang berusaha membentuk formasi tombak agar para binatang buas tidak bergerak leluasa.
" mundurlah kalian,aku akan membuat para binatang buas ini menjauh dari gerbang utama ini."
__ADS_1
cia tong lay menggunakan jurus angin topannya ciptaan gurunya sin liong
jurus yang jarang sekali di gunakan,tetapi jurrus ini cukup ampuh untuk membawa ribuan binatang buas itu terlempar jauh kebelakang hingga membentur tubuh teman temanya sendiri.