
Dong fang su sangat jijik melihat kakek itu memakan daging tikus mentah dengan lahapnya membuat dirinya hampir muntah,tetapi rasa keinginan untuk muntah tidak terbendung.
dengan cepat dia berlari tanpa iya sadari tubuhnya telah pulih benar,gerakanya juga begitu ringan hanya hitungan detik dia telah sampai keluar gua dan memuntahkan isi dalam perutnya.
walau hanya sedikit,tetapi itulah isi perut yang tersisa.
kakek itu heran melihat anak muda itu berlari dan memuntahkan isi perutnya.
" Hem..kenapa kau anak muda,sepertinya kamu sedang lapar?
kakek itu memberikan sebuah tikus pada dong fang su.
Hem..apakah aku masih hidup ataukah sudah mati,dong fang su lalu menampar wajahnya sendiri sehingga dia pun berteriak kesakitan akibat dia menampar terlalu keras dan wajahnya sedikit lembam.
melihat itu,kakek tua itu tertawa terpingkal pingkal karena ulah dong fang su yang sedikit aneh.
" apa yang kau lakukan anak muda?apakah kau sudah menjadi gila?"
Dong fang su sangat dongkol pada kakek aneh itu,ingin rasanya mengumpat kakek tua itu tetapi di sangat berterima kasih pada kakek aneh yang telah menyelamatkan hidupnya dari maut.
" Dimanakah ini kek?dan tempat apa ini?"
" Hem...sepertinya kamu sudah gila atau lupa ingatan?bukankah kamu sendiri yang datang kemari?kenapa kamu bertanya pada saya?"
Dong fang suenjadi bingung,sepertinya kakek aneh ini tidak nyambung untuk di ajak bicara.
baiklah kek,saya akan pergi dari sini.
Dong fang su pun hendak melangkahkan kakinya dan ingin meninggalkan kakek tua itu.
__ADS_1
" Tunggu anak muda,terimalah pedangmu ini."
pedang hitam itu meluncur dengan sangat deras,ke arah dong fang su dan di tangkap dengan manis olehnya.
dong fang su sedikit kaget,tanganya menjadi sakit saat menangkap pedang itu karena pengaruh dari lemparan dari kakek aneh yang menggunakan tenaga dalam.
" Terima kasih kek"
walau hatinya mengumpat karena tangannya kesemutan saat menangkap pedang hitam,diapun pergi meninggalkan gua itu.
Dong fang su terus berjalan menyusuri tempat itu,dan selalu saja menemukan gua diamana kakek aneh itu berada.
hampir setengah hari bahkan dia sudah menggunakan kekuatanya untuk berusaha mencari jalan keluar tetapi tetap saja dia masih berada di luar gua itu.
Saat Dong fang su mulai kelelahan,dia mencoba beristirahat dan sedikit menahan lapar,karena sudah beberapa hari tak sadarkan diri,membuat perutnya keroncongan.
" Hem..kenapa kamu masih di sini anak muda?bukankah kamu ingin pergi sejak tadi?"
" Sudah sepuluh kali saya ingin meninggalkan tempat ini kek,tetap saja saya selalu kembali ke sini kek?"
" he he he he.."
kakek aneh itu tertawa terkekeh melihat dong fang su yang sedang kebingungan.
hal inilah yang membuat dong fang su semakin dongkol,karena selalu di tertawaan kakek aneh itu.
" Anak muda,apakah kamu tidak pernah mendengar jurang neraka?"
dong fang su hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Dasar bodoh..,pengetahuanmu sangat dangkal,jurang neraka yang di takuti di dunia persilatan saja tidak tau."
kakek itu mengumpat dong fang su.
" maaf kek,memang saya tidak pernah mendengar jurang neraka,bahkan guru saya sendiri mungkin tidak pernah mendengar jurang neraka."
" Hem..apakah jurang neraka sudah di lupakan oleh dunia persilatan?"
kakek aneh itu bertanya sendiri.
" Siapa gurumu anak muda?"
" guru saya BOK yin me yang di kenal oleh dunia persilatan bidadari patah hati."
kakek aneh itu berusaha mengingat pendekar wanita bidadari patah hati.tetapi dia belum pernah mendengar pendekar wanita itu.
" Hem..sepertinya saya sudah terlalu lama di sini sehingga saya tidak tau,banyak pendekar bermunculan di luar sana."
" maaf kalau boleh tau,siapakah kakek ini?"
" sampai sekarang saya juga tidak pernah mengetahui namaku,tetapi dahulu saya di kenal oleh dunia persilatan adalah pendekar tanpa nama."
Bagaikan di sambar petir,Dong fang su mendengar nama gelar kakek itu.
dong fang su mundur beberapa langkah,walau dia di didik sangat keras oleh bok yin me,tetapi dia juga manusia,memiliki rasa takut.
Pendekar tanpa nama,yang di kabarkan telah menghilang atau tewas,beberapa ratus tahun yang lalu kini berada di hadapanya.
sungguh membuat dong fang su bergidik ngeri,karena mungkin kakek di hadapannya adalah hantu pendekar tanpa nama.
__ADS_1