
sein Bu yang sudah kembali ke rumahnya langsung menemui ayahnya yang masih tergeletak sakit,tampak di sampingnya tabib Lin qio sedang berbicara serius dengan ayahnya.
" ayah...kakek Lin..."
" Bu er...kamu sudah kembali."
" iya ayah..saya sudah mengantongi beberapa nama."
tetapi sein Bu sangat terkejut saat jendral sein ji bangkit dari tempat tidurnya,dia tidak percaya ayahnya sudah bisa bangkit karena sudah beberapa tahun ini ayahnya hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur.
" kenapa Bu er?apakah kamu terkejut?"
sein Bu hanya bisa menganggukan kepalanya.
" Bu er..selama ini ayah hanya bersandiwara,ayah melakukan ini hanya untuk mengetahui siapa dalang sesungguhnya,saat ayah menghadapi perjamuan itu,filing ayah sudah tidak enak,dan saat ayah mencium jamuan yang mereka berikan ayah mencium racun yang aneh.akhirnya ayah sengaja membuang makan ayah kedalam jubah ayah tanpa mereka ketahui."
" jadi ayah selama ini?"
" maaf nak..ayah selama ini telah membohongi dirimu,tanpa sepengetahuan yang lain ayah juga bergerak,hanya inilah kesempatan ayah untuk menangkap mereka yang sangat kuat."
sein Bu hanya menarik nafasnya dalam dalam,begitu banyak pertanyaan yang ingin dirinya katakan pada ayahnya,tetapi satupun tidak dapat di ucapkan.
sein Bu akhirnya mohon pamit untuk keluar dari kamar itu,dia pergi kehalaman rumahnya tanpa menutupi wajahnya.
malam yang semakin larut,membuat pikiranya sangat kacau.
ayahnya yang sangat di hormatinya telah membohonginya selama bertahun tahun walau dia tau,bahwa ayahnya memiliki alasan yang telah di jelaskan oleh ayahnya.
tetapi rasa kecewanya begitu sangat besar.
hingga sebuah tangan menepuk punggungnya,tangan yang sangat lembut yang sejak kecil sudah membelanya itulah tangan nyonya Cong pin.
" Bu er...apa yang kau pikirkan nak?apakah kamu kecewa sayang?"
" ibu...mengapa harus begini,apa salahku ibu?kenapa ayah sangat tega?"
" Bu er..maafkan ayahmu nak,demi kecintaannya pada negara dia harus merelakan berbaring selama bertahun tahun di pembaringan,hanya untuk mencari siapakah yang selama ini biang keladinya yang membuat negara ini menjadi seperti ini."
" tapi ibu,bukankah ayah sebaiknya jujur pada saya,itukan lebih baik ibu?"
" Bu er...ini demi keselamatan negara sayang,percayalah ayahmu tidak bermaksud apa apa dengan anak kesayangannya."
" benar nak...maafkan ayah."
sein Bu dan nyonya Cong Li berbalik badan tampak ayahnya sesnag tersenyum padanya.
" ayah..tidak sepantasnya ayah minta maaf dengan saya,keegoisan saya membuat ayah menjadi bersalah."
" tidak nak,ayah pantas meminta maaf padamu nak,dan sebentar lagi mereka akan menghadapi tiang gantungan."
" bagaimana bisa ayah?"
" sekuat apapun mereka,ayah sudah mendapatkan bukti buktinya."
__ADS_1
" kaisar memasuki ruangan...."
sebuah teriakan prajurit memberitahukan pada mereka kalau kaisar muda memasuki ruangan menemui mereka.
" salam yang Mulya."
keluarga sein menjatuhkan diri berlutut memberi hormat pada kaisar muda.
" bangunlah.."
" terima kasih yang Mulya."
" komandan sein,ini semua rencana saya menjadikan ayahmu menjadi pesakitan saat siang hari,dan malam hari ayahmu berusaha mencari bukti-bukti penghinatan mereka."
" jadi kaisarlah yang menyusun rencana ini?"
" benar komandan sein,saya memerintahkan jendral sein ji untuk mengungkap tabir dari para penghianat di istana ini,ketahuilah komandan sein sama seperti ayahku,saya tidak dapat menghukum siapapun tanpa bukti yang kuat pada para penghianat."
" tapi yang Mulya,saya telah membunuh beberapa orang yang telah berkhianat pada yang Mulya."
" saya sudah tau komandan sein,pengawal setiaku telah membututi dirimu dan pergerakanmu selama ini."
" apa..."
sein Bu hampir saja tidak percaya,bagaimana mungkin dia tidak mengetahuinya,kalau selama ini dia telah di mata mata'i oleh pengawal pribadi kaisar,sungguh ilmunya sangat hebat,bahkan sein Bu yang pernah belajar di alam dewa tidak mengetahuinya.
" jangan terkejut komandan sein,di atas langit masih ada langit,walau saya masih sangat muda saya banyak belajar dari para guru tentang dunia persilatan,suatu saat komandan sein akan bertemu dengan dirinya."
**
" mana tuan wa? mengapa dia tidak hadir tuan yan?"
" ampun yang mulya permaisuri,saya sudah menghubunginya tetapi tuan wa sepertinya sedang asik dengan para wanitanya."
" Hem...dasar bandot tua,saya akan menghukumya."
" permaisuri mengapa saya di panggil kemari?"
" tuan yan,apakah anak itu telah menyerah?sebaiknya tuan yan segera menghabisinya."
" saya sudah siapkan 10 ribu prajurit untuk menyerang benteng sasaka permaisuri,besok pagi mereka akan bergerak menuju benteng sasaka."
" kaisar memasuki ruangan..."
prajurit penjaga berteriak,membuat permaisuri dan tuan yan mengerutkan dahinya,tidak biasanya kaisar datang menemui mereka.
" salam yang Mulya."
keduanya berlutut memberi hormat.
" bangunlah."
permaisuri dan tuan yan bangkit,hampir saja mereka mati berdiri saat melihat kaisar yang di dampingi oleh jendral sein ji.
__ADS_1
sungguh ini membuat mereka sangat terkejut,bagaimana mungkin jendral sein yang selama ini sakit dan tidak dapat bangkit sekarang berdiri sangat gagah di samping kaisar dengan pakaian lengkap.
" kau jendral sein.."
tuan yan tidak dapat melanjutkan ucapanya karena langsung di potong oleh kaisar muda.
" kenapa?apakah kalian terkejut dengan kehadiran jendral sein?"
" tidak yang Mulya,kami ikut senang karena jendral sein telah sembuh dari penyakitnya."
" baguslah..kalau kalian ikut senang,saya akan memperkenalkan dengan seseorang mungkin kalian akan terkejut."
sein Bu pun memasuki ruangan,membuat tuan yan dan permaisuri kembali terkejut,wajah mereka pucat mereka tidak menyangka sein Bu yang saat ini berada di benteng sasaka telah muncul di hadapan mereka.
sungguh membuat mereka seakan tidak percaya,dengan apa yang mereka lihat,bahkan tuan yan mencoba menampar wajahnya apakah ini mimpi melihat sein Bu berada di hadapannya.
" kenapa?apakah kalian terkejut,orang yang akan kalian lenyapkan telah berada di hadapan kalian."
" yang Mulya,apa apaan ini?"permaisuri dengan wajah tidak senang membantah sang kaisar.
" kalian tidak bisa menyangkal lagi,kedok kalian selama ini telah terbongkar.
pengawal tangkap mereka."
para pengawal yang sudah siap di luar ruangan segera masuk dan mengepung permaisuri dan tuan yan untuk segera di tangkap.
tetapi saat mereka berdua akan ditangkap,sebuah hembusan angin yang hangat membuat para pengawal terpelanting akibat pukulan orang yang baru saja hadir di ruangan itu.
" pendekar sung,kau datang tepat waktunya,bunuh kaisar dan jendral tua itu."
sung cay atau lebih di kenal pendekar tapak bumi segera menyerang kaisar muda,jarak mereka sangat dekat sehingga sein Bu yang jauh beberpa tombak ingin menahan pukulan pendekar sung pada kaisar
jarak yang begitu dekat tidak memungkinkan sein bu untuk menolong kaisar walaupun dengan ilmu meringkan tubuhnya apakah penyerang kaisar juga memiliki kecepatan hampir setara dengan sein Bu.
" awas kaisar..."
hanya itu yang bisa keluar dari mulut sein Bu.
blam...duar...
ruangan itu bergetar hebat,bahkan atap atap rumah berjatuhan pecah akibat getaran yang sangat dahsyat..
pendekar sung mundur beberapa langkah,tampak dia memegangi dadanya yang sesak.
sementara seseorang yang tidak di kenal saat ini sedang berada di hadapan kaisar,sedikitpun dia tidak terluka atau bergerak sama sekali dari tempatnya.
dialah Liu Ong kakak dari kaisar muda,dia juga anak dari almarhum kaisar Liu Li hok tetapi dari seorang selir.
Liu Ong lah yang selama ini menjadi pengawal pribadi kaisar muda.
" lindungi kaisar."
jendral sein segera memerintahkan para pengawal segera melindungi kaisar muda.
__ADS_1