
Dong fang su akhirnya mendapat tambahan tenaga dalam dari Pendekar Tanpa nama,walau hanya dasar dari tenaga dalam dari pendekar tanpa nama tetapi dia merasakan kekuatan yang sangat besar,bahkan kekuatanya menjadi berlipat ganda.
Dong fang su pun menungggu hari hari dimana,Pendekar tanpa nama selalu memberikan hawa murninya kepada dirinya,walau dirinya selalu tersiksa tetapi kini dia merasakan kekuatanya semakin besar dan dirinya bertambah kuat.
***
Sementara Pasukan kerajaan yang mengalami kemenangan dari pasukan aliran hitam berpesta pora,mereka di jamu oleh kerajaan dan di beri penghargaan sebagai pahlawan perang serta kenaikan gaji oleh kaisar.
kini negri Han menjadi tentram dan damai,karena sebagian para sekte aliran hitam yang biasanya mengacau dan memeras para penduduk kini tidak berani menampakan diri,setelah kekalahan dari pasukan kerajaan mereka lari ke gunung gunung dan ke lembah lembah menghindari pasukan kerajaan yang berusaha menangkap mereka.
saat ini aliran hitam menjadi sangat lemah,karena ketua mereka setan hitam sudah tewas,mereka menjadi sangat lemah sehingga harus hidup di gunung dan di lembah lembah jauh dari kejaran pasukan kerajaan.
Cia tong lay yang sudah beberapa kali membantu kerajaan dari dari penghiantan dan pemberontak,di anugrahi menjadi pahlawan,namanya di catat dalam sejarah negri Han sebagai pahlawan.
Sein Bu dan Cia tong lay pun di panggil oleh gurunya untuk segera ke pulau es,ada sesuatu yang ingin di bicarakan pada mereka.
Kedua saudara perguruan itu pun berangkat dari kota raja ke pulau es yang jaraknya cukup jauh.
mereka bercerita tentang pengalaman satu sama lain dimana mereka telah memperlajari kitab yang menjadi kunci ilmu yang di inginkan oleh setiap pendekar di dunia persilatan.
Akhirnya mereka pun tiba di pulau es,setelah menjalani perjalanan yang sangat jauh dari kota raja.
tampak cia Bu Ki yang sedang bermain dengan sin Yuan Li langsung berlari kearah mereka.
Sin Yuan Li langsung memeluk sein Bu sedangkan cia Bu Ki memeluk ayahnya yang sudah lama pergi dan meninggalkan.
" Ayah..kenapa ayah lama sekali?Bu Ki rindu dengan ayah."
" Ki er..sekarang ayah sudah kembali,ayah membawa oleh oleh buat kamu."
Cia tong lay memberikan hadiah sebuah mainan yang di belinya di kota raja.
Mendapat hadiah dari ayahnya,cia Bu Ki sangat senang sekali dan langsung memamerkan pada yuan Li yang sepertinya sedang cemberut karena tidak mendapat hadiah dari Sein Bu.
__ADS_1
" kenapa wajahmu masam begitu adik Li?"
goda Sein bu. yang melihat Yuan Li cemberut dengan dirinya.tetapi Yuan Li tidak menjawab,dia hanya membuang muka kepada Sein Bu.
Sein Bu pun mengeluarkan sesuatu,kalung yang terbuat dari permata indah,lalu di serahkan pada Yuan Li.
awalnya Yuan Li malu menerima hadiah dari Sein Bu karena sudah terlanjur memasang wajah cemberut,tetapi melihat kalung permata yang sangat indah Yuan Li Langsung menyambar dan lari kedalam istana pulau es.
Melihat tingkah gadis tanggung itu Sein Bu hanya bisa menggelengkan kepalanya tersenyum,yuan li adalah adik misanya yang tumbuh besar bersamanya.
Cia tong lay sambil menggendong Cia Bu Ki,lalu mengajak Sein Bu untuk bertemu guru mereka kedalam istana pulau es.
tetapi saat ingin memasuki istana pulau es,mereka melihat di ujung barat sudut istana pulau es tampak seorang lelaki separuh baya sedang bersemedi di sebuah batu yang di lapisi es dengan rambut tidak di ikat.
mereka pun menunda untuk masuk dan langsung melangkahkan kakinya ke tempat gurunya yang sedang bersemedi
Cia tong lay menurunkan anaknya untuk segera menemui ibunya di dalam istana pulau es.
Saat mereka sudah dekat,Sin liong membuka matanya dan melihat kedua muridnya dengan wajah tersenyum.
" Suhu..kami sudah datang."
Sein Bu dan Cia tong lay berlutut di depan guru mereka.
" Selamat buat kalian yang telah membantu pemerintah menumpas pemberontakan yang telah terjadi di negri Han,bangunlah ada sesuatu yang saya sampaikan pada kalian berdua."
Sein Bu dan Cia tong lay pun berdiri di hadapan Sin liong,mereka menunggu apa yang di ingin di sampaikan pada guru mereka.
" Coba lihatlah pulau yang sangat kecil di ujung sana?"
Sein bu dan Cia tong lay melihat sebuah pulau yang di tunjuk oleh guru mereka.
walau tampak sangat kecil mereka dapat melihat pulau itu tidak seluruhnya di lapisi es.
__ADS_1
" Ada apa dengan pulau itu suhu?"
Sin liong menarik nafasnya dalam dalam,lalu dia kemabali berkata pada kedua muridnya itu.
" Di sanalah kakek buyut kita sedang menunggu kalian berdua."
" Kake buyut?"Cia tong lay dan Sein Bu hampir bersamaan.
" Benar..kita adalah keturunan dari kakek buyut Lung kian,atau dahulu di kenal dewa segala ilmu."
" Apa.."
mereka tidak percaya bahwa mereka punya garis keturunan dari pendekar yang sangat legenda itu.
" Awalnya suhu juga terkejut,tetapi inilah takdir maha kuasa kita di satukan oleh sebuah peristiwa yang tidak kita duga."
" Mengapa kakek buyut Lung kian menunggu kami berdua di sana suhu?"
" Karena tugas kalian belum selesai muridku."
" Tugas?"sein Bu dan Cia tong lay saling berpandangan.
" Ya..tugas kalian masih belum selesai,ada suatu hal yang belum kalian ketahui,bahwa pedang hitam akan kembali membawa bencana."
" Pedang hitam?apa yang terjadi dengan pedang hitam suhu?"
Cia tong lay seakan tidak percaya apa yang di katakan oleh guru mereka.
" Maaf muridku,kali ini suhu tidak dapat memberitahukan pada kalian berdua,biarlah kakek Buyut Lung kian yang akan menyampaikan pada kalian berdua."
Sein Bu dan Cia tong lay menjadi sangat penasaran,tetapi mereka tidak mau menanyakan kembali pada guru mereka karena mereka sangat menghargai guru mereka yang menjadi panutan bagi mereka.
" Baiklah suhu kami akan kepulau itu dan akan menanyakan pada kakek buyut Lung kian."
__ADS_1
" Pergilah muridku,keselamatan dunia persilatan ada di tangan kalian berdua."
Sein Bu dan Cia tong lay pun berpamitan pada guru mereka dan langsung menuju pulau tersebut.