PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
LAO NAN SIUMAN.


__ADS_3

saat Cia tong lay masuk tanpa dia sadari panglima Lao Tze masuk keruangan itu,panglima Lao Tze terharu melihat menantunya yang hanya beda 15 tahun dari umurnya memeluk putrinya yang dalam keadaan kritis akibat harus mengorbankan dirinya dan kekuatanya untuk memusnahkan manusia iblis yang tidak lain kakek luarnya sendiri.


sungguh sangat mengharukan,saat panglima Lao Tze akan meninggalkan ruangan itu,karena dirinya tidak ingin menggangu sepasang pengantin itu.


dia mendengar suara putrinya sedang merintih kesakitan dan memanggilnya.


" ayah...ayah..."


walau hanya terdengar sangat halus,tetapi panglima yang pendengarannya sangat terlatih dapat mendengar sangat jelas.


panglima Lao Tze kembali membalikan tubuhnya,dia melihat jari jari anaknya bergerak,cia tong lay juga merasakan kalau istrinya akan siuman dari komanya bebarap hari ini.


cia tong lay melepaskan pelukannya dan membaringkan tubuh Lao nan.


ada perasaan canggung ketika Cia tong lay melihat mata Lao nan terbuka.


senyum kebahagiaan terpancar di bibir Lao nan.walau mereka tidak saling cinta saat mereka harus mengorbankan diri mereka demi kelangsungan kehidupan manusia di tiga negri ini.


setelah mereka terikat oleh ikrar janji suci untuk saling mencintai,timbulah benih benih cinta di hati cia tong lay dan Lao nan.


" suamiku...saya sangat bahagia hari ini."


suara yang lemah keluar dari bibir Lao nan,membuat cia tong lay tersenyum.


istri mudanya telah siuman dari komanya.


" putriku...kau sudah siuman?"


Lao Tze yang berada tidak jauh dari mereka mendekati Lao nan yang masih terbaring lemah.


" ayah..mendekatlah."


Lao nan memanggil ayahnya,sekarang di dekat Lao nan dua lelaki yang sangat di sayangnya sedang memperhatikannya,walau rambut Lao nan kini sudah memutih seperti cia tong lay,tetapi kecantikannya tidak berubah.


wajah cantiknya tampak semakin dewasa,sehingga Cia tong lay baru menyadari istri mudanya betapa cantiknya saat tersenyum.


Lao Tze memeluk tubuh putrinya,dan dia melirik pada Cia tong lay untuk segera memeluk Lao nan.


kini mereka bertiga saling berpelukan.


betapa sangat mengharukan,andai saja di ruangan itu ada orang lain selain mereka ,pasti air mata mereka tidak dapat di bendung dengan keharuan yang terjadi pada hari itu.


**

__ADS_1


perjalanan fang su dengan sein Bu sangat melelahkan,walau sein Bu menuntun fang su untuk melesat dengan kecepatan yang luar biasa,sein Bu merasakan keterkejutannya.


kakek buta itu sanggup mengimbangi kecepatanya,sungguh di luar dugaan bagi sein Bu.


walau demikian sein Bu sangat senang mendapat teman yang mampu mengimbangi kecepatanya.


fang su juga terkejut,saat dirinya masih menjadi pendekar pencabut nyawa,jarang sekali dia menemukan kecepatan seperti ini.


melihat dari gaya dan suaranya,fang su hanya menilai bahwa pemuda itu masih berumur dua puluh tahunan,tetapi ilmunya sudah mencapai tahap sempurna,bahkan kecepatanya yang di banggakan selama ini masih kalah jauh dari dirinya.


fang su tidak sadar,bahwa pemuda di dekatnya adalah salah satu yang membuat dirinya buta saat dirinya harus mengakui kehebatan lawanya.


mungkin dengan Cia ting lay,fang su sangatengenalnya karena tubuh cia tong lay yang mengeluarkan harum bunga mawar di tubuhnya,tetapi ini sein Bu hanya beberapa kali bertemu,dan tidak bisa mengenal fisik sein Bu dengan penciuman hidungnya.


" tuan...sebaiknya kita berhenti,sudah dua hari ini kita berlari tanpa berhenti."


sein Bu pun menghentikan larinya,di ikuti fang su.


" kakek...di gurun pasir ini di manakah kita akan beristirahat?yang ada kita akan mengalami dehidrasi karena kita sudah menghabiskan perbekalan air."


" tuan..,saya mencium aroma masakan dari sini,sebaiknya kita pergi menuju kesana."


Hem...sein Bu berusaha mencium aroma masakan yang di ucapkan fang su,tetapi dengan penciuman yang telah terlatih sein Bu sama sekali tidak dapat merasakannya,dia menatap fang su yang masih menikmati aroma masakan.


" kek...apa kakek mengigau,di gurun seperti ini adakah orang memasak?seprtinya lelah membuat kakek jadi banyak berilusi"


fang su langsung melesat kearah aroma masakan yang ada di gurun pasir itu,walau sein Bu tidak percaya tetapi dia juga mengikuti fang su yang terus menggunakan kecepatanya.


beberapa menit kemudian,sein Bu sangat gembira,ternyata kakek ini tidak bohong tampak sebuah atap rumah di tengah tengah gurun pasir,yang tampak kokoh.


akhirnya sein Bu dapat merasakan juga aroma masakan yang sangat sedap yang keluar dari sebuah rumah yang tidak lain restoran tiga negri.


merekapun menghentikan langkahnya tepat di pintu masuk restoran tiga negri,tampak cai bo sai yang baru saja membersihkan restoranya langsung menyambut kedatangan sein Bu dan fang su.


" selamat datang tuan muda,silahkan masuk dan nikmatilah masakan kami."


" terima kasih tuan,kami ingin memesan makanan tuan."


" baiklah tuan muda,bagaimana kalau tuan muda mencicipi arak buatan kami,rasanya sangat enak tuan muda."


" tidak tuan,saya tidak minum arak."


" he he he...tuan..walau kamu tidak minum arak,tetapi saya suka arak tuan."

__ADS_1


fang su sedikit menggaruk punggungnya,sudah sangat lama dia tidak minum arak,ketika dia mencium arak yang sangat wangi,di sudut restoran yang tertata rapi.


rasa dahaga ingin meminum arak timbul dengan sendirinya.


" baiklah tuan,saya akan ambilkan arak terbaik buat tuan."


fang su Lang sung menegguk arak yang ada di hadapanya langsung dengan gucinya,membuat wajah fang su memerah.


sein Bu hanya tersenyum melihat tingkah laku kakek fang yang tidak lain dong fang su,yang dahulu orang yang sangat berbahaya.


sein Bu melahap makanan di meja,rasa lapar selama bebrapa hari membuat,hidangan di meja hanya sekejab saja sudah habis.


" tuan muda,sepertinya tuan muda bukan orang tiga negri,apakah tuan muda bersal dari negri Han?"


cai bo sai,mulai bertanya karena dia merasa curiga dengan kedatangan orang orang Han yang bebebrap hari lalu pergi bersama putri Lao nan.


" benar tuan,kami dari negri Han,kami ingin ke negri tang karena ada urusan yang sangat penting."


" Hem.. beberapa hari yang lalu,ada juga orang Han mampir ke sini."


wajah sein Bu tampak sedikit berubah,saat cai bo sai menyebut ada orang Han yang singgah di restoran tiga naga ini.


" apakah tuan mengenal orang Han itu?"


" saya tidak mengenalnya,tapi sayang dia sudah pergi dengan putri Lao nan."


" putri Lao nan?"


" benar tuan muda,putri Lao nan adalah putri dari panglima Lao Tze."


" apakah tuan mengingat wajah orang Han itu?"


" ya saya mengingatnya,rambutnya putih walau mungkin umurnya tidaklah tua,mungkin hanya terpaut beberapa tahun dari saya."


" kakak cia..."


sein Bu menyebutkan marga kakaknya,membuat fang su tersedak seakan nama itu sangat di kenalnya.


" saya tidak tau namanya,kalau boleh tau gerangan apa tuan muda mencarinya?"


" dia adalah kakak seperguruanku tuan."


fang su seakan tidak percaya,ternyata selama ini orang bersamanya adalah orang yang menyebabkan dia buta.

__ADS_1


tetapi fang su tidak ingin membuat keadaan kacau,dan membuat sein Bu curiga dan mengenali dirinya.


cai bo sai pun menceritakan,keadaan bebrapa hari lalu,entah mengapa dia sangat suka dengan gaya sein Bu sehingga dia menjelaskan kejadian beberapa hari lalu tanpa sedikitpun harus ditutup tutupi.


__ADS_2