PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
PENYIKSAAN PADA TUAN WA TAO.


__ADS_3

Pong Kao akhirnya menceritakan dan memberitahukan pada sein Bu bahwa dia dipaksa untuk melakukan ini semua.


Pong Kao mau tidak mau harus melakukanya agar nyawa dan keselamatan keluarganya terjamin serta jabatannya akan naik bila rencana mereka telah berhasil.


sein Bu pun telah mengantongi satu nama lagi,hari ini dia akan membawanya ke rumah ini agar manusia laknat itu mau mengaku siapa dalang sesungguhnya.


dengan tanpa kasihan tuan Pong Kao kepalanya di penggal oleh sein Bu dan tubuhnya di bakar dengan pukulan inti api sehingga jasadnya hangus menjadi debu.


sein Bu melakukan ini dengan terpaksa, karena orang orang seperti Pong Kao memang harus di musnahkan agar mereka tidak menyusahkan rakyat lagi.


**


sein Bu dengan hati hati, mendatangi rumah pejabat wa Tao,penjagaan di rumah ini sungguh sangat ketat,membuat dirinya heran.


apa yang terjadi,bukankah selama ini rumah para pejabat hanya butuh sepuluh penjaga mengapa di rumah pejabat wa memiliki 40 penjaga,sepertinya ada yang tidak beres batin sein Bu.


ternyata setelah kabar tin Feng dan benteng sasaka di rebut kembali oleh sein Bu,pejabat wa Tao yang tau kemampuan sein Bu menambah para pengawal rumahnya untuk di tambah agar dia terhindar dari bahaya.


walaupun sejuta dan seketat apapun penjagaan di rumah tuan wa Tao,bukan sein Bu namanya bila dia harus menyerah.


dengan jurus serat jiwa yang di pelajari dari kitab serat jiwa sein Bu dengan mudah melewati para penjaga tanpa di ketahui oleh mereka .


sein Bu yang langsung menuju kamar tuan wa Tao,langsung menyergap tuan wa Tao yang sedang istirahat siang.


tanpa kesulitan sein Bu pun membawa tuan wa Tao yang sepertinya dirinya juga di totok jalan darahnya oleh sein Bu.


" dimana aku,siapa kau beraninya kamu menculik aku."


itulah ucapan pertama kali saat tuan wa Tao sadar dirinya sedang di culik oleh orang yang tidak di kenal.

__ADS_1


tetapi saat sein Bu membuka topeng yang ada di wajahnya dirinya sangat terkejut,pemuda yang sangat di kenalnya,anak musuh politiknya yang saat ini menjadi kambing hitam untuk mengamankan posisinya telah berdiri memandang wajahnya dengan sangat dingin.


" sein Bu...mau apa kau? apakah kamu sadar apa yang telah kau lakukan?"


" tuan wa Tao..atau lebih di kenal tuan yang Mulya wa Tao,pejabat yang mengurusi keuangan dan harta negara,apa kabar?"


" lancang kamu sein Bu,ingat batas batasmu?"


" ha ha ha....tuan wa Tao,apa kah kamu sadar kamu berada di mana?di sini tidak ada batas antar kau dan aku,dan sebentar lagi kamu juga akan menyusul sahabatmu tuan Pong Kao di neraka."


" apa...kau telah membunuh Pong kao?tidak mungkin ini tidak boleh terjadi."


tuan wa Tao menjadi merinding saat dia mendengar tuan wa tao telah tewas.


keringat jagung membasahi tubuhnya,sungguh dia tidak percaya ternyata apa yang di takutkan selama ini terjadi,di saat tin Feng telah tertangkap sein Bu akan mengejarnya sampai ke istana.


" kenapa tuan wa Tao?apakah kamu terkejut?"


" aku telah memenggal kepalanya,dan tubuhnya saya hancurkan hingga menjadi debu."


sein Bu pun menunjuk kepala tuan Pong Kao yang tergantung di sudut ruangan.


membuat tuan wa Tao bergidik ngeri,dia memejamkan matanya saat melihat kepala tuan Pong Kao yang matanya melotot seakan tidak rela dirinya di bunuh.


" kejam..kau sangat kejam sein Bu,bukankah selama ini kau adalah pendekar golongan putih?perbuatanmu sama saja seperti golongan hitam."


" apakah hanya golongan hitam yang boleh membunuh tuan wa Tao?orang orang seperti kalian pantas mendapatkan kematian seprti ini,karena kalian telah menyengsarakan rakyat dan menghancurkan negara."


" tidak..ampuni aku sein Bu,saya tobat saya tidak akan mengulanginya kembali."

__ADS_1


" Hem...orang orang sepertimu telah banyak saya jumpai tuan wa Tao,baiklah saya akan mengampunimu dan berjanji tidak akan membunuhmu apabila hatiku lagi enak."


" terima kasih sein Bu."


" nanti dulu,jangan berterima kasih dulu tuan wa Tao,sekarang kamu jujur siapakah dalang semua ini?"


" sein Bu..saya tidak dapat mengatakanya,mohon maafkan saya."


" baiklah..sepertinya tuan lebih senang bila saya memaksa."


" ampun sein Bu,jangan sakiti saya.."


baru saja tuan wa Tao menyelesaikan bicaranya tangan kanannya telah hilang akibat sabetan dari pisau sein Bu membuat jerit kesakitan dari tuan wa Tao.


tangan kanan tuan wa Tao putus sampai pergelangan membuat darahnya mengucur deras,tuan wa Tao meraung kesakitan.


entah bagaiman sein Bu melakukanya tiba tiba tanganya telah mengelinding di lantai.


tuan wa tao berguling guling kesakitan,tetapi saat dirinya masih menahan rasa sakit sebuah suara yang sangat di kenalnya hadir di tempat itu.


" kejam...sungguh sangat kejam..."


" tuan Yong..selamatkan nyawaku.."


Yong kin pendekar bayaran dari tuan yan yang di tugaskan untuk mencari tuan wa tao yang menghilang, segera mencai ke seluruh kota raja.tetapi dirinya tidak dapat menemuinya hingga akhirnya di memutuskan untuk mencari ke luar kota raja.


dirinya merasa curiga saat mendengar jeritan dari dalam hutan dan berhasil menemukan sebuah rumah yang di dalamnya sein Bu dan tuan wa Tao.


diapun mendobrak pintu itu dan melihat tuan wa Tao sedang menahan sakit saat kehilangan tangan kanannya saat di potong oleh sein Bu.

__ADS_1


" pergilah tuan...sebelum kau menyesal."


sein Bu berkata pada Yong kin agar segera meninggalkan tempat itu dengan wajah yang sangat dingin.


__ADS_2