
setelah kepergian sein Bu,tin Feng yang masih bergidik dengan senyuman sein Bu masih bergidik,apa yang akan di lakukan sein Bu masih menjadi pertanyaan tin Feng di dalam hatinya.
tidak lama kepergian sein Bu,kembali pintu sel terbuka,tampak wajah yang dahulu di siksanya sehingga dia tega mengkebiri pria yang ada di hadapanya.
tin Feng sangat pucat,ini lebih mengerikan dari sein bu sang predator.
wajah komandan dang sun yang dahulu pernah di siksanya tersenyum sangat sinis kepadanya sehingga ketakutannya membuat sekujur tubuhnya berkeringat dingin.
" mau apa kau kemari?apa yang akan kau lakukan?"
" ha ha ha...seperti yang pernah kau lakukan padaku,aku juga akan melakukannya padamu tuan yang Mulya tin Feng."
dang sun sengaja membuat tin Feng ketakutan,dia menari nari dengan sebuah pisau yang sangat mengkilat di tangannya.
sungguh membuat tin Feng semakin gemetar,
" pergilah....mana komandan sein Bu,saya akan berkata jujur padanya."
" kenapa tuan?mengapa terburu buru, kita belum bermain main,saya sangat menunggu momen seperti ini."
" tidak...jangan dekati aku pergilah...saya..
komandan sein.....lepaskan saya,jauhkan orang ini dari saya komandan sein..."
tin Feng yang berteriak seperti orang gila,dia meraung Raung memanggil sein Bu.
tetapi dang sun yang semakin tertawa melihat ketakutan dari tin Feng seakan teriakan tin Feng adalah sebuah nyayian bagi dang sun.
" tuan tin Feng,coba kau lihat ini,apakah kau mengenal pisau ini?pisau yang dahulu kau buat aku menderita seumur hidup kini akan kembali padamu tuan tin feng."
" tidak pergi jangan dekati aku pergi..."
ketakutan tin Feng semakin menjadi jadi,apa lagi saat dang sun yang mulai sangat dekat dan berbisik di telinganya membuat seakan yang berbisik itu adalah malaikat maut yang sedang mempermainkan nyawanya.
" jangan tuan..ampuni aku.."
tin Feng menangis,dan memohon ampunan dari dang sun membuat dang sun yang seakan penuh kemenangan,dia menari sambil tertawa seakan menambah ketakutan tin feng.
cras...
akhckh.....
teriakan tin Feng menggema,saat dang sun mulai menggerakan pisaunya kearah bagian bawah tubuh tin Feng,membuat celana tin feng harus melorot.
sehingga kini hanya celana dalam saja yang menutupi bagian bawah tin Feng.
yang membuat tin feng menjadi bertambah ketakutan.
" pisau yang sangat bagus,tuan tin Feng hanya sekali gerak pisau ini membuatmu sangat takut,apakah kau masih ingat tuan tin Feng?saat kau siksa aku,dan kau buat kau cacat seumur hidupku,adakah belas kasihan yang kau berikan padaku tuan Ting Feng?"
kini wajah dang sun yang sebelumnya tersenyum dan tertawa kini berubah sangat menyeramkan,wajahnya begitu dingin memandang tin Feng.
__ADS_1
membuat tubuh tin Feng mulai di basahi keringat dingin sebesar jagung, wajahnya kian memucat,kejadian seperti ini tidak pernah terbayang di pikiranya,dimana orang yang dulu di siksa kini orang itu yang akan menyiksa dirinya.
beruntung tin Feng,saat ketakutan yang sudah di luar batasnya,tin Feng mengalami pingsan akibat ketakuatan yang membuatnya tidak sadarkan diri.
melihat tin Feng pingsan,sein Bu yang sejak tadi melihat dari kejauhan Kembali keruangan itu,dan mendekati dang sun yang sepertinya emosinya sudah tidak terkendali lagi.
" tuan dang,sadarlah..biarkan dia,kamu bisa menyiksanya kembali saat dia sudah sadar."
" komandan sein,maafkan saya mungkin saya sudah sangat kelewatan mempermainkan dirinya,tetapi..."
dang sun tidak bisa melanjutkan kata katanya,dia sangat segan dan sangat menghormati sein Bu.
" Hem saya tau apa yang kau rasakan tuan dang,saya tidak melarang dirimu untuk membalas dendam padanya tetapi ingat,sebelum dirinya mengatakan siapa dalang semua ini,saya harap tuan dang dapat menahan rasa emosi tuan."
**
seharian tin Feng sudah tidak sadarkan diri,saat dia tersadar tenggorokan nya terasa sangat kering,dia ingin sekali minum air tetapi tubuhnya yang terikat oleh rantai yang kuat membuat dirinya tidak dapat bergerak dengan sangat leluasa.
dia memandang di selilingnya,keadaan terasa sangat sepi,orang yang sangat di takuti ya komandan dang sun juga tidak ada membuat dirinya merasa sangat lega.
dia berusaha meraih air minum yang di tinggalkan di dekat diri nya, dengan susah payah dia meraih sampai kedua tanganya terluka akibat rantai yang semakin ketat untuk meraih air minum.
diri nya sangat senang saat telah berhasil meraih guci berisikan air minum,tetapi wajahnya berubah saat guci itu ternyata kosong membuat dia memecahkan guci itu dan berteriak sekuat tenaganya.
" kenapa tuan tin Feng?apakah kau menginginkan ini?"
komandan dang sun masuk dengan membawa air minum yang ada di tanganya.
" tuan..tolong berikan air itu, tenggorokan saya sangat haus."
" baiklah ambilah ini."
dang sun memberikan air minum itu pada tin Feng,dan langsung di tenggak oleh tin Feng.
" bagaimana rasanya tuan dang?"
" terima kasih tuan,walau sedikit asin"
" apakah kamu tau itu air apa tuan dang?itu adalah air seni saya..ha ha ha ha..."
" apa..kau..."
tin Feng yang mengetahui itu air yang di minumnya adalah air seni dang sun memuntahlan isi perutnya.
wajahnya pucat,karena dahulu inilah yang di berikan kepada dang sun.
ketakutanyan bertambah ketika dang sun kembali mengeluarkan pisau padanya.
" tuan tin Feng,seperti yang kau lakukan padaku hari ini aku akan melakukannya padamu bersiaplah."
" jangan tuan,aku mohon jangan lakukan itu padaku."
__ADS_1
" ha ha ha...dahulu aku juga memohon padamu,apa kau memperdulikan permohonan ku?tidak tuan tin Feng,kau justru membuat aku menderita seumur hidup."
" tidak..ampunilah aku,jangan kau siksa aku."
" komandan dang sun,mundurlah."
suara yang di harap tin Feng kini muncul,membuat dirinya sedikit lega dengan kehadiran sein Bu.
" komandan sein tolong jauhkan dia dariku."
" hem..baiklah tuan tin Feng,saya akan menjauhkan tuan dang sun saat kau berada di dekatku."
sein Bu melirik pada dang sun,membuat dang sun meninggalkan tempat itu.
" komandan sein,lepaskan diriku aku akan mengatakan siapa yang telah membuat rencana ini semua."
" katakanlah.."
" mendekatkan komandan sein."
tin Feng pun membisikan seseorang di telingan sein Bu,membuat sein Bu menaikan alisnya seperti tidak percaya.
" apakah yang kau katakan ini benar tuan Ting Feng?"
" saya berani bersumpah saya tidak berbohong."
" baiklah tuan tin Feng,terima kasih atas informasinya.
sein Bu pun membalikan tubuhnya dan pergi meninggalkan tin Feng.
saat sein Bu baru beberapa meninggalkan tin Feng,komandan dang sun muncul membuat tin Feng kembali wajahnya memucat.
" komandan sein bukankah kau sudah berjanji padaku untuk melepaskan diriku setelah memberitahukan nama pejabat itu padamu."
sein Bu membalikan tubuhnya,dia tersenyum pada tin Feng.
" tuan tin Feng,saya tidak pernah berjanji padamu untuk melepaskanmu."
" bukankah dirimu berjanji akan menjauhkan orang ini dariku."
" kamu benar tuan tin Feng,saya berjanji akan menjauhkan komandan dang sun menjauh darimu saat kau berada di dekatku."
sein Bu pun pergi begitu saja dan hanya mendengar jeritan tin Feng yang mengeluarkan sumpah serapah pada dirinya.
komandan dang sun kembali mendekat pada tin Feng yang wajahnya kembali pucat seperti mayat, senyuman komandan dang sun seakan senyuman malaikat maut,membuat dirinya gemetaran.
tin Feng hanya bisa berteriak memohon ampun pada dang sun,tetapi teriakan tin feng seakan nyayian bagi dang sun dan terus menyiksanya seprti dahulu yang pernah dilakukanya.
**terima kasih pada teman teman yang telah memberika koin dan poinnya,semoga teman teman di berikan kelimpahan rezeki yang melimpah.
sekali lagi terima kasih banyakππππ**
__ADS_1