
" perbuatan yang sangat kejam dan biadab,ini tidak bisa di biarkan."
tampak wajah sein Bu yang biasanya dingin dan lembut menjadi tegang, dirinya menahan kemarahan yang sudah memuncak akibat perbuatan para prajurit negeri tang yang telah menyiksa komandan dang sun sampai di kebiri.
tak terasa tangan sein Bu mengegenggam bahu dang sun sehingga dang sun menjerit kesakitan membuat sein Bu tersadar dan meminta maaf pada dang sun.
**
keesokan harinya,sein Bu dan para prajurit pasukan khusus bergerak,mereka tidak bisa berdiam diri saja di tempat persembunyiannya sementara bekal makanan mereka sudah sangat menipis.
dengan adanya dang sun di tengah tengah mereka,yang akan menuntun mereka ke benteng sasaka dengan sangat mudah.
dengan di persenjatai lengkap,pasukan khusus yang berjumlah 100 orang yang di pimpin oleh sein Bu,bergerak ke benteng sasaka.
dimana benteng sasaka sedang gempar dengan hilangnya komandan dang sun yang di jaga sangat ketat.
para prajurit benteng sasaka yng sebagian besar adalah parjurit negeri tang,mendapatkan hukuman yang sangat berat dari Tin feng selaku komandan benteng sasaka yang berhasil merebut benteng sasaka dari komandan dang sun.
para prajurit yang bertugas malam itu di hukum seberat beratnyankarena tengah lengah menjaga tahanan yang sangat penting.
gerakan mereka yang secara rahasia bisa saja terbongkar,dan akan membuat pihak istana negri Han akan kembali merebut benteng sasaka.
kenyataan itu pun terjadi,salah satu prajurit menghadap pada komandan tin feng bahwa ada pasukan sedang menuju ke benteng sasaka.
membuat komandan tin feng segera mengumpulkan pasukannya untuk segera menghadapi pasukan itu bila sesuatu yang sudah tidak memungkinkan.
komandan dang sun yang secara Syah menjadi komandan di benteng sasaka,sengaja wajahnya di beri topeng agar tidak di kenali oleh para prajurit yang ada di benteng sasaka.
sein Bu dan prajurit khusus telah sampai di depan gerbang benteng sasaka,dan di sambut oleh tin feng yang menyamar sebagai wakil komandan dang sun.
__ADS_1
" berhenti..."
sein Bu memerintahkan prajuritnya yang semuanya menunggang kuda berhenti di depan gerbang benteng sasaka.
tampak tin Feng berjalan dengan di dampingi oleh dua pengawalnya yang tak lain adalah pendekar yang sengaja di bayar untuk melindungi tin Feng dari bahaya yang akan terjadi.
" selamat datang komadan,harap komadan tidak merasa tidak enak hati kalau kami tidak dapat menyambut pasukan istana datang tanpa pemberitahuan dahulu."
tin feng mengetahui kedatangan sein Bu dan prajurit khusus dari anggotanya kalau pasukan yang sedang menuju ke benteng sasaka adalah pasukan khusus istana.
" Hem...siapakan komadan dang sun di sini?"
sein Bu sengaja bertanya pada tin feng dan ingin mengetahui jawabanya.
" maaf komadan,sudah beberapa hari ini komandan dang sun cuti untuk menjenguk keluarganya di desa."
" Hem...baiklah,siapakah yang bertanggung jawab di benteng sasaka selain komandan dang sun?"
sein Bu pun turun dari kudanya,dia mendekati tin Feng,sedikitpun tin feng tidak grogi sepertinya tin Feng adalah salah satu aktor yang pandai bersandiwara.
sedikitpun tidak tampak kebohongan di wajah tin Feng yang jelas jelas dia telah berbohong.
sein Bu melirik sekitar benteng sasaka,tampak prajurit yang sedang siap dengan senjata panahnya siap menghujani mereka dengan panah yang akan dilepaskan bila sesuatu sudah tidak memungkinkan.
sein Bu sengaja memeluk tin Feng,agar tidak ada rasa curiga di fihak prajurit tin Feng dan tidak curiga.
sein Bu dan prajuritnya di persilahkan masuk dan di jamu istimewa walau kedatangan mereka mengejutkan pihak tin Feng.
malam itu pasukan khusus yang di pimpin oleh sein Bu di jamunkhusu,mereka minum dan makan sepuasnya.
__ADS_1
sudah beberapa Minggu ini pasukan khusus yang di pimpin oleh sein mengalami kekurangan makanan akibat persediaan mereka menipis makan sepuasnya.
arak hangat yang sudah lama mereka di merasakannya kini mereka minum sepuasnya sehingga banyak anggota sein Bu harus mabuk.
" komandan sein,sejak saya bertugas di sini belum pernah kedatangan pasukan khusus dari istana, membuat satu penghargaan buat kami yang bertugas di benteng sasaka yang kecil ini,ada gerangan apakah komandan sampai kemari?"
" Hem...sayang kamandan dang sun tidak berada di tempat,saya di tugaskan untuk meminta laporan dari komadan dang sun untuk menyerahkan laporan tahunan.sudah setahun lebih komadan dang sudah memberikan laporan tahunan."
sein Bu sengaja mengarang cerita agar tin Feng tidak merasa curiga,karena laporan tahunan hanya komandan dang sun lah yang tau sehingga anggota prajurit rendah tidak mengetahui hal ini.
tin Feng sedikit terkejut,dengan keterangan sein Bu,dia bingung apa yang harus di lakukan karena bagaimana membuat laporan yang biasanya di biaya dang sun.
" mungkin komandan dang sun lupa,ataupun terlalu sibuk sehingga dia lupa untuk mememberikan laporan pada istana."
" begitukah? sungguh komadan dang sun sangat ceroboh,laporan itu sangat penting bisa bisa pihak istana akan menghukum komandan dang sun atau kemungkinan akan di pecat dari prajurit."
" sebegitu kah hukuman yang akan di terima oleh komandan dang sun?"
sein Bu hanya menganggukkan kepalanya,di hatinya dia merasa sangat geli melihat ekspresi wajah tin Feng seperti orang yang sedang kebingungan.
tetapi saat mereka sedang bercerita, terdengar keributan di depan,sepertinya salah satu pasukan khusus yang sedang mabuk sedang adu mulut dengan prajurit yang yang sedang menyamar menjadi prajurit benteng sasaka.
adu mulut itu berakhir perkelahian,sehingga para prajurit yang sedang mabuk bukan melerai malah membantu temanya sehingga perkelahian semakin meluas bahkan kini mereka mulai menggunakan senjata.
tin Feng dan sein Bu mendapat laporan dari salah satu prajurit menaikan alisnya, sungguh sangat keterlaluan perjamuan berakhir dengan perkelahian.
tin Feng dan sein Bu pun keluar,mereka pun melihat para anggotanya yang sedang berkelahi,sehingga tin Feng tanpa sadar menggunakan tenaga dalamya untuk menghentikan perkelahian tersebut.
" cukup... apa yang kalian lakukan?"
__ADS_1
tenaga dalam yang lumayan tinggi bagi prajurit sekelas tin Feng membuat sein Bu mulai berhati hati,sepertinya tin Feng bukanlah orang sembarangan
perkelahian pun berhenti,walau mereka mabuk mereka adalah prajurit yang di latih untuk menghormati komandan mereka,sehingga dengan luka luka kecil mereka mundur dengan perasaan bersalah.