PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
PENYAKIT MISTERIUS II


__ADS_3

Sein Bu hampir saja menangis melihat kejadian rakyat yang tidak di perdulikan oleh pemerintah.


" Maaf tuan,apa yang telah terjadi?"


Sein Bu berusaha berkomunikasi dengan seorang penduduk yang mengantar jenasah salah satu penduduk desa lincan.


" Hari ini tetangga saya telah meninggal tuan,mungkin giliran saya esok atau lusa yang akan di gotong oleh kerabat dan para keluarga saya di perkuburan."


dengan wajah sedih penduduk itu mengutarakan isi hatinya pada sein Bu.


" apa yang telah terjadi tuan?mengapa tuan sangat putus asa?"


" sebaiknya tuan pergi dari desa terkutuk ini,karena desa kami telah di kutuk oleh para dewa tuan."


" di kutuk?mengapa demikian tuan?bukankah para dewa seharusnya melindungi umatnya?"


" tuan sebaiknya saya pergi dulu,rombongan jenasah sudah jauh saya harus mengejar mereka bila tuan ingin mengetahui tentang desa kami,datanglah ke tempat kepala desa."


penduduk itu pun pergi dengan tergesa gesa mengejar rombongan para pengantar jenasah.


Sein Bu yang masih penasaran akhirnya memutuskan pergi kerumah kepala desa.


Akhirnya Sein Bu berhasil menemukan rumah kepala desa setelah bertanya pada para penduduk yang dia temui di jalan.


Sein Bu berdiri di depan rumah kepala desa,dia memperhatikan suasana rumah yang tampak sepi.


tidak berapa lama tanpa seorang yang berukuran separuh baya keluar dari rumah.


pria itu sedikit heran,melihat Sein Bu memperhatikan rumahnya.


" siapakah anda tuan?mengapa anda memperhatikan rumah saya?"


pria paruh baya itu penuh curiga dengan orang asing yang baru di lihatnya.

__ADS_1


" maaf tuan,apakah ini rumah kepala desa desa lincan?"


" benar tuan,saya wing can atau kepala desa lincan.siapakah tuan ada apa mencari saya?


" nama saya Sein Bu,saya hanya ingin bertanya apa yang terjadi dengan desa lincan tuan wing?"


" tuan Sein?apa hubungan tuan dengan jendral Sein?"


" maaf tuan Ming,kebetulan jendral Sein adalah ayah saya."


" sungguh kehormatan besar,anak seorang jendral besar datang kerumah saya,silahkan masuk tuan Sein."


tuan Ming kepala desa lincan mempersilahkan Sein Bu masuk kerumahnya.


sein Bu pun mengikuti tuan Ming.


" sebentar tuan sein,saya akan panggil istri saya untuk menyuguhkan makanan."


tetapi Ming can tidak memperdulikan perkataan Sein Bu dia pun masuk ke dapur untuk menyuruh istrinya membuatkan teh hangat dan sedikit makanan.


" maaf tuan Sein agak lama di dapur,apa yang ingin tuan Sein tanyakan dengan saya?"


" Tuan Ming apa yang terjadi dengan desa ini?mengapa para penduduk merasa ketakutan dengan kelihatan wajah mereka sangat pasrah?"


" Beginilah yang kami alami tuan sein,sebelum wabah ini datang.desa kami sangat makmur,dan kehidupan desa kami sejahtra dengan tanah yang subur membuat para petani selalu meraih keuntungan besar setiap panen.


tetapi setelah wabah itu datang,setiap hari ada saja warga kami yang meninggal."


" wabah apa kah itu tuan Ming?


" kami sendiri tidak tau,penyakit apa yang di derita para penduduk desa lincan.karena penyakit ini sangat misterius,banyak tabib dari kota kami datangkan tetapi mereka sendiri bingung jenis penyakit misterius ini belum ada obatnya."


" penyakit misterius?penyakit apakah itu tuan Ming?apa yang di alami oleh para penderita sebelum mereka meninggal?"

__ADS_1


" Penyakit ini sangat ganas tuan Sein,karena hanya umur yang di derita hanya dua hari lalu meninggal."


" dua hari?"sein Bu bertanya keheranan.


" benar tuan,mereka mengalami demam yang sangat tinggi dan darah keluar dari hidung dan telinga membuat yang menderita seperti lemas kehabisan darah."


sein Bu terkejut mendengar para penduduk yang menderita penyakit misterius itu sangat memprihatinkan,lalu di pun mengingat apa yang di ajarkan gurunya.


dia pernah mempelajari ilmu pengobatan,tetapi dia tidak pernah mendengar penyakit seperti ini.


" Tuan Ming,apakah tuan sudah berusaha meminta bantuan pada kaisar di kota raja?bukankan di istana terdapat tabib tabib yang sakti?"


" tuan Sein,saya sudah beberapa kali mengirimkan surat ke kota raja,tetapi Sampai sekarang bantuan atau kabar dari istana belum juga ada,kami penduduk desa lincan sudah putus asa mungkin dewa telah mengutuk desa kami."


" Hem..tuan,janganlah berprasangka buruk dulu pada dewa,sebaiknya kita berusaha untuk menyembuhkan para penderita penyakit misterius ini dahulu."


" apa yang akan tuan lakukan pada mereka yang menderita penyakit misterius itu?"


" kebetulan saya pernah mempelajari ilmu pengobatan dari guru saya,saya akan mencoba memeriksa mereka,bisakah tuan Ming mengantar saya?"


" baiklah tuan sein,mari ikuti saya."


Ming can pun mengajak sein Bu kerumah salah satu penderita penyakit misterius itu,tampak sebuah peti telah di persiapkan dan keluarga sudah pasrah melihat salah satu keluarganya menderita penyakit misterius itu.


ketika sein Bu dan Ming can datang mereka hanya memandang sedih,sein Bu dan Ming can pun di persilahkan masuk.


tampak seorang anak muda mungkin usianya seumuran dengan Sein Bu terbujur lemah di pembaringan,tampak hidung dan telinganya mengeluarkan darah yang berbau sangat amis.


Sein Bu pun mendekati dan memeriksa nadi di tanganya,alangkah terkejutnya sein Bu ketika memeriksa nadi pemuda itu.


Sein Bu pun langsung mendidikan pemuda itu,dan mengalirkan tenaga murninya melalui telapak tangannya di punggung pemuda itu.


hampir sepuluh menit Sein Bu mengalirkan tenaga murninya,dan akhirnya pemuda itu memuntahkan darah kehitaman yang membuat wajah pemuda itu yang pucat menjadi kemerahan.

__ADS_1


__ADS_2