
Cia tong lay dan Sein Bu yang di latih oleh penghuni alam dewa di tempat berbeda semakin hari semakin bertambah kuat,beda dengan Momo saat melatih mereka.
Nate dan nata sedikitpun tidak pernah mengajari mereka untuk bertarung,tetapi lebih mirip dengan bermain.
tongkat yang memiliki beban yang sangat berat,selalu di bawa oleh kedua murid dari sin liong itu.
mereka selalu bermain kejar kejaran,membuat Sein Bu dan Cia tong lay harus menguras tenaga membawa beban yang sangat berat.
tetapi hari semakin berlalu,kini beban berat itu sepertinya sudah tidak membebani mereka.
Cia tong lay dan Sein Bu semakin terbiasa dengan tongkat yang sangat berat itu.
bahkan kini tongkat itu sama sekali tidak membebani mereka,sehingga kini mereka dapat mulai mengejar nata dan Nate.
**
Di sebuah perkampungan yang sangat sepi,tampak seorang gadis sedang berjalan tergesa gesa,tampak wajahnya yang sangat murung.
gadis itu menghentikan langkahnya di sebuah rumah lumayan mewah dan di jaga oleh dua pria kekar dengan wajah yang sangat sangar.
" tuan bolehkah saya bertemu dengan tuan long?"
" mau apa kau kemari?bukankah tuan long sudah mengusirmu dari rumah ini?"
" tolonglah tuan?saya ingin meminjam uang untuk membeli obat."
" ha ha ha...tuan long tidak ingin bertemu dengan siapapun hari ini,silahkan kamu pergi."
" tolonglah tuan,saya ingin membeli obat untuk ibuku yang sakit."
" kamu ini memanglah susah untuk di beritahu,tuan long tidak ingin menemui siapapun."
__ADS_1
bentak pria brewok itu dengan mata melotot membuat gadis itu menjadi ciut nyalinya.
tetapi karena memikirkan ibunya yang sakit,sementara dia tidak memiliki uang untuk membeli obat.
sementara di desa itu hanya tuan long lah yang paling kaya dan memiliki harta yang melimpah.
dengan sedikit gontai dan pikiran kosong gadis itu hendak pergi dan membalikan badannya.
tetapi saat dia hendak pergi,sebuah suara yang sedikit membentak memanggilnya.
" tunggu dulu,m ngapa kamu cepat cepat pergi?"
sebuah suara yang sedikit berat yang berasal dari dalam rumah yang cukup mewah.
" tuan long.."
pria brewok itu memberi hormat saat kemunculan pria separuh baya dengan wajah kurus dan gigi seperti tikus muncul di depan mereka.
" baiklah tuan long."
pria brewok itu pun pergi meninggalkan mereka berdua.
" ada apa nona,bukankah kamu sudah menolakku?apa kamu bersedia dengan apa yang aku inginkan?"
" tuan...saya tidak ingin membahas itu,kedatangan saya hanya ingin meminjam sedikit uang untuk membeli obat buat ibu saya tuan."
" ha ha ha..kamu pikir saya seorang dermawan yang dengan mudah memberikan uang saya pada orang lain,kalau hanya keperluanku pergilah saya tidak punya waktu untuk hal hal seperti itu."
pria kurus itu pun membalikan badan dan hendak kemabali masuk kerumah mewahnya.
melihat itu hadis itu mengalami dilema,dia tidak tau harus berbuat apa.
__ADS_1
di satu sisi dia butuh uang untuk membeli obat dan di sisi lain dia sepertinya jijik melakukan apa yang di kehendaki oleh tuan long.
" tunggu tuan,saya bersedia dengan apa yng tuan long inginkan asal tuan memberikan pinjaman uang untuk membeli obat buat ibu saya."
mendengar itu pria kurus itu tersenyum sangat gembira,dia membalikan badannya dengan senyum puas.
" akhirnya kamu menyerah juga,baiklah terimalah kantung yang berisikan koin perak ini,cukuplah buat membelikan obat buat ibumu,sisanya belilah gaun untuk mempercantik tubuhmu."
" terima kasih tuan,saya akan cepat mengembalikan uang ini."
" tunggu dulu nona,siapa bilang saya minta ganti?cukup kamu melayani saya dalam sebulan utang utang kamu akan lunas."
gadis itu sebenarnya jijik mendengar perkataan perkataan yang sangat tabu dari tuan long,tetapi demi keselamatan ibunya yang sudah sakit sangat parah dia terpaksa mengiyakannya.
gadis itu dengan cepat meninggalkan tuan long yang masih tersenyum puas karena kemenanganya.
gadis yang bernama Ling yu itu berjalan cepat berharap dia cepat sampai di toko obat yng ada di desa itu.
hari berjalan semakin cepat,ibu Ling yu kini mulai sembuh karena obat yang di beli Ling yu cukup mujarab.
walau Ling yu sangat bahagia dengan kesembuhan ini nya,tetapi perasaanya semakin hari semakin cemas.
dia masih punya hutang dengan tuan long yang harus di lunasi dengan mengorbankan tubuhnya selama sebulan untuk di nikmati oleh tuan long.
tetapi hutang adalah hutang,bagaimana pun juga suka tidak suka mau tidak mau dia harus melunasi hutangnya walau dengan perjanjian yang tidak masuk di akal.
setelah ibunya Ling yu sudah sembuh total,Ling yu meminta ijin untuk bekerja di desa lain,dengan alasan untuk mengumpulkan uang untuk membayar biaya pengobatan selama ibunya sakit.
Ling yu tidak berani berterus terang pada ibunya kalau dia akan bekerja di rumah tuan long sebagai budak nafsu tuan long,karena takut ibunya akan kembali sakit lagi.
dengan tersenyum ibunya mengijinkan kepergian ling yu yang di kenal di desanya sebagai bunga desa dan sangat berbakti pada orang tuanya.
__ADS_1