
hampir dua ratusan murid murid dari sekte cakar naga telah berkumpul,mereka saling berbisik ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
sehingga keadaan di gerbang utama menjadi sangat berisik,entah apa yang terjadi seolah mereka di dorong oleh kekuatan yang tidak nampak membuat mereka harus terdorong kebelakang.
mereka yang tidak memiliki kuda kuda yang kuat bahkan ada yang sampai terjatuh.
" siapakah di antara kalian pemimpin tempat ini?"
para murid sekte cakar naga saling pandang satu sama lain,mereka menyadari bahwa kedua muda mudi ini bukanlah orang sembarangan karena mampu mengeluarkan kekuatan sebesar ini,sehingga mereka yang hadir mengalami dorongan yang sangat kuat.
" apa yang kalian inginkan di tempat kami?apakah kalian berdua hanya ingin mencari onar di tempat ini?"
kembali murid senior itu membentak Jao wan dan Jim LAN.
" dengarkan kalian yang sudah hadir disini,kami datang kesini hanya meminta tempat ini secara baik baik,kalau permintaan kami di tolak kami siap untuk merebut tempat ini secara paksa."
kini Jao wan wajahnya sangat serius,tidak ada lagi senyum di yang menghiasi wajahnya membuat para murid sekte cakar naga bahkan ada yang bergidik,belum pernah mereka merasakan hawa yang membuat mereka seperti ini.
" saudara Jao,hentikan amarahmu mereka adalah calon calon anggota anggota kita."
bisik Jim LAN.
Jao WAN menoleh kearah Jim LAN,membuat dirinya pun mengerti akan bisikan Jim LAN.
" saudari Jim,apa yang harus kita lakukan,sepertinya mereka harus di beri pelajaran."
" coba lihat di atas,spertinya dia sedang memperhatikan kita."
Jao WAN pun melihat kearah atas,tampak seorang pria yang memakai jubah berwarna ungu dengan kepala gundul sambil memegang tasbih besar.
__ADS_1
" saudari Jim,aku akan kesana sepertinya dia adalah pemimpin sekte ini."
tanpa menunggu jawaban Jao wan sudah melayang membuat para murid sekte cakar naga terkejut dan seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
bahkan pria gundul yang di kenal sebagai wakil dari patriak liang su,juga sangat terkejut.
sudah puluhan tahun dia belajar ilmu bela diri,bahkan dirinya untuk melayang hanya semenit saja tidak mungkin.
kini di hadapanya pendekar yang sangat muda mampu melayang kearahnya yang cukup jauh dari tempatnya.
ternyata tamunya bukanlah orang sembarangan karena di kekaisaran Han yang bisa melayang di udara hanya bisa di hitung dengan jari.
Jao WAN mendarat dengan sangat manis di hadapan wakil sekte cakar naga.
" apakah kamu pemimpin di sini?"
Jao wan yang kesal dengan murid murid sekte cakar naga,sudah tidak memperdulikan berbicara dengan orang yang lebih tua.
" ternyata pandanganmu sangat jeli,kedatangan kami hanya ingin meminta tempat ini secara baik baik."
" lancang kamu anak muda,apakah kamu tidak pernah tau tingginya langit?"
" ha ha ha saya tidak perduli dengan pribahasa mu orang tua,sebaiknya anda mengerti dengan permintaan kami,agar kami tidak membunuh orang terlalu banyak."
" Hem...ancamanmu tidak berdasar anak muda,baiklah mungkin gurumu belum pernah mengajarkan dirimu untuk bersopan santun di rumah orang."
wakil sekte cakar naga yang bernama hok Lang yang sudah gatal Ingin menghajar Jao wan mulai memasang kuda kuda.
ratusan pasang mata menyaksikan wakil sekte yang akan bertarung dengan tamu yang tidak di undang.
__ADS_1
wut..wut...
deru angin yang sangat keras akibat jurus dari hok Lang menyerang Jao wan yang sepertinya hanya menghindar dengan senyum.
" apakah cuma itu kemampuanmu orang tua?"
Jao WAN yang mengetahui kalau lawanya tidak menggunakan kemampuan sepenuhnya hanya tersenyum dengan sinis,sepertinya lawan nya tidak berpengaruh dengan ancamanya.
hok Lang juga masih menjajaki kemampuan lawanya tidak merasa terkejut yang mampu menghindar dari serangan pertama nya.
" jangan bangga dulu anak muda,itu hanya serangan pembuka sebaiknya berhati hatilah."
hok Lang yang mengetahui kali ini lawanya berada di atasnya kini harus menggunakan kemampuanya,karena dia harus dapat mengalahkan lawanya demi keutuhan sekte cakar naga.
tampak ujung ujung jari hok Lang memerah,kuku palsu yang di gunakan untuk menggunakan jurus cakar naga seakan ingin merobek robek tubuh buah Jao wan.
tetapi walaupun Jao wan mengetahui bahwa lawanya telah menggunakan jurus andalannya,Jao wan masih tenang.
dia semakin tersenyum sinis,sedikitpun Jao wan tidak menghindar membuat hok Lang tersenyum dengan penuh kemenangan.
tubuh Jao wan tercabik cabik oleh jurus cakar naga hok Lang,membuat darah tersembur dari tubuh Jao wan.
para murid sekte cakar naga pun tersenyum gembira.
banyak yang menyayangkan keangkuhan pemuda yang dengan sombong Ingin meminta sekte cakar naga pada pemimpin mereka.
tetapi senyum mereka berubah menjadi keterkejutan,karena tubuh Jao wan berdiri masih utuh di hadapan wakil sekte cakar naga.
bahkan hok Lang sendiri juga terkejut setengah mati,bagaimana bisa lawanya tubuhnya masih utuh,padahal dirinya sudah mencabik cabik tubuhnya dengan jurus cakar naga nya.
__ADS_1
tampak Jao wan tersenyum dengan sangat sinis pada hok Lang yang masih dengan perasaan kebingungan.