PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
MENCOBA MEMAKSA TIN FENG DI RUANG TAHANAN


__ADS_3

Sein Bu yang saat ini masih di bingungkan dengan peryataan tin Feng tentang salah satu pejabat istana yang berkomplot dengan negri tang membuatnya harus berhati hati.


ada kemungkinan salah satu atau sebagian besar pasukan khusus yang di bawanya adalah mata mata pejabat itu,sungguh Sein Bu harus memutar otak bagaimana caranya dia akan mengetahui siapakah mata mata yang ada di pasukanya.


setelah benteng sasaka di kuasai mereka,sein Bu seperti biasa membebaskan pasukan untuk beristirahat,agar kodisi mereka lebih prima untuk mempertahankan benteng sasaka apabila ada serangan dari pasukan negri tang yang mungkin mengetahui kalau benteng sasaka sudah di rebut kembali oleh pasukan sein Bu.


sein Bu yang pura pura berisitirahat di ruanganya,ketika sudah gelap dia pun naik ke sebuah tembok yang gelap.


dia memperhatikan keadaan benteng sasaka yang ketika malam hari hanya beberapa petugas piket yang menjaganya.


hampir dua jam sein Bu berada di benteng itu,dirinya sangat lega ternyata pasukannya tidak seorang pun menjadi mata mata,tetapi saat dia hendak masuk kedalam ruanganya.


dia melihat seseorang yang sedang terburu buru dengan mengendap ngendap melompat ke tembok yang saat ini dia sedang berada di tembok itu.


" mau kemana kau prajurit?apa yang ingin kau lakukan?"


prajurit khusus itu sangat terkejut saat melihat sein Bu,wajahnya pucat karena dia tau anak jendral sein ji ini memiliki ilmu yang tidak bisa dia tandingi,sehingga dia membalikan diri untuk segera pergi dari situ.


tetapi kembali dirinya terkejut saat sein Bu sudah berada di hadapnya membuat dia mau tidak mau menyerang sein Bu dengan senjata rahasia yang jaraknya begitu dekat berharap sein Bu terluka akibat senjata itu


bukan sein Bu murid dari sin liong yang harus terluka oleh senjata rahasia dari prajurit itu,dengan sangat mudah entah bagaimana kedua tanganya menangkap semua senjata rahasia yang berbentuk jarum yang kini berada di tanganya membuat prajurit itu menjadi semakin pucat.


prajurit itu langsung menjatuhkan dirinya dan berlutut di hadapan sein Bu.


mengharap belas kasian dari sein Bu agar tidak membunuhnya atau menghukumnya sangat berat.


" komandan sein ampunilah aku?saya terpaksa melakukan ini."

__ADS_1


" Hem...kamu penghianat tidak pantas untuk di ampuni."


" komandan pikirkanlah sekali lagi,saya sudah memiliki keluarga,saat ini keluarga saya sedang terancam."


" terancam?"


" benar komandan sein,nyawa anak dan istri saya menjadi taruhannya apa bila saya tidak melakukan pekerjaan yang perintahkan oleh tuan...akckh....."


jerit kematian prajurit itu,dia tidak dapat melanjutkan kata katanya karena jantungnya tertembus anak panah.


sein Bu mencari siapa pelaku yang membuat prajurit itu terbunuh,tetapi tidak sedikitpun dia melihat gerakan dari mana datangnya panah itu.


sungguh pemanah ini memiliki ilmu yang sangat tinggi,karena dengan kecepatanya mampu memanah dari jarak yang sangat jauh.


sein Bu berusaha mengejar pemanah itu tetapi akibat gelapnya malam dia tidak menemukan siapa yang memanah prajurit yang telah ketangkap basah menjadi penghianat dan dia berusaha untuk mengetahui siapakah dalang semua ini.


setelah sein Bu tenang karena sudah melepaskan emosinya dia pun menarik nafasnya dalam dalam,tugasnya belum selesai,tin fenglah satu satunya untuk mencari informasi siapa kah pejabat yang telah bersekutu dengan negri tang untuk menghancurkan kekaisaran Han.


**


tin Feng yang mendapat ruangan sel khusus dan berpisah dengan prajurit yang lain bergidik ngeri,masih terbayang di ingatanya bagaimana pendekar bayaranya harus tewas dengan cara mengenaskan.


tubuhnya hancur berkeping keping akibat jurus komandan sein Bu yang sedikitpun tidak pernah menyentuh atau menyerang pendekar bayaranya.


sungguh di luar nalar pikiranya,belum pernah di negri tang dia melihat jurus seperti itu.


sungguh hatinya kini merasa takut tubuhnya masih gemetar,dia tidak ingin bertemu sein Bu saat ini karena itu akan membuat dirinya menjadi takut.

__ADS_1


tetapi dia sangat terkejut,kini di hadapanya telah berdiri orang yang sangat di takuti ya.


membuat hatinya sangat ciut, dan ingin rasanya dia pingsan tetapi entah mengapa walau dengan rasa ketakutan yang teramat sangat dirinya bukan pingsan malah tubuhnya semakin bertambah gemetar membuat sendi sendi tulangnya menjadi sangat linu.


dengan kedua tanganya masih terikat,wajahnya menunduk dia tidak sanggup menatap sein Bu yang saat ini berdiri di hadapannya,baginya sein Bu saat ini lebih mengerikan dari pada malaikat maut sekalipun.


" tuan tin Feng,bagaimana keadaanmu?dirimu akan saya bebaskan tetapi dengan satu syarat."


" be..be..bas?sya..syarat a..a..pa i..i.tu..tuan."


tin Feng yang saat ini ketakutan yang amat sangat,harus terbata bata menjawab pertanyaan sein Bu.


" baiklah..saat ini salah satu pejabat di istana kekaisaran negri kami,memiliki sangkut pautnya dengan masalah ini dan bekerja sama dengan kalian,saya hanya akan ingin mengetahui siapakah pejabat itu tuan Feng?"


inilah pertanyaan yang sangat di takuti oleh tin Feng,karena menyangkut harga diri dan penghianatan yang akan merugikan keluarganya.


dirinya dan keluarganya akan dibtisuh berkhianat pada bangsanya apa bila dia memberitahukan pada sein Bu siapakah yang bekerja sama dengan kaisar untuk meruntuhkan dinasti Han.


tin Feng hanya diam,dirinya tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan sein Bu sehingga keberanian untuk menatap sein Bu pun muncul.


" tuan tin Feng,sebaiknya anda katakan,bangsa Han akan berterima kasih pada tuan tin Feng andai tuan mau memberitahukan siapa yang menjadi dalang semua ini "


" ha ha ha..lebih baik saya mati,dari pada saya harus berkhianat pada negara saya komadan."


" Hem...kamu keras kepala tuan tin Feng,baiklah saya suka akan gayamu,silahkan kamu bertahan tim eksekusi saya akan memberi kamu pelajaran."


sein Bu yang sangat kesal meninggalkan tin Feng,dia percaya dengan komandan dang sun,saat dirinya dahulu di siksa oleh tin Feng sehingga dia di kebiri,inilah hari dimana dang sun dapat membalaskan dendamnya pada tin Feng.

__ADS_1


sein Bu meninggalkan tin Feng dengan tersenyum membuat tin Feng bergidik dengan senyum yang penuh arti.


__ADS_2