
" Lang..sepertinya kita saat ini sedang dalam intaian para pendekar daerah gurun ini,mungkin mereka ingin mencoba ilmu kita."
" sepertinya begitu ayah,sebaiknya aku memanggil jim LAN untuk kembali duduk di sini."
Jao Lang pun segera menyusul Jim LAN,tetapi saat ini Jim LAN yang sedang berhadapan dengan pria kurus dengan wajah yang mirip seperti tikus sedang menggoda Jim LAN.
" adik..kemarilah sepertinya ada orang yang ingin mengganggumu."
" Hey...kau sangat berani..apakah kalian tidak mengenal..."
" Jong Suan, hentikanlah kelakuan busukmu,apakah kau tidak tau kau sedang berdiri di mana?"
pria kurus itu terdiam sejenak,karena ucapannya harus terpotong oleh suara gaib,yang seolah mengancam jiwanya.
" aku tidak perduli, siapapun dirimu keluarlah dan lawan aku."
Jao Lang dan Jim LAN hanya diam saat pria kurus itu meracau sendiri, seperti orang yang tidak waras.
tetapi Jao Lang dan Jim Lang sangat terkejut karena tiba tiba tubuh pria kurus itu menghilang atau raib.
Jao Lang dan Jim LAN yang memiliki ilmu meringankan tubuh tidak mengetahui tubuh pria kurus itu menghilang entah kemana,bagaikan pria itu raib di telan bumi.
tetapi tidak dengan pria kurus itu,dirinya tiba tiba tenggelam di tanah yang di pijaknya,seakan tubuhnya sedang di bawa oleh kekuatan gaib yang tidak mampu di lawanya.
hingga dia berada di sebuah ruangan yang sangat gelap,hingga sebuah cahaya di bawa oleh seseorang yang dia kenal sebagai pemilik restoran itu.
" tempat apa ini?apa yang ingin kau lakukan?"
" apa peduliku?bukankah itu ucapan terakhirmu?"
" kau..."
ucapan pria kurus itu terhenti,saat nyawanya melayang dari raganya,kecepatan cai bo sai dalam memainkan pisau pemotong daging telah menebas kepala pria kurus itu.
sungguh sangat sadis,cai no sai mencincang tubuh pria kurus itu dan di jadikan ( maaf )
masakan shup manusia.
sungguh perbuatan yang sangat mengerikan.
tanpa berkedip cai bo sai,mencincang tubuh pria kurus itu dan membuang bagian bagian yang tidak terpakai.
pakaian yang dikenakan oleh cai bo sai di penuhi darah pria kurus itu.
setelah selesai mencincang tubuh pria kurus itu,cai bo sai lalu mencucinya,dan kini giliran cai Bu sui,memasak daging manusia.
sungguh membuat bulu merinding bila mendengar daging manusia di masak dan di makan.
__ADS_1
tetapi tidak bagi suami istri pemilik restoran tiga negri,mereka sudah sangat terbiasa menyajikan daging manusia kepada para pengunjung restoranya.
**
" Lang apa yang terjadi?"
" Jim LAN di ganggu oleh salah satu pengunjung di tempat ini ayah."
" apakah dia yang memiliki ilmu tawa setan itu Lang?"
" benar ayah,tetapi tiba tiba dia menghilang,dan raib bagikan di telan bumi."
" Hem..."
Jao kan hanya bisa mendehem,keningya berkerut,apa yang terjadi dengan pemilik tawa setan itu? mengapa tiba tiba dia menghilang?apakah dia mengenal dirinya?
Jao kan hanya bisa bertanya di dalam hatinya.
saat mereka telah akan pergi,sepasang suami istri itu menghentikan mereka.
" tuan tuan mau kemana?"
" maaf..kami harus melanjutkan perjalanan kami tuan?"
" ha ha ha..tuan tuan ini sungguh sangat hebat,ingin menerobos badai yang akan datang."
" benar tuan,coba lihatlah cuaca di luar keadaan sangat mendung dan sebentar lagi badai pasir akan muncul,sebaiknya tuan tuan menginaplah di tempat ini,kami menyediakan beberapa kamar."
" Hem...baiklah tuan,kami akan memesan dua kamar."
cai bo sai sangat senang,sepertinya hari ini mereka akan untung besar.
cai bo sai pun mengantar rombongan Jao kan ke kamarnya,sedangkan tamu yang lain telah dahulu memesan kamar.
sehingga kamar di restoran tiga negri hanya tersisa satu saja.
tidak lama berselang,badai benar benar datang,sehingga Jao kan merasa sangat beruntung ternyata pemilik restoran tiga negri ini tidaklah bohong.
teng..
teng..
teng..
teng..
bunyi lonceng yang sangat memekakan telinga,membuat para tamu yang menginap harus menutup telinga mereka agar tidak rusak oleh suara lonceng itu.
__ADS_1
bahkan Jao kan yang memiliki ilmu tinggi,dia pun menutup telinganya dan mengalirkan tenaga dalam agar gendang telinganya tidak rusak.
tamu yang lain segera keluar,karena mereka penasaran siapa yang memukul lonceng itu,tampak cai bo sai yang tanpa bersalah telah membuat keributan kecil tersenyum pada tamunya.
" tuan tuan maaf telah mengganggu istirahat Anda,istri saya telah memasak sup daging yang akan di bagikan secara gratis pada tuan tuan,silahkan tuan tuan kembali kemeja makan,saya istri saya akan membagikannya."
Jao Lang yang juga ikut keluar memaki di dalam hati,pengumuman yang tidak penting membuatnya ingin dirinya memecahkan kepala pemilik restoran ini,karena loncengnya dia harus menggunakan tenaga dalamnya untuk melindungi kedua telinganya.
Jao Lang pun kembali masuk kekamar untuk melanjutkan istirahat di tengah badai besar ini.tetapi Jao kan melarangnya untuk masuk.
" Lang..sebaiknya kita ke meja makan itu."
" tapi ayah,Lang masih kenyang."
" tidak Lang,kita harus menghargai pemilik restoran ini,jangan sampai mereka tersinggung."
" baiklah ayah."dengan wajah sedikit cemberut,Lang mengikuti apa kata ayahnya.
mereka pun memilih meja yang mereka gunakan tadi.
tidak lama kemudian sup yang di janjikan oleh cai bo sai pun telah datang.
aroma khas yang sangat wangi membuat Jao kan dan Jao Lang yang masih kenyang menjadi sangat lapar.
di tengah badai seperti ini memang cocok sekali sup hangat begini mengisi perut mereka.
" tuan mana kedua gadis itu,apakah mereka tidak ingin merasakan sup spesial ini tuan?"
" maaf tuan,mereka sedang istirahat."
" sayang ya,dua mangkuk ini harus terbuang."
" tidak tuan,biar kami yang akan menghabiskan milik mereka."
kini Jao Lang yang sangat menggebu,mencium aroma sup membuat Jao Lang ingin segera menyantapnya.
" baiklah tuan,silahkan menikmati sup istimewa buatan istri saya."
Jao kan dan Jao Lang segera menyantap sup daging manusia itu,awalnya Jao kan dan Jao Lang mersakan sedikit aneh dengan daging yang ada di dalam sup itu,tetapi aroma dan rasa sup membuat mereka menyantapnya dengan lahap.
sungguh mereka tidak menyadari kalau sup yang mereka makan adalah sup daging manusia,baru saja mereka menghabiskan sup istimewa itu,suara pintu di ketuk sangat keras oleh seseorang yang berada di luar.
cai bo sai pun segera membuka pintu itu,dua orang tampak di penuhi oleh pasir di sekujur tubuhnya,cai bo sai pun segera menutup pintu agar badai pasir tidak masuk kedalam restoranya.
ketika kedua tamu yang baru saja datang telah bersih dari pasir yang telah menempel,Jao kan dan Jao Lang hampir saja mati berdiri karena mengenali tamu yang baru saja datang itu.
.
__ADS_1