PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
RUMAH DEWA.


__ADS_3

Ekspresi wajah Cia tong lay dan Sein Bu langsung berubah ketika mendengar Pendekar tanpa nama akan menghabisi keturunan dari kakek Lung kian.


" Benar cucu cucuku,Pendekar tanpa nama sangat dendam padaku sehingga dia bersumpah akan menghabisi semua keturunanku."


" bukankah dia akan menghabisi sisa hidupnya di jurang neraka kek?"


" Apa yang kamu katakan benar cucuku,tetapi takdir berkata lain,seseoarang yang telah berjodoh denganya telah di ikat sumpah untuk menghabisi semua keturunanku."


" Bukankah Pendekar tanpa nama tidak mengetahui keturunan kakek?apa yang harus di takutkan kek?"


" Pedang hitamlah kuncinya cucuku,karena saya pernah terluka oleh goresan pedang hitam dan darah saya telah di kenal oleh pedang hitam,pedang hitamlah yang akan memberitahukannya."


" Baiklah kek,apa yang harus kami lakukan kek?"


" Kalian akan mendapat ilmu yang belum pernah kalian bayangkan,tetapi saat ini kalian belum mampu untuk ntuk menerima ilmu ini,karena keterbatasan tubuh kalian."


" Jadi bagaimana kek?"


" Kalian harus meningkatkan tenaga dalam kalian,lihatlah rumah itu,walau kelihatan mungil tetapi isi dalamnya sangatlah besar,dengan ilmu yang kalian miliki,kakek yakin kalian mampu meningkatkan tenaga dalam kalian dengan cepat."


" Rumah apa itu kek?"


" Kakek menamakanya itu rumah dewa,masuklah kalian akan melihatnya dengan jelas."


Cia tong lay dan Sein Bu pun melangkahkan kakinya,baru saja mereka melangkahkan kakinya kakek Lung kian telah menghilang dari tempatnya.


Sein Bu dan Cia tong lay hanya bisa menggelengkan kepalanya,mereka pun melangkahkan kakinya kedalam rumah unik yang di sebut rumah dewa itu.


sungguh mereka sangat terkejut,rumah sekecil itu di dalamnya begitu sangat luas bahkan ujungnyapun tidak kelihatan.


saat mereka mulai melangkahkan kaki mereka,kembali mereka bertambah terkejut.


langkah mereka begitu berat,seperti mereka membawa beban yang sangat berat.

__ADS_1


semakin mereka melangkah semakin mereka susah untuk mengakat kaki mereka.


" Lay Suheng apa yang terjadi?kenapa kakiku terasa sangat berat sekali?"


" Entahlah Bu sute,saya juga merasakan apa yang kamu rasakan mungkin gaya gravitasi di sini sangat besar."


saat mereka melihat kebelakang alangkah terkejutnya mereka,pintu yang mereka lalui telah menghilang kini ruangan itu sangat hampa hanya di tumbuhi sebuah pohon apel yang buahnya sangat lebat.


" Lay Suheng pintu itu?apa yang terjadi?"


Sein Bu tampak panik,mengalami situasi ini.


" Tenanglah Bu sute,mungkin inilah yang di maksud rumah dewa dimana ruangan begitu hampa mari kita beristirahat di pohon apel itu.


mereka pun berusaha menuju pohon apel yang ada di ruangan itu,walau dengan susah payah mereka menggapai pohon apel itu akhirnya mereka sampai juga dengan keringat bercucuran membasahi tubuh mereka.


saat mereka sedang beristirahat untuk melepaskan lelah,seekor monyet yang ukuranya tidak lajim hampir dua kali lipat tubuh mereka meraung kepada Sein Bu dan Cia tong lay.


" Bu sute berhati hatilah,sepertinya makhluk itu tidak suka pada kita berdua,entah darimana datangnya makhluk itu."


" benar lay Suheng,sepertinya dia ingin kita pergi dari sini."


" Siapa kalian manusia?mengapa kalian berada di sini?"


ternyata monyet yang tidak lajim itu bisa berbicara,walau suaranya agak aneh karena terdengar seperti mengigau tetapi terdengar sangat jelas di telinga mereka berdua.


" maaf..kami hanya beristirahat,apakah kamu pemilik tempat ini?"


" Benar sayalah pemilik tempat ini,silahkan kalian pergi dari sini."


Sein Bu dan Cia tong lay saling pandang,mereka bingung mau kemanakah mereka akan pergi di tempat yang sangat luas ini.untuk melangkah saja mereka sudah tidak sanggup lagi.


" Maaf..izinkalah kami untuk beristirahat sebentar,kami sudah sangat lelah."

__ADS_1


" Tidak bisa..kalian harus segera pergi meninggalkan tempat ini."


hardik makhluk yang sangat menyeramkan itu.


Cia tong lay dan sein Bu kembali saling pandang,sepertinya makhluk ini tidak bisa di ajak bernegosiasi.


" Lay Suheng apa yang harus kita lakukan,di tempat ini hanya pohon ini yang bisa di jadikan tempat istirahat."


" Bu sute,mari kita segera pergi,bukankah suhu selalu mengajarkan kita.


untuk tidak memaksa apa yang kita inginkan?"


" Tetapi mau kemana kita pergi lay Suheng?"


" Sudahlah kita serahkan pada yang maha kuasa."


mereka pun segera beranjak dari bawah pohon apel itu,walau kaki mereka seperti sudah tidak bertenaga lagi,mereka pun berusaha untuk melangkahkan kakinya menjauh dari pohon apel itu.


tetapi saat hendak melangkahkan kaki mereka,sebuah serangan yang sangat kuat menghantam Cia tong lay yang sudah tidak berdaya,tubuhnya terlempar jauh dan susah untuk bangkit lagi.


" Lay suheng..."teriak sein Bu yang mengkhawatirkan kakak seperguruanya.


Sein Bu menatap monyet itu,dia berusaha menggunakan kemampuanya untuk menghadapi makhluk yang telah menyerang kakak seperguruanya.


kini mkluk itu mendekati sein Bu,langkahnya begitu ringan seperti tidak berpengaruh oleh gravitasi di tempat itu.


makhluk itu pun menyerang sein Bu,serangan pertama dapat di elakan,tetapi saat serangan kedua tubuh sein Bu terlempar sangat jauh bahkan lebih jauh dari jarak Cia tong lay,kakak seperguruanya.


tampak wajah yang sangat puas terlihat dari wajah makhluk berbulu itu,setelah berhasil memukul kedua saudara seperguruan itu.


kini makhluk berbulu itu mendekati pohon dan duduk dengan menyender di batang pohon apel,dia tidak memperdulikan sein Bu dan Cia tong lay dengan susah payah untuk bangkit.


hanya hitungan menit makhluk berbulu itu tertidur dengan suara ngorok yang sangat keras sekali.

__ADS_1


__ADS_2