
" apa yang kau lakukan tuan muda xio?untung saja tubuhku masih dalam keadaan sedang netral,andai saja tidak,mungkin tanganmu akan membusuk dan kamu tewas dalam keadaan keracunan."
" apa? sebegitu parahkah kek?"
xio WAN sangat terkejut mendengar penjelasan dari fang su.
" seperti itulah yang di alami oleh lawan lawanku dahulu,kamu beruntung tuan muda xio."
" kek..tolong jelaskan siapakah kakek ini,jangan buat saya menjadi penasaran kek."
" Hem..andai kamu tau,mungkin kamu akan sangat terkejut,sudahlah itu masa lalu saya."
" kek..mengapa kamu tidak ingin saya tau,apakah masa lalumu sangat kelam?"
" sudahlah tuan muda xio,saya sudah terlalu banyak bicara,saya mohon pamit saya akan pergi dulu."
" hendak kemanakah kakek,bukankah kakek tidak dapat melihat,kek tinggallah di sini,ajarkan saya ilmu silat kek."
" belajar silat?ha ha ha...apakah saya tidak salah mendengar?apa yang tuan muda xio harapkan dari orang buta seperti saya?"
" saya yakin kakek adalah pendekar yang memiliki kemampuan tinggi,saya mohon ajarkanlah saya silat kek."
xio wan pun menjatuhkan dirinya memohon pada fang su.
fang su hanya diam,tujuannya hanya satu ingin menebus kesalahannya di masa lalu,tetapi mengapa dia di hadapkan dengan situasi ini?sungguh membuat hatinya penuh dengan dilema.
" kek..sudah sangat lama saya mencari seorang guru kek,tetapi sampai saat ini saya belum menemukanya,hingga saya bertemu kakek membuat saya yakin kakeklah yang selama ini saya cari.."
" tuan muda xio,kamu tidak akan sanggup untuk menjadi seorang muridku,lebih baik lupakanlah."
" tidak kek,seberat apapun saya akan berusaha mengikuti apa yang kakek perintahkan."
" Hem.."
fang su hanya bisa mendehem,dia tidak bisa mengambil keputusan,secepat itu.
" kenapa kek,apakah kakek menerima saya menjadi murid kakek?"
__ADS_1
tampak wajah xio wan mulai sedikit ceria,walau pun fang su belum menjawab apakah dia di terima menjadi murid atau tidak.
" baiklah tuan muda xio,saya akan mengajarkanmu beberapa jurus, tetapi anggap saja itu keberuntunganmu."
" apa kek,saya di terima menjadi murid kakek?"
entah apa yang di rasakan oleh xio wan,rasa senangnya membuat dirinya bertingkah seperti anak kecil,dia melompat lompat kegirangan.
" tuan muda xio,jangan senang dahulu,kamu harus memenuhi syarat syarat yang akan saya berikan padamu."
" syarat apapun akan saya lakukan kek,kalau itu masih dalam kebenaran."
" baiklah tuan muda xio,jangan pernah panggil saya guru,dan aku hanya mengajarkanmu beberapa jurus saja."
" baiklah kek."
" satu lagi tuan muda xio."
" apa itu kek."
" baik kek,kebetulan di perbatasan desa ini ada sebuah hutan kecil,sebaiknya kakek mengajarkan saya di sana."
" baiklah kalau begitu,antarkan saya kesana."
" apa kek?sekarang?"
fang su hanya mengangguk,xio wan pun mau tidak mau harus mengantarkan fang su ke hutan itu,karena dia telah berjanji akan menerima syarat apapun dari fang su,selama itu masih dalam kebenaran.
xio wan pun meninggalkan rumahnya dengan fang su menggunakan seekor kuda kesayangan xio wan.
sesampainya di pinggir hutan,xio wan menghentikan kudanya.
" kek..kita sudah sampai di hutan ini kek,apa rencana kakek?"
" tuan muda xio kembalilah,tinggalkan saya di sini,besok malam tuan muda xio datanglah saya akan memenuhi permintaan tuan muda xio."
" apa kek,kakek ingin tinggal di sini sendirian?"
__ADS_1
" benar tuan muda xio,saya sejak dahulu tinggal di tengah tengah hutan dengan beralaskan tanah dan beratapkan langit."
" mengapa kakek tidak tinggal di rumah saya saja?"
" tuan muda xio,saya tidak cocok dengan kehidupan yang tuan muda xio ."
" Hem... baiklah kek,saya kembali dulu kek,besok malam saya akan datang lagi."
xio wan pun meninggalkan fang su sendirian,dia tidak ingin bertanya lebih banyak karena dia tau kakek aneh itu tidak suka banyak bicara,sungguh dunia persilatan banyak orang orang aneh pikirnya.
pantas kakek itu menolak mengangkatnya menjadi murid,karena kakek itu yakin dia tidak sanggup menjalani apa yang di lakukan oleh kakek aneh itu.
sejak kecil dirinya serba kecukupan,dan kehidupannya sangat di manja oleh kedua orang tuanya.
sebagai anak tunggal,xio wan sangat di sayang kedua orang tuanya.
walaupun demikian xio wan yang memiliki darah pendekar dari ibunya,sering merasa bingung,terkadang saat dia sendiri dia selalu berharap ingin menjadi seorang pendekar yang mampu melindungi kaum yang lemah.
**
keesokan malamnya,xio wan kembali ke hutan tempat fang su berada,ternyata fang su sudah menunggu nya di pingir hutan.
" maaf kek,saya terlambat karena saya harus menunggu ibu tidur,agar ibu tidak curiga kek."
" sudahlah kemarilah,apakah janjimu masih sanggup kamu penuhi tuan muda xio."
" siap kek,saya akan memegang janji saya kek."
" baiklah..saat ini kamu saya hukum,kamu harus berlari mengelilingi hutan ini."
" apa kek?apakah itu tidak salah kek?"
" apakah tuan muda masih sanggup memenuhi janji tuan muda xio?"
" baiklah kek,saya akan melakukanya."
xio wan pun melakukan perintah fang su,walau hatinya kesal mau tidak mau dia harus melakukanya,tujuan untuk mendapatkan ilmu dari kakek itu sangatlah besar,xio wan terus berlari walau dirinya sudah sangat lelah,tetapi dia tetap berlari mengelilingi hutan kecil itu.
__ADS_1