
Sein Bu akhirnya memutuskan untuk segera menyusul di benteng sasaka,dengan kesaktianya dengan mudah dia melewati benteng sasaka yang memiliki ketinggian mencapai 7 meter.
tubuhnya yang seringan kertas dengan mudah melompati benteng yang sangat tinggi itu.
sein Bu mengamati penjagaan yang terlihat tidak ketat itu.
malam yang dingin membuat para penjaga tidur dengan sangat nyenyak.
sein Bu melompat dari satu bangunan ke bangunan lain.
dia ingin mengetahui secara pasti,apa yang telah terjadi di benteng sasaka ini.
mengapa sampai saat ini komandan dang sun tidak muncul,apa yang telah terjadi dengan komandan dang sun.
akhirnya sein Bu memutuskan untuk mencari rumah tahanan,apakah komandan dang sun sedang di tahan di sana.
berkat peta yang di berikan oleh salah satu prajurit khusus yang di sisipkan di benteng sasaka,sein Bu tidak kesulitan untuk mencari rumah tahanan di benteng sasaka.
rumah tahanan yang berada di selatan benteng,tampak di jaga ketat oleh prajurit.
ada yang aneh batin sein Bu,penjagaan di daerah lain sangat longgar mengapa di rumah tahanan penjagaanya terlalu ketat.
sein Bu pun mengeluarkan beberapa batu sebesar kelereng dari balik jubahnya yang di pungutnya saat dalam perjalanan.
sein Bu pun menggunakan jurus totok jarak jauh.
hanya hitungan detik,sein Bu berhasil menotok para penjaga yang ada di luar rumah tahanan, sehingga para penjaga itu hanya bisa diam seperti patung tanpa dapat bersuara dan menggerakan tubuhnya.
dengan gerakan yang sangat cepat sein Bu menuju lokasi tempat tahanan, sehingga para penjaga hanya dapat melihat bayangan dan angin lembut menerpa wajah mereka masing masing.
sein Bu dengan sangat waspada melemparkan beberapa batu kecil kearah penjaga sehingga mereka hanya bisa terpaku saat sein Bu dengan leluasa memeriksa kamar kamar tahanan.
" adakah para tahanan yang bernama dang sun."
sein Bu yang telah menotok para penjaga dengan batu batu kecil dengan leluasa memeriksa dan bertanya pada tahanan yang masih bingung apa yang telah terjadi.
__ADS_1
salah seorang yang tampak terkejut saat namanya di sebut oleh orng yang tidak di kenalnya hanya memandang sein Bu dengan rasa heran.
" adakah yang bernama dang sun,saya hanya ingin menyelamatkannya."
kembali sein Bu bertanya membuat,dang sun tersadar bahwa orang itu datang untuk menyelamatkan dirinya.
" saya yang bernama dang sun."
krakkkkk....
suara berisik ketika gembok kamar tahanan di buka secara paksa oleh sein Bu.
para tahanan hanya memandang tak percaya,besi baja yang sudah puluhan tahun dengan mudah di patahkan oleh sein Bu.
" tuan dang ikutlah dengan saya."
tanpa menunggu persetujuan dari dang sun,sein memeluk dan membawanya pergi dari ruang tahanan.
gerakam sein Bu yang begitu cepat walau sein Bu membawa dang sun yang tubuhnya sedikit gemuk.
**
" siapakah tuan?mau apa tuan membawa saya kemari?"
dang sun Langsung memberi pertanyaan pada sein Bu yang baru saja meletakan di sebuah tenda yang lumayan besar.
itu adalah tenda sein Bu di luar benteng sasaka.
tanpa sepengetahuan para anggota prajurit khusus yang menjadi bawahan sein Bu,dia keluar untuk mencari dang sun yang berada di ruang tahanan di benteng sasaka.
" apakah kamu mengenal ini?"
sein Bu mengeluarkan sebuah medali tanda dia adalah komandan khusus istana kaiasar.
dang sun yang mengenal medali itu sangat terkejut dan secara reflek dang sun langsung berlutut di hadapan sein Bu.
__ADS_1
" maafkan saya komandan,saya tidak mengenal anda."
" berdirilah komandan dang sun,kamu adalah senior saya tidak pantas kamu seperti ini."
sein Bu pun memegang bahu dang sun,dan membantunya untuk berdiri.
walaupun komandan dang sun senior dari sein Bu,tetapi sein Bu yang sebagai komandan pasukan khusus dari istana adalah atasannya.
" terima kasih komandan."
dang sun pun berdiri,dia bingung harus bertindak bagaimana,di depan nya berdiri anak muda yang sepertinya pantas menjadi anaknya,tetapi pangkat berkata lain,anak muda itu adalah atasnya.
" tuan dang,bersikaplah biasa,jangan terlalu sungkan,ada hal yang ingin saya tanyakan pada tuan dang."
sein Bu sengaja memanggil komandan dang sun denga sebutan tuan agar tiada lagi rasa sungkan di hati dang sun.
" apa yang ingin komandan tanyakan pada saya?"
" apa yang terjadi dengan tuan dang,mengapa sampai tuan dang sampai di tahan di sel?"
dang sun memandang sein Bu dengan teliti,lama dia memandang sein bu dan akhirnya membuang mukanya untuk menatap keluar.
dia masih trauma apa yang telah terjadi padanya dan prajurit prajurit setianya.
sungguh di luar dugaan,benteng sasaka harus jatuh ke tangan pasukan negri tang walau saat ini berita itu masih di rahasiakan oleh pihak luar.
setelah tenang akhirnya dia bercerita bagaimana,pasukan negri tang menyusup dan bekerja sama dengan para prajurit yang berkhianat yang lebih mementingkan harta dari pada negara yang berkedaulat.
dengan sedikit perlawanan akhirnya mereka yang tanpa sadar sangat mudah di lumpuhkan,apalagi mereka memiliki prajurit yang memiliki kepandaian silat dia atas rata-rata parjuritnya.
hampir setahun komandan dang mencoba meminta bantuan dari istana melalui surat yang di kirimkan oleh salah satu penghianat yang secara pura pura setia padanya.
tetapi suratnya tidak pernah sampai di istana,bahkan beberapa bulan lalu,komandan dang sun harus menerima siksaan dari prjurit negri tang,dia harus di kebiri.
siksan yang sangat mengerikan lebih dari kematian.
__ADS_1
hampir saja sein Bu menitikan air matanya,ketika mendengar kisah tragis dari saah satu komadan di benteng sasaka yang sangat setia pada negaranya.