
Sein Bu terus mengejar Tang Lu seng yang berusaha kabur dari tempat itu,baginya Tang lu seng tidak pantas hidup karena telah mengusahakan orang banyak dan telah membunuh banyak orang yang tidak bersalah.
sein Bu tidak memberi ampun,dia terus menyerang tang lu seng yang hanya bisa menghindar dari serangan sein Bu.
ilmu tongkat darah tidak berguna sama sekali oleh sein Bu,yang membuat Tang lu seng sudah putus harapan.
jurus tongKat darah yang selama ini di bangga banggakan oleh tang lu seng sama sekali tidak berdampak oleh sein Bu.
sedikit pun sein Bu tidak merasa lemas atau kehabisan darah karena terhisap secara gaib oleh tongkat darah.
tubuh tang lu seng hampir saja membeku,saat pukulan sein Bu telak mengenai dadanya membuat matanya melotot dan tubuhnya terlempar sangat jauh.
tang lu seng memuntahkan darah segar,dadanya terasa sangat sesak.
tubuhnya menggigil luka dalam yang di alaminya sangat parah.
tang lu seng mencoba bangkit,tetapi saat dia bangkit tubuhnya kembali terjatuh.
akibat pukulan inti es,tubuh tang lu seng mengalami kelumpuhan dirinya tidak dapat menggerakan tubuhnya kembali.
sein Bu pun memanggil angota sekte merah darah yang masih bertahan di desa itu.
" pergilah kalian,bawalah ketua kalian dari sini,dan jangan kalian mencoba untuk berbuat keji kepada penduduk yang lemah,andai saya mendengar kalian masih belum bertobat,saya akan mencari kalian sampai keneraka."
para anggota sekte merah darah segera menolong ketua mereka dan pergi dari desa itu untuk selama lamanya.
__ADS_1
para penduduk yang mengintip dari rumahnya satu persatu keluar,mereka sangat berterima kasih kepada sein Bu.
berkat pemuda ini desa mereka selamat dari kekejian sekte merah darah.
sayang kepala desa telah tewas bersama keluarganya akibat di bunuh oleh anggota sekte merah darah.
setelah selesai membantu para penduduk dan mengkremasi mayat mayat anggota sekte merah darah sein Bu melanjutkan perjalananya ke kota raja.
**
musim salju atau musim dingin telah tiba,negri Han kini menjadi negri yang sangat indah,dimana salju menyelimuti ngeri ini.
tahun ini negri Han tidak seperti tahun tahun biasanya,karena anak anak yang selalu bermain salju denga suka ria,tetapi tahun ini kagiatan itu telah menghilang.
para penduduk negri Han di rundung ketakutan akibat kekacauan dimana mana,yang membuat para penduduk lebih aman berada di dalam rumah dan tidak melakukan kegiatan bila tidak perlu.
keadaan kota raja yang semakin ramai,bangunan bangunan tinggi membuat kota raja adalah salah satu kota terindah di dunia pada masa itu.
sein Bu berjalan dengan santai,tampak kegiatan di kota raja seperti biasa.
tidak terpengaruh oleh kekacauan yang terjadi di negri Han.
saat berjalan sambil menikmati keindahan kota raja,pandangan sein Bu tidak sengaja melihat seorang gadis yang sangat sederhana dan di pinggangnya terdapat sebuah pedang.
sein Bu sangat mengenali gadis itu,dia adalah sein Mey kakak kandungnya.
__ADS_1
ternyata kakaknya telah dahulu kembali ke kota raja setelah menggali ilmu di perguruan Kun lun Pai.
" kakak Mey..."
sein Bu memanggil sein Mey yang sedang memperhatikan lingkungan kota raja.
sein Mey berhenti,dia menoleh kepada anak muda yang baru saja memanggilnya.
sein Bu yang wajhnya berubah menjadi sangat tampan membuat sein Mey tidak dapat mengenali adiknya itu.
" Hem..siapakah tuan?ada apakah tuan memanggil saya?"
" kakak Mey,apakah kakak Mey tidak mengenali adikmu ini?"
" apa,kamu Adi Bu?"
" benar kakak Mey,saya adalah adikmu yang suka menjahilimu dulu."
sein Mey langsung memeluk sein Bu,air matanya mengalir,sudah sangat lama dia tidak bertemu dengan adik kandungnya ini.
" adik Bu ternyata kamu sudah besar,dan kakak tidak dapat mengenalimu."
" kakak Mey,bagaimana kabar ibu dan ayah?"
" ibu dan ayah sangat merindukan dirimu adik Bu ,mari kita beri kejutan dengan ayah dan ibu."
__ADS_1
mereka pun berjalan menuju istana,sein Mey banyak bertanya pada sein Bu tentang perjalanannya selama ini.